Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 135 Kehausan


__ADS_3

Saat ini Reno sedang berada di rumahnya untuk menemani Daddy-nya makan siang sekaligus menanyakan perihal kepergiannya ke kota B.


Kini mereka berdua sedang berada di ruang makan. Keduanya masih menikmati menu makan siang itu tanpa ada pembicaraan yang berarti. Setelah selesai makan, barulah Reno bertanya pada Daddy-nya.


“Apa kamu sudah diberitahu Xander kalau nanti sore Daddy akan ikut pulang bersamanya?”


“Iya, Dad. Maka dari itu siang ini Reno pulang untuk menanyakan hal ini. berapa lama Daddy akan tinggal di rumah Om Xander?”


“Daddy juga belum tahu. Mungkin agak lama. Selain tujuan Daddy untuk berziarah ke makam Billal, Daddy juga ingin dekat dengan keluarga Xander.”


“Baiklah. Terserah Daddy saja. apa perlu nanti Reno antar ke bandara?”


“Tidak perlu. Kamu fokuslah dengan perusahaan dan juga anak istrimu. Pergunakan waktumu dengan baik! Utamakan keluarga kecil kamu yang sangat membutuhkan sosok pemimpin keluarga yang selalu melindungi dan mengayomi.”


Reno hanya menganggukkan kepalanya saat mendapat nasehat dari Daddy-nya.


**


Selesai makan siang, Reno bergegas pulang ke rumah mertuanya untuk menjemput sang istri. Sesuai dengan janjinya, hari ini ia akan menemani Abi ke rumah sakit untuk berkonsultasi mengenai pemberian ASI pada anaknya.


Beberapa menit setelah berkendara, akhirnya Reno sampai juga di rumah mertuanya. Tampak sang istri sudah duduk di ruang tengah. Wanita itu juga sudah siap untuk pergi.


“Apa kita berangkat sekarang?” tanya Reno.


“Iya. Raffael aku titipkan sama Mama. Dia juga baru saja tidur.” Jawab Abi.

__ADS_1


Reno tak langsung mengajak istrinya berangkat. Pria itu melenggang masuk ke kamar dimana saat ini anaknya sedang tidur siang. Rasanya kepergiannya nanti tidak lengkap sebelum meninggalkan kecupan lembut di pipi Raffael. Karena tanpa sadar, Reno sudah dibuat rindu oleh makhluk kecil menggemaskan itu.


Abi mengikuti langkah suaminya. dia berdiri di ambang pintu melihat suaminya sedang menciumi Raffael dengan gemas.


“Sudah, Reno! Nanti dia bangun dan kita tidak jadi pergi.” Bisik Abi takut mengganggu tidur Raffael.


Ada rasa tak rela saat meninggalkan Raffael. Tapi bagaimana lagi, mengantar istrinya juga lebih penting.


*


Kini Reno dan Abi sudah sampai rumah sakit. Mereka segera menuju ruang praktik dokter setelah sebelumnya sudah melakukan pendaftaran melalui online.


Cukup lama Abi dan Reno berada di ruangan dokter. dia sangat bersyukur akhirnya masih bisa memberikan ASI pada Raffael dengan beberapa saran yang diberikan oleh dokter. bahkan dokter itu juga menyemangati Abi untuk memberikan ASInya pada sang buah hati.


Usai berkonsultasi, Abi terlebih dulu menebus beberapa vitamin penunjang dalam pemberian ASInya nanti. Setelah itu barulah mereka berdua menjenguk Chiko.


Reno membuka pintu ruang rawat Chiko. Di sana ada anak buahnya yang bertugas menjaga Chiko. Dan pria itu sedang duduk santai di sofa. Sedangkan si pasien tampak melamun. Bahkan dia tidak menyadari kedatangan Reno dan Abi.


“Apa keadaan kamu sudah lebi baik, Ko?” tanya Reno membuyarkan lamunan Chiko.


“Eh, kamu Ren? Vi? Kalian kesini berdua saja? lalu dimana keponakanku?” tanya Chiko mengabaikan pertanyaan Reno.


“Masa iya aku ngajak Raffael kesini. Makanya kamu cepat sembuh, biar bisa lihat Raffael lagi.” hibur Abi seolah mengerti kegundahan hati Chiko.


Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Chiko, namun Abi sepertinya bisa merasakan kalau pria itu sedang gelisah. Sedangkan Reno yang tidak terlalu peka hanya menanyakan perkembangan kondisi Chiko. Berdasarkan pengamatan dokter yang menanganinya, memang Chiko masih membutuhkan beberapa hari lagi dalam masa pemulihan. Karena memang luka tusuk di punggungnya itu sangat dalam, jadi dokter tidak bisa menganggap sepele dengan luka itu.

__ADS_1


Chiko tampak terdiam. Sebenarnya ada hal yang ingin ia tanyakan pada Reno tentang seorang perempuan yang menemaninya selama masa operasi. Namun dia ragu. Akhirnya ia hanya menyimpan pertanyaan itu dalam hati. Karena Reno dan Abi juga keburu pulang.


***


Waktu berlalu begitu cepat. Abi sangat bersyukur bisa kembali memberikan ASI pada Raffael. Bahkan bayi yang berusia satu bulan setengah itu kini terlihat lebih gemuk dari sebelumnya. Hal itu dikarenakan nutrisi dari kandungan ASInya terpenuhi.


Abi benar-benar menikmati perannya sebagai Mama muda yang tugasnya full merawat Raffael. Kemarin-kemarin dia sempat protes pada suaminya mengenai larangannya untuk kembali menjadi model. Namun kini sekarang ia sudah tak memikirkan hal itu lagi, karena memang benar bahwa kehadiran Raffael telah mencuri atensinya. Bahkan saking asyiknya menikmati waktunya merawat Raffael, Reno sering merasa terabaikan.


Malam ini Reno pulang dari kantor agak larut. Karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.


Ia pulang dan keadaan rumah sangat sepi. Karena memang rumah itu hanya ditempati oleh dirinya beserta Abi dan juga Raffael.


Ya, sekitar tiga minggu yang lalu Reno telah memboyong istrinya pulang ke rumah mereka dulu. Terlebih setelah kepulangan Daddy-nya ke luar negeri.


Reno menaiki tangga menuju kamarnya. Perlahan ia membuka pintu kamar, karena takut menganggu Raffael yang tengah tidur. Padahal mau membukanya dengan cara seperti apapun tidak akan menimbulkan bunyi keras, kecuali sengaja didobrak.


Reno menelan ludahnya kasar saat melihat sang istri tengah menyusui Raffael. Sepertinya bayi itu terbangun karena kehausan. Namun ternyata bukan hanya Raffael yang sedang kehausan, tapi Papanya juga.😂😂


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Maap guys klo othor up'nya ga bisa banyak seperti biasa. Othot sibuk bgt dg pekerjaan di RL. Badan juga kurang fit. maapin yee🙏✌️


Happy Reading‼️


__ADS_2