
Warningg!!!🔥🔥🔥🔥🔥
Yang nggak suka, skip aja!
Masih di posisi yang sama, Reno mendongak menatap wajah Abi yang terihat seperti menahan sesuatu. Setelah itu Reno kembali melanjutkan aksinya.
Reno menciumi inti Abi yang mengeluarkan bau khas itu. Bau yang ia yakini telah membuatnya candu. Apapun yang ada dalam tubuh Abi sudah menjadikan Reno ketagihan dan enggan untuk mengakhirinya.
Puas dengan menciumi inti itu, Reno mulai memainkan lidahnya di sana. Menyesap madu yang membuatnya semakin menggila. Terlihat Abi yang bergerak resah. Ingin Reno segera mengakhiri kegiatan itu, namun ada rasa nikmat yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Dengan lihainya Reno terus memainkan inti Abi hingga perempuan itu mengejang lalu mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi ia tahan. Awalnya Abi merasa tak enak dengan Reno yang masih di bawahnya. Namun ucapan Reno agar tak menahannya dan memintanya untuk mengeluarkan cairan itu, akhirnya Abi merasa lega sekaligus lemas setelah melewati pelepasannya.
Ingin sekali Reno berlama-lama berada di sana, namun dirinya juga membutuhkan pelepasan. Apalagi si boy sudah sangat tegang. Setelah itu Reno bangun dan memperbaiki posisinya.
Cup
Reno mengecup bibir Abi sekilas. Lalu kembali melumatt dan meremass dua aset berharga Abi dengan sensuall hingga perempuan itu mengeluarkan suara merdu yang membuat Reno semakin terbakar.
“Sayang, peganglah dia!” ucap Reno sambil menuntun tangan Abi pada inti Reno yang besar dan kokoh itu.
Abi trekejut dan langsung melepas tangannya sebelum berhasil menyentuh boy. Memang benda itu sudah pernah memasukinya, tapi saat itu Abi tidak melihat bentuk dan ukurannya secara langsung. dan sekarang, saat ia melihat wujud aslinya, tiba-tiba saja Abi bergidig. Benarkah benda besar dan kokoh itu akan memasukinya lagi. membayangkannya saja Abi sudah panas dingin.
“Sayang, aku sudah berjanji bukan kalau aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati.” Bisik Reno.
Melihat reaksi Abi seperti ketakutaan, Reno berusaha kuat menahan gairahnya. Dia harus bisa meyakinkan Abi agar tak lagi ketakutan, sekaligus menghilangkan traumanya. Dan maksud Reno meminta Abi untuk menyentuh miliknya, agar mereka saling kenal dengan akrab. Wkwk
__ADS_1
Sekali lagi Reno meraih tangan Abi dan kembali menuntunnya agar menyentuh benda pusakanya. Ragu-ragu tangan mungil Abi menyentuhnya sambil menutup mata. Reno pun ikut menutup matanya karena menikmati sentuhan itu.
Abi langsung melepas genggaman tangannya saat dirasa sudah cukup untuk menyentuh benda pusaka Reno. Setelah itu Reno mengungung tubuh Abi dan mengarahkan si boy tepat pada intinya.
“Aku akan melakukannya dengan pelan, Sayang. Kamu bilang saja jika aku menyakitimu.” Bisik Reno dan Abi mengangguk.
Dengan pelan Reno mulai menggesekkan si boy pada inti Abi yang sudah basah. Pria itu berjanji akan melakukannya dengan pelan. Jadi harus dengan kesabaran pula Reno mencoba memasuki inti itu.
Gesekan yang awalnya pelan dan lembut itu, kini ritmenya semakin cepat. Reno sudah tidak tahan lagi untuk melesakkan miliknya ke dalam inti Abi. Walaupun sudah pernah melakukannya, ternyata inti Abi masih sangat sempit untuk kembali dimasuki.
Jeritan kecil terdengar dari mulut Abi saat Reno berhasil melesakkan miliknya pada inti Abi. Setelah itu Reno membiarkannya dulu dan memberikan lumatann pada bibir Abi agar lebih rileks.
“Sayang, tubuhmu sangat nikmat sekali. Kamu telah membuatku candu. Terima kasih sudah menjadikanku pria satu-satunya yang menyentuhmu.” Ucap Reno sebelum kembali melancarkan aksinya.
“Tahan sebentar, keluarkan suara kamu, jangan ditahan.” Bisik Reno.
Dengan peluh keringat yang membasahi tubuh keduanya, Reno masih bergerak aktif untuk mencapai puncaknya. Sementara Abi yang berada dalam kungkungan Reno juga kembali merasakan sesuatu yang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. Awalnya memang sangat sakit, namun semakin lama juga membuatnya semakin melayang.
Cukup lama Reno bergerak dengan posisi yang sama. Hingga akhirnya pria itu semakin mempercepat ritmenya karena sesuatu dalam dirinya juga ingin segera dikeluarkan.
“Panggil namaku, Sayang!” ucap Reno dengan muka memerah dan gerakan yang semakin cepat.
“Reno!” ucap Abi sesuai dengan perintah dan dengan nafas yang sama-sama saling memburu.
Gerakan Reno semakin cepat. Abi pun juga terus menggumamkan namanya diiringi dengan desahann yang semakin membuat Reno melayang.
__ADS_1
Lenguhan panjang Abi dan Reno bersamaan dengan sesuatu yang keluar menyembur ke dalam inti Abi.
Nafas Reno dan Abi sama-sama masih tersengal. Namun Reno tak langsung melepas intinya. Dia membiarkannya terlebih dulu sambil menciumi bibir Abi.
“Terima kasih, Sayang. Terima kasih, Istriku.” Ucap Reno dan diakhiri dengan kecupan lama di kening Abi.
Senyum Abi merekah saat mendengar kalimat terakhir Reno. Setelah itu dia membalasnya dengan pelukan yang sangat erat.
Kini mereka berdua sudah tergolek lemah di atas ranjang setelah melakukan pertempuran panjang di pagi hari ini. Rasanya enggan sekali Reno melepas pelukan itu. Tapi dia tidak setega itu. Abi pasti juga sangat kelelahan. Lagi pula masih banyak waktu untuk melakukannya lagi.
“Kita mandi dulu, Sayang! Setelah itu kita sarapan dan kamu mau pergi kemana, akan aku turuti.” Ucap Reno dan bangun lebih dulu.
“Ini rasanya masih tidak nyaman, Ren!” keluh Abi.
“Baiklah. Apa kita akan menghabiskan waktu sehari ini di apartemen saja? tapi aku juga tidak janji untuk tidak menyerangmu.” Balas Reno sambil mengerlingkan mata.
“Ya sudah deh, kita jalan-jalan saja.” ucap Abi sambil mengerucutkan bibirnya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️