Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 105 Dijodohkan


__ADS_3

Keesokan harinya, Reno, Abi, Lidia dan juga Sean kini sedang berada dalam pesawat yang akan membawa mereka pulang ke kota J.


Meskipun dalam satu pesawat, namun Reno sama sekali tidak bisa menyentuh ataupun memeluk wanita pujaan hatinya. Karena saat ini Reno sedang duduk berjauhan dengan istrinya. Semua itu memang karena saran dari Sean, demi kebaikan Abi.


Kemarin setelah tiba-tiba Abi merasakan perutnya kram, Reno sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya. Namun Abi sama sekali tidak mau didekati oleh suaminya. jadi Silvia meminta Reno untuk sementara menjauh dulu dari Abi. akhirnya Reno memilih untuk menginap di hotel dan besok akan kembali ke rumah Xander untuk melihat keadaan istrinya.


Malam harinya Sean dan Lidia datang. Silvia lah yang memberitahu tentang kejadian di rumahnya saat kedatangan Reno. Sean sangat menyayangkan perbuatan Xander yang telah memukuli menantunya. Akhirnya dia dan sang istri sepakat untuk mengajak pulang Abi bersama dengan suaminya. Sean dan Lidia juga tidak ingin membahas masalahnya dengan Reno dulu saat di rumah Xander. Entahlah, Sean masih tidak terima dengan perbuatan sahabatnya itu.


*


Dalam perjalanan, Abi yang duduk diapit oleh Mama dan Ayahnya hanya diam saja. bahkan dia enggan menoleh pada Reno yang sejak tadi menatapnya penuh kerinduan.


“Apakah cucu Mama baik-baik saja?” tanya Lidia membuyarkan lamunan Abi.


“Iya, Ma.” Jawab Abi dengan singkat.


“Ingat, kandungan kamu di usia seperti ini rawan lahir premature. Jadi jangan terlalu banyak pikiran dan tekanan, Sayang. Mama dan Ayah, bahkan suami kamu tidak ingin terjadi hal buruk denganmu.” Ucap Lidia menasehati anak perempuannya.


Abi hanya diam sambil menghela nafasnya pelan. Dia sedikit mencuri pandang pada sosok suaminya yang sedang duduk sambil menutup matanya. dari samping memang terlihat kalau wajah Reno sedikit tirus. Apakah pria itu selama ini keadaannya tidak baik-baik saja. bahkan tubuhnya kurus seperti tidak terawat. Terakhir dia melihat fotonya saat terbaring di atas brankar rumah sakit. Separah apakah sakitnya, hingga membuatnya seperti itu.


Ada rasa kasihan. Namun juga masih ada rasa sakit hati yang sampai saat ini membekas dalam ingatannya. Lalu ucapan Reno kemarin kalau pria itu sangat meencintainya. Apakah semua itu benar adanya.

__ADS_1


Tanpa terasa perjalanan mereka berempat telah membawa mereka kembali ke kota J. reno masih diam, namun dia ikut pulang ke rumah mertuanya, meskipun menaiki taksi sendirian.


Reno tidak masalah dengan hal itu. Setidaknya kini dia sudah bisa melihat istrinya walau masih belum bisa menyentuhnya, atau bahkan memeluknya.


Dalam perjalanan m,enuju rumah mertuanya, Reno melakukan panggilan kepada Daddy-nya. Dia ingin memberi kabar kalau keluarga dari sahabatnya telah ia temukan. Namun Reno tidak ingin membahas semuanya melalui sambungan telepon. Dan Tuan Hadiata akan segera terbang untuk bisa bertemu dengan keluarga sahabatnya.


Sesampainya di rumah Sean, Reno dipersilakan si pemilik rumah untuk masuk. Sean dan Lidia berharap Abi segera menyelesaikan masalahnya dengan sang suami. dalam perjalanan tadi, Lidia sudah memebrikan banyak wejangan pada Abi mengenai rumah tangganya.


“Viana lelah, Ma.” Ucap Abi beralasan karena tidak ingin bertemu dengan Reno. Padahal hatinya belum siap.


“Vi, semakin cepat kamu menyelesaikan masalahmu, maka semuanya akan lebih baik.” Ucap Sean dengan suara tegas.


Abi pun tidak berani lagi membantah ucapan ayahnya. Setelah itu dia duduk di sofa di samping Mamanya. Sedangkan Reno duduk berjauhan dengan Abi, namun posisinya saling berhadapan.


“Bi, maafkan aku. aku akui atas semua kesalahanku yang telah menyakitimu.” Reno mengulangi ucapannya seperti kemarin saat di rumah Xander. Dia kembali menegaskan kalau semua yang telah terjadi dulu hanyalah salah paham, karena ia sangat emosi pada Tian yang masih menginginkan istrinya.


“Selama kepergianmu, aku sudah berusaha mencari kamu Bi. Tapi aku sama sekali tidak mendapatkan hasil apapun. Hingga akhirnya aku memilih membiarkanmu, mungkin kamu butuh waktu untuk sendiri. Maafkan kesalahanku, Bi. Aku benar-benar mencintaimu. Tidak cukupkah kamu menghukumku selama ini?” tanya Reno dengan tatapan sendu.


Abi menahan air matanya saat mendengar semua ucapan Reno. Apakah Reno juga tahu kelau selama itu dirinya juga mati-matian menahan rasa rindu pada dirinya. namun sayangnya rasa rindu itu selalu muncul bersama dengan rasa sakit hati yang telah ditorehkan Reno.


Entah karena pengaruh hormon kehamilannya atau karena apa, Abi masih teringat kepingan kejadian dimana dia mendengar dengan jelas kalau Reno hanya menjadikannya alat balas dendam terhadap Tian.

__ADS_1


“Dan selama aku membiarkan kamu menenangkan diri, aku sibuk dengan Daddy yang sedang sakit. Sekaligus memenuhi permintaannya yang dulu pernah aku ceritakan pada kamu.”


“Apa maksud kamu?” tanya Abi terkejut. Dia ingat kalau Reno dan Daddy-nya sempat berseteru karena masalah perjodohan.


“Aku mencari keberadaan keluarga sahabat Daddy. Andai saja sejak dulu aku mau menuruti semua keinginan Daddy itu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. aku sungguh menyesal.”


“Silakan kamu pergi dari sini sekarang juga! aku sangat benci kamu,-“


“Dengarkan dulu penjelasan suami kamu, Vi!” potong Lidia dan berusaha menenangkan Abi.


“Apa kamu tahu kalau anak sahabat Daddy yang ingin dijodohkan denganku? Dia adalah kamu. Putri dari Tuan Billal.” Ucap Reno sambil menatap dalam mata istrinya.


.


.


.


*TBC


Lumayan turun ga tensi darah kalian guys?😂😂✌️✌️

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2