Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 32 Mengorek Informasi


__ADS_3

Sementara itu, sore hari setelah jam kantor usai, Chiko memutuskan untuk singgah sebentar ke sebuah café. Chiko hari ini sangat kesal dengan sikap Reno yang semena-mena. Sudah diusir dari rumahnya karena ingin mengantar Abi ke dokter, ditambah lagi dengan tugas kantor yang sangat banyak. Karena Reno memilih absen dari pekerjaannya dengan alasan mengantar Abi periksa.


“Dasar si tukang modus!” gumam Chiko sambil menyesap kopinya.


Menikmati secangkir kopi di café seorang diri adalah cara Chiko melepas penatnya setelah berjibaku dnegan urusan kantor. namun siapa sangka jika niatnya untuk refreshing justru dia melihat sosok yang selama ini sedang ia selidiki. Ya, tidak jauh dari tempat duduk Chiko, dia melihat Gavin yang notabene teman Reno juga sedang berada di sana.


Saat ini Gavin sedang duduk berhadapan dengan seorang pria yang Chiko tidak ketahui. Karena pria itu memakai topi dan posisi duduknya membelakanginya. Chiko curiga kalau kedua pria itu sedang merencanakan hal buruk terhadap temannya. Dan itu ada hubungannya dengan cerita Abi dulu.


Suasana café yang ramai membuat Chiko kesal karena tidak bisa bebas memantau interaksi Gavin dengan temannya itu. Chiko bingung, bagaimana caranya agar bisa berpindah tempat duduk dan dekat dengan tempat Gavin.


“Siall!” umpat Chiko saat melihat Gavin pergi dari café itu. Namun pria itu masih duduk di tempatnya.


Tapi itu tidak bertahan lama. Karena pria yang duduk bersama Gavin tadi akhirnya ikut pergi juga. dan Chiko terpaksa mengikuti pria itu untuk sekadar melihat wajahnya saja. dan saat pria itu berjalan, tanpa sengaja berpapasan dengan seorang perempuan cantik. Pria itu berhenti sejenak dan mengajak bicara wanita itu. Sayangnya wanita itu menanggapinya dengan acuh lalu pergi begitu saja. pria itu akhirnya pergi karena merasa kecewa.


Chiko bingung, antara mengejar pria itu atau mendekati wanita tadi. akhirnya dia memutuskan untuk mendekati wanita tadi saja. maklum jiwa kelelakiannya masih normal jika berurusan dengan wanita.


Wanita itu berjalan menuju toilet sebelum memilih tempat duduk. Chiko pun mengikutinya.


Brukk


Chiko sengaja menabrak wanita itu setelah keluar dari toilet.

__ADS_1


“Aduuhh!!! Bisa lihat nggak sih, Pak?” keluh wanita itu sambil mengusap pinggangnya yang sakit.


Chiko terkejut karena merasa tidak asing dengan suara judes wanita itu. Dan benar saja. wanita itu adalah wanita yang pernah ia temui saat di mall dan di caafe dulu saat bersama Abi. Jadi, wanita itu mengenal pria tadi dan juga Gavin.


“Bapak punya mata nggak-“ ucap Chelsea terputus saat melihat wajah Chiko. Pria pernah ia temui saat bersama Abi.


“Kenapa? Mau marah lagi? mau mengumpatiku lagi?” tantang Chiko dengan tatapan tajam.


Chelsea mendadak ciut nyalinya saat ditatap seperti itu oleh Chiko. Perlahan dia memundurkan langkahnya. Lebih baik kabur daripada berurusan dengan Chiko.


“Hei tunggu!” panggil Reno saat melihat Chelsea berlari keluar café.


Chiko pun tak putus asa. Dia mengejar Chelsea sampai dapat dan mencari informasi mengenai pria misterius yang sedang bersama Gavin tadi.


“Kemana perempuan itu lari? Perasaan tadi ke arah parkiran.” Gumam Chiko dengan tatapan menelisik ke seluruh parkiran.


Lama tak menemukan keberadaan Chlesea, akhirnya Chiko memilih pulang saja. mungkin lain kali dia akan mencari lagi perempuan yang diyakini sahabat dari Abi.


Langkah Chiko terhenti saat akan menuju mobilnya. Dia melihat seorang perempuan yang sejak tadi ia cari kini sedang bersembunyi di balik mobilnya sambil berjongkok. Senyum jahil pun terbit dari bibir Chiko untuk mengerjai Chelsea.


“Apa kamu nggak capek berjongkok terus, Nona?” bisik Chiko tepat di belakang Chelsea.

__ADS_1


Aarhhhh


Chelsea yang terkejut saat melihat keberadaan orang yang sejak tadi ia hindari, tiba-tiba saja dia jatuh pingsan. Dan Chiko pun dengan sigap menangkapnya.


“Hei, Nona! Kamu jangan pura-pura pingsan! Cepat bangun!” Chiko berusaha membangunkan Chelsea dari pingsannya. Namun tetap saja tidak membuahkan hasil. Bahkan berulang kali Chiko menepuk-nepuk pipi Chelsea. Chiko bingung. Tidak mungkin dia membiarkan Chelsea tergeletak di sini sendirian.


“Hei, Tuan! Kalau mau mesum jangan di sini dong!! Kayak nggak ada tempat aja. Cari gratisan.” Celetuk seseorang yang tiba-tiba muncul di parkiran. Orang itu melihat posisi Chiko sedang memapah Chelsea sambil menepuk-nepuk pipinya, seolah sedang berbuat mesum.


Sudah kesal dengan Chelsea, kini mendapat tuduhan berbuat mesum. Rasanya hari sial Chiko akan berlanjut sampai sekarang.


“Wah, pacarnya sampai pingsan gitu tapi tetap saja dipaksa. Nggak bener nih orang!” ucap orang itu lagi.


“Hei tutup mulutmu! Enak saja kalau bicara.” Umpat Chiko dengan kesal.


Akhirnya dengan terpaksa Chiko membawa Chelsea masuk ke dalam mobilnya. Dia akan membawa Chelsea ke apartemennya, sampai dia siuman dan mengorek informasi tentang pria tadi.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2