Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 111 Tertunda


__ADS_3

Reno terkejut mendengar permintaan istrinya. Namun sebisa mungkin ia menutupi rasa keterkejutannnya itu. Sungguh dia sangat senang. Apakah itu tandanya kalau Abi sudah berhenti mengujinya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ia segera menganggukkan kepala. Namun bukan Reno jika tidak mempunyai banyak akal cerdik dan licik.


“Posisi seperti ini sangat tidak nyaman buat kamu dan anak kita, Bi. Kamu juga harus tidur karena sekarang sudah malam.”


“Lalu?” tanya Abi kebingungan.


“Aku akan mengusapnya sampai kamu tidur. Lebih baik kita masuk ke kamar saja.” jawab Reno dengan pelan takut jika istrinya mengetahui ide liciknya.


Tanpa menjawab Abi bergegas berdiri. Hati Reno semakin bersorak. Dia pun akhirnya mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar, dengan pelan Abi memposisikan tubuhnya untuk mencari tempat yang nyaman. Setelah berbaring, Reno pun mendekat. Dia duduk di hadapan istrinya lalu mulai mengusap perut buncit yang di dalamnya ada calon buah hatinya.


Abi memalingkan muka karena salah tingkah. Tapi jujur saja, dia merasakan kehangatan saat tangan Reno mengusap perutnya. Rasa tidak nyaman yang sejak tadi ia rasakan sudah berangsur hilang berganti rasa nyaman. Bahkan sayup-sayup matanya mulai terpejam.


Reno menyunggingkan senyum setelah berhasil menidurkan Abi. sekelebat bayangan masa lalu kembali mengingatkan dirinya. Dimana selama enam bulan lebih ia tidak bisa menemani masa kehamilan sang istri.


“Aku berjanji akan selalu melindungi kalian. meskipun harus mempertaruhkan nyawaku sekalian.” Ucap Reno lalu mengecup perut buncit Abi.


Mata Reno juga sudah merasakan kantuk setelah seharian bekerja. Akhirnya tanpa sadar pria itu menjatuhkan bobot tubuhnya di samping Abi. Entah bagaimana reaksi Abi besok jika mendapati seorang pria tidur bersamanya.


Keesokan paginya Abi tidur dalam pelukan seorang pria. Bahkan bantal yang digunakan bukan lagi bantal yang sesungguhnya, melainkan lengan pria itu yang tak lain adalah suaminya sendiri.


Abi terlihat sangat nyaman dan pulas tidurnya. Bahkan ini adalah tidur paling nyenyak sepanjang masa kehamilannya.


Reno lebih dulu bangun. Dia melirik Abi yang masih pulas dalam mimpinya. Dia mengulas senyum tipis walau tangannya terasa kebas.

__ADS_1


Ngghhh


Terdengar lenguhan keluar dari bibir Abi. Reno pun berpura-pura tidur agar Abi tidak terkejut saat melihat dirinya berada dalam satu ranjang.


Benar saja Abi langsung menutup mulutnya saat baru sadar ia tidur dalam dekapan sang suami. namun setelah itu dia diam sejenak. Merasakan perbedaan yang begitu terasa saat Reno tidur memeluknya. Tiba-tiba saja Abi meneteskan air matanya. bahkan suaranya mulai terisak lirik saat melihat wajah sang suami. Abi baru menyadari saat memandang wajah Reno dari dekat kalau pria itu terlihat lebih tirus. Ada seberkas rasa sesal dalam dirinya.


Reno yang mendengar suara isakan Abi akhirnya tidak tahan untuk tidak membuka matanya. pria itu terkejut saat melihat linangan air mata sudah membasahi pipi istrinya.


“Bi, kamu kenapa? Maaf. Maafkan aku yang lancang tidur di sini. aku akan kembali ke kamarku.” Ucap Reno.


Bukannya Abi marah, perempuan itu justru semakin terisak dengan tangan merengkuh tubuh Reno. Reno pun semakin bingung dengan sikap istrinya yang seperti ini.


“Maaf. Maafkan aku selama ini telah membuatmu menderita.” Ucap Abi terbata dalam pelukan suaminya.


Entahlah. Meskipun Reno tidak tega mendengar isakan itu, namun dia justru bahagia lantaran ucapan istrinya. Itu tandanya Abi sudah memaafkannya.


“Sayang, jangan menyalahkan diri sendiri. Semua itu memang berawal dari kesalahanku. Dan aku terima jika itu adalah hukuman atas semua perbuatanku.” Ucap Reno sambil membalas pelukan istrinya.


Cukup lama mereka berdua berpelukan untuk menyelami perasaan masing-masing. Perasaan yang masih sama seperti dulu, yaitu perasaan cinta dan takut kehilangan.


“Apa kamu sudah memaafkanku, Bi?” tanya Reno sambil mengusap kepala istrinya.


Abi mendongak menatap dalam mata Reno. Lalu ia menganggukan kepalanya.


“Terima kasih, Sayang. Terima kasih. Aku berjanji akan selalu menjaga kalian. dan membuat kalian bahagia.”

__ADS_1


Kedua netra itu kembali menatap dalam. Reno memberanikan diri untuk mencium bibir istrinya. Bibir yang sudah lama ia rindukan.


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir manis Abi. lalu perempuan itu tersipu malu dan segera bergegas bangun.


“Apa aku tidak boleh mencium bibirmu, Bi?” tanya Reno.


“Aku belum gosok gigi.” Jawabnya singkat lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah itu Reno ikut bangun. Dia segera keluar dari kamar Abi untuk mandi di kamarnya sendiri. Beberapa saat kemudian Reno sudah berpenampilan rapi. Pria itu kembali masuk ke dalam kamar istrinya.


Abi hampir terlonjak kaget saat tiba-tiba saja Reno membuka pintu kamarnya. Pria itu terpesona dengan wajah segar nan cantik Abi pagi ini.


“Kenapa? Ayo kita sarapan. Bukankah kamu juga harus pergi ke kantor?”


“Apakah kita bisa melakukan kegiatan yang tertunda tadi?” tanyanya semangat sambil menunjuk bibirnya sendiri sebagai kode bahwa ia meminta berciuman.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2