
Setelah melakukan kegiatan bercinta di dapur, Reno langsung membawa Abi masuk ke kamar. kemudian mereka berdua langsung istirahat.
Keesokan paginya Abi terjaga lebih dulu. Meskipun badannya lelah, namun dia harus tetap menjalankan perannya sebagai seorang istri yang baik.
Abi masuk ke kamar mandi untuk mandi terlebih dulu sebelum mulai aktivitasnya di dapur. Sedangkan Reno akan ia bangunkan nanti jika sudah selesai memasak.
Perasaan Abi kini sudah tenang setelah semalam sempat kesal setelah pertemuannya dengan mantan kekasih suaminya. Abi percaya dengan penjelasan Reno. Ya, meskipun masa lalu suaminya dengan Eliza masih sedikit mengganjal hatinya. Namun ia sadar kalau itu semua karena rasa cemburunya terhadap sang suami.
Setelah selesai memasak, Abi masuk ke kamar untuk membangunkan Reno. Namun di tempat tidur sudah tidak ada lagi orang yang tidur di sana. Itu berarti Reno sudah bangun.
Abi menyiapkan baju kerja suaminya selagi Reno masih berada di kamar mandi. lalu tak lama kemudian Reno sudah selesai dari ritual mandinya.
“Maaf, aku terlambat membangunkanmu.” Ucap Abi sambil membantu Reno mengeringkan rambutnya. Tapi sayang, Reno menolaknya.
“Aku bisa sendiri, Sayang. Lagi pula aku tadi sudah mengeringkannya. Oh iya, aku bangun karena tadi ada panggilan dari Yoga kalau hari ini ada meeting lebih pagi. jadi aku harus secepatnya ke kantor.”
Melihat suaminya tampak buru-buru, Abi pun ikut membantu memakaikan dasi. Reno sangat senang mendapatkan perlakuan seperti itu dari istrinya.
“Harum sekali bau kamu, Sayang!” ucap Reno.
“Nggak usah macam-macam! Bukankah kamu harus berangkat ke kantor? ayo buruan, kita sarapan dulu.” Ucap Abi memperingatkan.
“Andai saja hari ini tidak ada meeting pagi, sudah aku habisi kamu.” Jawab Reno dengan muka setengah kesal.
__ADS_1
Abi hanya menggelengkan kepala melihat sikap suaminya. setelah itu ia lebih dulu keluar kamar dan diikuti Reno.
**
Hubungan Reno dan Abi semakin hari semakin membaik. Mereka berdua selalu sudah seperti pasangan suami istri pada umumnya. Reno sangat bersyukur mempunyai istri seperti Abi. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan menjadikan Abi satu-satunya wanita yang singgah di hatinya sekarang dan untuk selamanya.
Semenjak hubungan Reno dan Abi membaik, tak jarang Reno menuruti keinginan istrinya untuk berkunjung ke rumah orang tuanya. Namun untuk mengijinkan Abi keluar sendiri, Reno belum memperbolehkannya. Jadi kemana pun Abi keluar, harus ada Reno yang menemaninya.
Seperti saat ini, Reno dan Abi menghabiskan weekendnya dengan menginap di rumah orang tuanya. Sean dan Lidia sangat senang kedatangan anak dan menantunya. Apalagi mereka akan menginap. Jadi suasana di rumah Sean tampak semakin ramai.
Saat ini Abi sedang bersama Mamanya. Sedangkan Reno sedang berada di ruang kerja Sean. Entah apa yang sedang mereka bahas.
“Apakah kamu bahagia, Sayang?” tanya Lidia sambil mengusap kepala Abi. Pasalnya saat ini Abi sedang tidur beralaskan paha mamanya.
“Iya, Ma. Viana sangat bahagia. Reno pria yang baik dan juga sangat dewasa.” Jawab Abi tersenyum sambil mengingat wajah suaminya.
Abi hanya diam. Dia juga tidak mau membahas tentang awal mula dia bisa menikah dengan Reno dulu. Cukup dirinya dan Reno saja yang mengetahui itu. Dan hal itu akan menjadi rahasianya bersama Reno. Yang terpenting saat ini hubungannya sudah membaik.
“Lalu, apakah suami kamu masih mengijinkanmu menjadi seorang model?” tanya Lidia penasaran.
“Maaf, Ma. Reno tidak mengijinkan Vibi kembali menjadi model.” Jawab Reno yang sudah datang bersama Sean.
Seketika Abi bangun dari tidurnya. Dia terkejut mendengar ucapan suaminya itu. Padahal dia belum bertanya langsung pada Reno. Namun pria itu justru mengatakan terang-terangan di hadapan orang tuanya. Abi sedikit kecewa, karena dia masih ingin menjalani pekerjaannya itu.
__ADS_1
Melihat tatapan kecewa dari Abi, Lidia dan Sean saling lirik. Jujur saja Lidia sangat senang. Karena sejak dulu dia memang tidak mengijinkan Abi menjadi seorang model. Sedangkan Sean hanya ikut saja. kalau Reno melarangnya, otomatis Abi harus menurut dengan keinginan suaminya.
“Ayah dan Mama tahu kan kalau tidak mudah Viana menjalani sekolah modelling dulu?.” Ucap Abi mencoba bernego agar bisa meyakinkan suaminya untuk memberikan ijin kembali menjadi model.
“Sayang, Mama tahu akan hal itu. Tapi ingat, setelah menikah, ucapan suami wajib dipatuhi.” Jawab Lidia cukup jelas.
Reno hanya diam saja. ucapan Mama mertuanya cukup untuk memberikan penjelasan pada istrinya. Reno juga menyesal, harusnya ia membicarakan hal ini berdua dulu dengan sang istri. Namun saat Lidia tiba-tiba menanyakan, otomatis dia langsung membahasnya langsung.
Abi memilih diam karena diantara ketiga orang itu mempunyai pikiran yang sama dan tidak ada satupun yang membelanya. Terlebih ayahnya yang biasanya selalu membela kini memilih diam.
“Viana pamit ke kamar dulu, sudah ngantuk.” Ucap Abi dan beranjak meninggalkan ruang keluarga.
Reno tak langsung mengikuti istrinya. Dia ingin terlebih dulu menjelaskan alasan kenapa melarang Abi untuk menjadi model lagi. dan hal itu dikarenakan demi keselamatannya. Memang belum banyak orang yang mengetahui status pernikahannya dengan Abi. Tapi lama-lama semua orang juga akan tahu. Dan di luaran sana banyak sekali saingan bisnis Reno. Dia takut jika nanti Abi akan terkena imbasnya.
“Kami paham dengan maksud Nak Reno. Sekarang lebih baik berilah penjelasan pada Viana. Karena terkadang sifat Viana masih seperti anak kecil.” Ucap Lidia.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️