
Reno mengetuk pintu kamar Abi dengan pelan. Ia hanya ingin memastikan kalau perempuan itu baik-baik saja.
Cklek
“Kamu sedang apa, Bi?” tanya Reno.
“Aku hanya ingin istirahat sebelum nanti sore akan pemotretan.” Jawabnya singkat tanpa mempersilakan Reno masuk.
“Ya sudah kamu istirahatlah.” Ucap Reno lalu segera masuk ke kamar Abi.
“Kamu mau apa?” Abi mencegah Reno masuk.
“Aku hanya ingin mengambil baju gantiku.” Jawabnya cuek dan membiarkan Abi berdiri di depan pintu.
Abi memasang wajah kesalnya lalu memilih duduk di bibir ranjang. Dia membiarkan Reno mengambil bajunya di koper. Sedangkan untuk bajunya sendiri sudah ia masukkan ke dalam lemari.
“Kamu marah, Bi?” tanya Reno tiba-tiba.
“Marah? Marah kenapa? Aku hanya lelah dan ingin istirahat.” Jawabnya cuek lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur membelakangi Reno yang masih diam.
Reno melirik sekilas pintu kamar yang masih terbuka. Kemudian dia menutupnya. Dan Abi mengira Reno sudah keluar dari kamarnya. Namun ternyata dugaannya salah.
“Kenapa kamu menghindariku, hem?” tanya Reno yang sudah merapatkan tubuhnya sambil memeluk tubuh Abi dari belakang.
Abi sungguh terkejut dan terus merinta agar lepas dari dekapan Reno.
“Please, Ren! Jangan seperti ini! aku sungguh lelah dan ingin istirahat.”
Reno tidak peduli. Kini dia justru menciumi ceruk leher Abi yang jenjang. Mengusak lembut kulit putih mulus perempuan itu. Abi pun kegelian.
“Aku dan Sofia tidak ada hubungan apa-apa. Dia hanya keponakan rekan bisnisku. Dia juga dulu pernah menjadi model untuk salah satu produk kecantikan di perusahaanku.” Reno berusaha menjelaskan apa yang membuat Abi resah sejak tadi.
__ADS_1
“Aku tidak peduli.” Jawabnya cuek.
Seketika itu Reno membalik tubuh Abi hingga berhadapan dengannya. Reno menangkupn kedua pipi Abi dan menatap matanya dengan intens.
“Aku nggak mau kamu mengacuhkanku seperti ini, Bi. Aku sudah menjelaskan semuanya padamu. Tapi jawaban kamu sangat membuatku kecewa. Kalau kamu tidak peduli, apa gunanya selama ini kita mencoba menjalin kedekatan?” ucap Reno dengan suara tegas.
“Maaf. Aku hanya tidak suka melihat kamu dekat dengan perempuan lain.” Jawab Abi dengan lirih.
“Kamu cemburu?” tanya Reno to do poin.
Kenapa juga Reno menanyakannya langsung seperti itu. Sudah tahu kalau Abi cemburu, masih saja bertanya. Yang ada membuat Abi semakin malu untuk mengakuinya.
“Sudah, pergilah sana! Aku mau istirahat.”
Reno tersenyum tipis lalu menarik Abi ke dalam pelukannya. Hatinya menghangat setelah mengetahui bahwa Abi cemburu. Itu tandanya perempuan itu sudah mulai jatuh cinta dengannya.
“Istirahatlah! Aku juga akan istirahat.” Ucap Reno tanpa beban dan semakin mengeratkan pelukiannya.
Abi mendongak menatap Reno. Dia tidak percaya kalau pria itu akan ikut tidur menemaninya. Tiba-tiba Abi takut jika akan terjadi sesuatu.
“Tapi, Ren!” ucap Abi terpotong saat melihat wajah Reno yang terlihat aneh.
Benteng pertahanan Reno akhirnya runtuh. Sungguh ia tidak mampu menahan diri akibat perbuatan Abi yang semakin meresahkan. Pria itu segera membungkam bibir Abi dan ********** dengan lembut. Abi yang sudah terbiasa pun ikut membalas ciuman Reno.
Keduanya saling berpagut mereguk kenikmatan. Tubuh mereka berdua saling rapat tanpa celah. Reno semakin memperdalam ciumannya, hingga membuat ia ingin yang lebih dari sekadar ciuman.
Pagutan itu terlepas. Reno mulai menciumi leher jenjang Abi yang begitu menggoda. Hanya menciumi saja tanpa meninggalkan tanda di sana. Karena dia ingat kalau nanti Abi akan melakukan pemotretan. Dia tidak mau membuat Abi malu dengan memperlihatkan hasil karyanya yang indah.
Ngghhhh
Suara desahann Abi lolos begitu saja saat Reno mulai menciumi area da-da bagian atas. Kedua tangan Reno juga mulai aktif meremass kedua aset berharga milik Abi yang sangat menantang di balik kaosnya.
__ADS_1
“Ren!” ucap Abi tertahan sambil menggelengkan kepalanya.
Namun Reno tak mempedulikannya. Dia kembali melumatt bibir Abi sebelum akhirnya membuka kain penutup yang sejak tadi membungkus dua aset berharga itu.
Reno sangat rakus melahap dua buah yang kenyal itu secara bergantian. Abi yang merasakan ini pertama kalinya, dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Secara reflek Abi meremat rambut Reno sambil bibirnya terus mengeluarkan suara merdu.
Nafas Reno terengah-engah saat terpaksa mengakhiri kegiatan itu. Setelah itu dia segera pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya. Sedangkan Abi masih tampak bingung. Namun dia juga bersyukur kalau Reno tidak melakukan itu sekarang, di saat dirinya belum siap.
Abi mengambil bajunya dan memakainya lagi. setelah itu dia memutuskan untuk tidur dan membiarkan Reno berada di dalam kamar mandi. entah sedang apa pria itu.
*
Sesuai waktu yang dijadwalkan, sore ini Abi melakukan pemotretan. Dia sudah bersiap dengan tampilan yang sangat cantik setelah mendapat sedikit polesan make up di wajahnya. Di sana juga terlihat Reno yang sedang duduk ditemani oleh Chiko. Tapi, kenapa Sofia juga ada di sana. Dan Reno membiarkan perempuan itu duduk di sampingnya sambil bergelayut manja. Bahkan Reno mengabaikan Abi yang sejak tadi menatapnya.
“Kenapa hati kamu berubah-ubah, Ren?” batin Abi kecewa dengan sikap Reno.
Setelah pemotretan itu, Abi memilih menjauh dari keramaian para crew. Dia ingin menyendiri dan mencari tempat yang nyaman untuk menghindari Reno.
Sementara Reno kini sedang memainkan gadgetnya untuk mengalihkan keberadaan Sofia yang sejak tadi mengganggunya.
Reno melihat ada beberapa pesan masuk dari ponselnya. Pesan itu dari nomor asing yang tidak ia kenal. Dan dikirim sejak tadi malam. karena penasaran, Reno pun membacanya.
“Om Reno mau kemana sih?” tanya Sofia saat melihat Reno berjalan tergesa-gesa mencari keberadaan Abi.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Ga jadi anu pemirsahhh😂😂
Happy Reading‼️