Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 27 Terbuai


__ADS_3

Reno sebenarnya hanya menggertak. Karena jujur sampai saat ini dia juga masih belum berhasil menemukan pelakunya.


Brakk


Reno menggebrak meja dengan keras. Sontak saja semua orang yang ada di ruangan itu ikut terjingkat.


“Kalian mau mengaku atau-“


“Maaf, Tuan!” ucap salah satu karyawan yang posisinya sebagai kepala sub divisi keuangan.


“Selama ini kamu bekerja sama dan selalu mengerjakannya dengan teliti. Jika ada salah satu dari kita melakukan kesalahan, kita akan mengoreksinya kembali. Mohon maaf, bukannya saya tidak mau mengaku, tapi kenyataannya bukan kita yang melakukan kesalahan ini.” ucap karyawan itu.


“Mana ada maling yang mau-“


Deringan ponsel Reno yang begitu keras menghentikan sejenak meeting itu. Setelah melihat id pemanggil itu yang ternyata adalah Abi, Reno memilih sedikit menjauh dari meja meeting.


Yoga dan Chiko pun mengambil alih meeting. Mereka berdua juga sedang berdiskusi mengenai data keuangan yang disabotase itu. Chiko dan Yoga juga percaya dengan penjelasan kepala sub divisi keuangan. Lalu siapa pelaku sebenarnya.


Tak lama setelah mengakhiri panggilannya, Reno mengakhiri meeting itu. Namun ia akan kembali mengadakan meeting setelah memberbaiki semua data itu.


“Saya akan tetap mencari pelaku itu. Saya juga tidak serta merta mempercayai penjelasan kalian. karena dengan uang semua orang kapan saja bisa berubah. Meeting hari ini cukup. Silakan kembali melanjutkan pekerjaan kalian."


Satu per satu karyawan keluar dari ruangan meeting. Kini tinggal Reno, Yoga dan Chiko. Tak lama kemudian Reno yang lebih dulu keluar dari ruangan itu.


“Kalian berdua tetap lanjutkan pekerjaan. Aku akan pulang sekarang.” ucap Reno sebelum pergi.


Chiko dan Yoga saling lirik. Heran dengan Reno yang buru-buru pulang. Entah ada urusan apa di rumah hingga ia melupakan masalah yang sedang terjadi di kantornya.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, Reno masih memikirkan ucapan Abi melalui sambungan telepon beberaa menit yang lalu. Abi mengatakan kalau dia menemukan kejanggalan data yang dikirim Reno tadi. berulang kali Abi mengeceknya. Dan sepertinya memang ada oknum yang berbuat curang.


Reno kini sudah sampai rumah. dia berjalan tergesa-gesa menuju ruang kerjanya. Di sana tampak Abi sedang serius menatap layar laptop.


“Bisa kamu jelaskan semuanya?” tanya Reno dan beralih duduk di kursi Abi.


Abi pun terpaksa berdiri lalu menjelaskan dengan detail tentang kejanggalan yang ia temukan. Dan Reno bisa menarik kesimpulan bahwa ini adalah sumber masalahnya.


“Tuan, kalau boleh saya menyarankan lebih baik anda secepatnya mengganti password pada data penting perusahaan. Sebelum pelaku itu berhasil melanjutkan misinya.” Ucap Abi.


Reno lagi-lagi terkejut dengan ide yang diberikan oleh Abi. Bagaimana dia bisa tahu tentang masalah ini. apakah Abi benar-benar pintar atau semua masalah ini ada kaitannya dengan Abi. Pikiran Reno kini jadi mencurigai Abi. Mengingat perempuan itu pernah menjalin kasih dengan musuh bebuyutannya. Bisa jadi Abi masih berhubungan dengan Tian tanpa sepengetahuannya.


“Bagaimana kamu bisa mengerti dengan hal ini, hah?” tanya Reno dengan suara tegas dan tangannya mencengkeram rahang Abi.


“Katakan! Siapa kamu sebenarnya? Apakah kamu bekerjasama dengan orang lain untuk menghancurkan perusahaanku?” lanjut Reno.


“Maaf, Tuan. Saya benar-benar tidak tahu. Itu hanya-“


Lelehan bening itu tiba-tiba mengalir begitu saja saat melihat amarah dari mata Reno. Mulutnya terkunci tak lagi menjawab pertanyaan Reno. Karena percuma saja kalau Reno terus mencurigainya.


Reno pun melepas cengkraman tangannya karena jujur saja tidak sanggup melihat Abi menangis. Mungkin suasana hatinya sedang kalut dengan masalah kantor, hingga Reno bersikap seperti ini.


“Biar nyawa saya yang menjadi taruhannya, Tuan. Untuk membuktikan kalau saya tidak ada hubungannya dengan ini semua.” Ucap Abi memberanikan diri.


Reno terkejut mendengar ucapan Abi. Dengan mendengar keberanian Abi, dia sudah memastikan kalau perempuan itu memang tidak ada hubungannya dengan masalah ini.


Grep

__ADS_1


Tiba-tiba saja Reno menarik Abi ke dalam pelukannya. Pelukan tanpa kata. Reno menyelami hatinya mencoba untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya persaannya terhadap Abi. Sedangkan Abi hanya diam dalam pelukan Reno. Dia bisa memaklumi atas sikap impilsif Reno baru saja. karena memang masalah besar sedang menghampirinya.


“Saya bersumpah kalau saya tidak ada hubungannya dengan semua ini, Tuan.” Abi berucap dengan lirih dalam pelukan Reno.


“Saya bisa menyarankan anda seperti ini karena itu pengalaman yang saya dapat dari Ayah saya.” lanjut Abi.


Reno semakin mengeratkan pelukannya. Dia lupa kalau Abi adalah putri seorang pengusaha sukses Sean Gabriel. Jadi kemungkinan besar kepandaian itu diturunkan dari sang Ayah.


Reno yang merasa bersalah namun bibirnya kelu tak mampu mengucapkan maaf pada Abi hanya bisa membalasnya dengan pelukan hangat dan mencium pucuk kepalanya.


“Baiklah. Aku akan mengganti password itu sebelum mencari pelakunya.” Ucap Reno setelah mengurai pelukannya.


Abi mengangguk samar. Lalu kedua tangan Reno menangkup pipi Abi. Kedua pasang mata itu saling menatap dalam. Reno mengusap sisa air mata yang membasahi pipi Abi.


“Terima kasih!” ucap Reno sebelum mendaratkan bibirnya di bibir Abi.


Abi reflek menutup matanya saat Reno mulai melumatt bibirnya dengan lembut penuh perasaan. Lagi-lagi Abi terbuai dengan ciuman yang Reno berikan. Begitu juga dengan Reno.


.


.


.


*TBC


Iuuuhhhhh nyosor terus nih Reno🙈🙈🙈

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2