Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 150 Terkapar


__ADS_3

Setelah memberikan Raffael pada Bu Mira, Reno segera menaiki lantai dua menuju kamarnya untuk menyusul sang istri.


Saat membuka pintu kamar, rupanya Abi sedang duduk di bibir ranjang sambil memainkan ponselnya. Sepertinya Abi sedang berkirim pesan dengan seseorang, hingga dia tidak menyadari kalau suaminya sudah berada di dalam kamar.


“Sibuk banget ya?” tanya Reno yang kini sudah duduk di samping istrinya, lalu mengecup pundak Abi.


“Eh, Ren? Sejak kapan kamu masuk?” tanyanya terkejut. Terlebih dia merasa darahnya berdesir setelah Reno mengecup pundaknya.


“Sedang berkirim pesan dengan siapa, hem?” tanyanya sekali lagi dengan bibir yang masih mengecupi Pundak mulus istrinya.


“Dimana Raffael?” tanya Abi mengalihkan pembicaraan dan berusaha berdiri. Namun dengan cepat Reno mencegahnya. Lalu pria itu mengambil ponsel Abi dan meletakkannya di atas nakas.


“Kamu gugup, Sayang?” tanya Reno yang kini sudah berhasil meerengkuh pinggang Abi.


Rasanya Abi juga sudah tidak bisa kabur. Karena percuma saja. dia juga tahu keinginan sang suami saat ini. lebih baik ia penuhi saja kemauan Reno, daripada pria itu jajan di luar saat mendapat penolakan darinya. Mendadak Abi bergidik ngeri membayangkan hal buruk itu.


“Kamu kenapa, Sayang?” Reno tampak aneh melihat sikap istrinya.


“Baiklah, aku akan memenuhi keinginan kamu.” Jawab Abi spontan.


Rasanya Reno seperti mendapat jackpot. Belum juga dia merayu dan memaska istrinya, namun Abi lebih dulu menawarkan diri.


“Terima kasih, Sayang atas pengertiannya.” Jawab Reno lalu menyerang bibir manis Abi.


Abi juga tidak munafik. Jujur saja dia sangat merindukan bibir suaminya yang selalu memberikan sentuhan lembut itu.


Kini mereka berdua sedang memadu kasih setelah beberapa hari tidak saling menyentuh. Reno benar-benar membuat istrinya terbuai dengan perlakuannya.


Mereka berdua sama-sama hanyut dengan permainan setengah panas itu. Karena Reno benar-benar menepati janjinya dan mematuhi saran dari dokter. Mereka bermain cukup aman tanpa menyakiti janin yang ada dalam kandungan Abi. Ya, meskipun bagi Reno tidak lebih enak dari melakukan yang sesungguhnya. karena dia juga butuh waktu lama untuk mencapai pelepasannya, dengan dibantu sang istri. Abi juga merasa kebas di bagian mulut dan tangannya. namun dia rela demi suaminya. 😂😂

__ADS_1


Reno buru-buru masuk kamar mandi setelah ada sesuatu yang bergejolak ingin keluar. Di saat itu juga Abi merasa lega.


Abi menghembuskan nafas panjang setelah suaminya masuk ke kamar mandi. tak lama kemudian ia memunguti bajunya yang berserakan di lantai.


Tak lama kemudian Reno keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, dan tubuhnya terlilit handuk sebatas pinggang. Penampakan perut sixpacs itu membuat Abi kesusahan menelan salivanya. Bahkan wajahnya seketika memerah.


“Apa kamu ingin menyentuhnya, hem?” tanya Reno.


“Nggak.” Abi segera memalingkan muka.


Reno juga tidak ingin memancing istrinya yang pastinya nanti dirinya juga yang kesusahan. Setelah itu dia memakai bajunya.


“Ren, boleh nggak aku keluar? Chelsea ingin bertemu denganku.” Tanya Abi.


Reno tampak menautkan alisnya. Dia juga heran kenapa sahabat istrinya pakai acara ingin bertemu di luar. Padahal biasanya perempuan itu akan datang ke rumah.


“Tapi kamu baru saja pulang dari rumah sakit, Sayang. Aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu dan calon buah hati kita.”


Memang benar yang diucapkan oleh suaminya. tapi saat ini Chelsea sedang butuh dirinya. Dia juga tidak tahu masalah apa yang sedang terjadi. Chelsea hanya ingin bertemu dengannya.


“Kapan dan dimana Chelsea mengajak kamu bertemu? Aku akan mengantar kamu. Aku janji tidak akan ikut campur. Dan aku akan menunggu di mobil saja.” Reno memberi usul.


Akhirnya Abi terpaksa menyetujui usul suaminya, daripada ia membiarkan sahabatnya menyimpaan beban masalahnya sendiri. Dan mereka akan bertemu di sebuah café langganannya nanti sore.


***


Abi dan Reno baru saja tiba di sebuah café dimana Chelsea sedang menunggu. Seperti janjinya, Reno menunggu Abi di mobil. Sedangkan Abi baru saja memasuki café dan mencari keberadaan sahabatnya.


Dari jauh Abi melihat Chelsea yang sedang duduk di kursi pengunjung paling pojok. Abi bisa melihat kalau Chelsea sepertinya sedang terpuruk.

__ADS_1


“Maaf, aku telat datang.” Ucap Abi lalu memeluk Chelsea.


Chelsea tersenyum tipis, kemudian mempersilakan Abi untuk duduk. Bahkan Chelsea sudah memesankan minuman kesukaan sahabatnya itu. Setelah itu barulah mereka berbicara cukup serius.


***


Sementara itu saat ini Chiko sedang di dalam apartemennya. Pria itu tampak frustasi setelah pertemuannya dengan Chelsea kemarin. Dan hari ini ia berniat akan kembali menemui Chelsea untuk meminta maaf lagi.


Chiko tidak peduli walau nanti Chelsea akan mengusirnya lagi. dia tidak akan menyerah sampai Chelsea memaafkannya dan memperbolehkan dirinya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya malam itu, sebelum perempuan itu diketahui hamil. Kaarena Chiko ingat saat menghabiskan malamnya dengan Chelsea, dia tidak memakai pengaman.


Chiko bergegas keluar dari unit apartemennya untuk pergi ke butik Chelsea. Saat baru saja ia sampai basement apartemen, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik tubuhnya dengan cukup kuat. Chiko yang terkejut masih belum bisa mengontrol diri, hingga orang itu dengan mudahnya memberikan pukulan telak mengenai rahang Chiko berkali-kali.


Bugh


Bugh


Bugh


“Itu balasan yang pantas untuk orang yang berani merebut kekasihku!” ucap pria itu sebelum pergi meninggalkan Chiko yang sedang terkapar.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2