
Setelah buang air kecil, Abi tak langsung keluar dari toilet. Dia mengambil sebuah kalung dari dalam tasnya. Kalung yang tanpa sengaja ia temukan di laci lemari baju milik Reno. Kalung yang diyakini adalah miliknya yang dulu pernah hilang. Kalung yang masih sama bentuknya dengan menyertakan nama inisialnya “Va” yang kepanjangannya adalah Viana Abigail.
Saat menemukan kalung itu Abi sangat terkejut. Ingatannya kembali ke masa lalu. Saat dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dulu pernah ada sebuah insiden saat dirinya dikerjai oleh kakaknya yaitu dengan pulang sekolah berjalan kaki. (Baca novel Suami Kedua)
Saat itu Abi sedang berjalan seorang diri dan berusaha mencari cara bagaimana caranya agar dia bisa pulang ke rumah. sementara itu dia sama sekali tidak membawa tasnya karena tasnya berada dalam mobil kakaknya.
Hingga akhirnya Abi duduk di tepi jalan karena sangat kelelahan setelah berjalan jauh. Dan di saat itulah dia melihat seorang pria sedang menyeberang jalan tanpa menoleh ke kanan kiri karena sibuk dengan ponselnya. Lalu Abi melihat mobil box yang melaju kencang hendak menabrak pria itu. Dengan cepat Abi mendorong pria itu hingga jatuh tersungkur, asal tidak tertabrak mobil box tadi.
Abi baru sadar setelah kejadian itu kalungnya hilang. Ddia pikir sudah jatuh di jalanan akibat menolong pria yang hampir tertabrak itu. Ternyata salah. Kalung itu ada pada pria yang ditolongnya. Dan ternyata pria itu adalah Reno. Suaminya.
Pantas saja saat pertemuannya di lobby perusahaan dulu Abi seperti tidak asing saat melihat sorot mata tajam Reno. Ternyata dia sudah bertemu sebelumnya.
Dan rencana Abi sepulang dari pesta akan mengajak Reno mendatangi tempat dimana dulu dirinya pertama kali bertemu dengan Reno. Abi akan mengingatkan pada Reno kalau pemilik kalung itu adalah dirinya. Sungguh indah sekali rencana Tuhan mempertemukan jodohnya. Ditambah lagi, akhir-akhir ini Abi sering merasakan pusing dan badannya lemas, terkadang juga mual-mual. Tiba-tiba saja dia ingat kalau sudah satu bulan dia telat masa periodenya. Jadi tidak menutup kemungkinan jika dirinya saat ini tengah hamil.
Andai saja dia benar-benar hamil, Abi sangat senang. Jadi untuk memastikan kebenaran itu dia meminta Reno untuk mengantarnya periksa ke rumah sakit. Setelah itu barulah mendatangi tempat bersejarah dimana dia bertemu dengan cinta sejatinya.
Namun, harapan dan kebahagiaan yang sejak tadi menjadi angan-angan Abi kini melenyap sudah dan berganti rasa sakit hati yang mendalam.
Abi mendengarkan semua peseteruan antara Reno dan Tian. Semua pembicaraan kedua pria itu Abi mendengarnya dengan sangat jelas. Rasanya seperti mimpi buruk, tapi ini kenyataan. Kenyataan dimana Reno membenarkan ucapan Tian kalau dirinya hanya dijadikan sebagai alat balas dendam terhadap Tian.
__ADS_1
Abi tidak ingin tahu lebih dalam masa lalu apa yang membuat kedua pria itu berseteru. Cukup dengan tahu niat Reno yang memanfaatkan dirinya, hati dan cintanya juga harus ia akhiri. Pantas saja selama ini Reno tidak pernah menyatakan cintanya secara langsung. karena fokusnya hanya ingin membuat dirinya jatuh cinta sedalam-dalamnya, lalu menunjukkan keberhasilan balas dendamnya terhadap Tian.
“Bi, sudah selesai?” tanya Reno sedikit terkejut saat menoleh pada Abi. Beruntungnya Tian sudah pergi.
Reno heran saat melihat mata Abi sembab dan masih mengeluarkan air mata. Ditambah lagi tatapannya yang bagitu dingin.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Reno dengan perasaan tak nyaman.
“Cukup!! Rasanya kamu tidak pantas mengucapkan kalimat manis itu. Dan mulai saat ini juga kita tidak ada hubungan apapun lagi.” ucap Abi dengan tegas.
“Apa maksudmu, Sayang?”
“Kamu ingat kalung ini, Tuan Reno yang terhormat? Ini adalah kalung milik gadis yang telah menyelamatkanmu dari kecelakaan beberapa tahun silam. Apa kamu tahu kalau ini adalah kalungku?” tanya Abi dengan menahan rasa yang berkecamuk dalam hatinya.
Reno sendiri sangat terkejut dan tidak menyangka kalau kalung itu ternyata adalah milik istrinya. Sungguh indah sekali rencana Tuhan mempertemukan dengan jodohnya. Tapi kenapa harus seperti ini. kenapa Abi meminta mengakhiri semua ini hanya karena kesalah pahaman.
“Bi, maafkan aku. aku bisa menjelaskan semuanya. Kamu hanya salah paham.” Ucap Reno dengan lirih.
“Ck, dengan mudahnya kamu mengatakan semua ini hanya salah paham setelah aku dengar jelas kalau kamu hanya menjadikanku sebagai alat balas dendam. Selamat tinggal Tuan Reno!!” ucap Abi sambil melemparkan kalung itu ke hadapan Reno. Dan membuang tas yang berisi ponselnya. Setelah itu Abi berlari menjauhi Reno.
__ADS_1
Reno tertunduk di lantai. Dunianya seketika hancur saat istrinya mengucapkan selamat tinggal. Tapi, ini semua belum berakhir. Reno langsung berdiri dan mengejar kemana Abi pergi. Mungkin belum jauh juga.
“Shiittt!” umpat Reno saat melihat tas yang berisi ponsel Abi tertinggal. Itu tandanya dia tidak bisa melacak keberadaan istrinya.
Reno berlari keluar dari hotel berharap Abi masih berada tidak jauh dari hotel. Lagi pula perempuan itu tidak membawa apa-apa.
Nafas Reno tersengal saat sudah berjalan cukup jauh namun tidak mendapatkan hasil. Lalu kemana perginya Abi. Apa mungkin Tian lah yang membawa istrinya lari?
“Bi, kamu kemana?” lirih Reno dengan frustasi.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1