Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 128 Menyerang Balik


__ADS_3

Tangis Abi kembali pecah saat mendengar suara pria yang sangat ia rindukan. Bahkan pelukan itu juga semakin erat. Abi mencoba mengembalikan kesadarannya. dia juga sadar betul kalau saat ini sedang berdiri di balkon kamar. jadi, ia benar-benar tidak sedang bermimpi. Lalu, lengan siapa ini.


“Maafkan aku, Sayang!” suara itu kembali menyapa telinganya.


Abi menyentuh lengan yang melingkar di perutnya itu. Lengan yang sangat tidak asing. Lalu ia berbalik badan untuk memastikan si pemilik lengan itu.


“Re..no?” ucap Abi tergagap saat menatap wajah rupawan Reno.


Tangan Abi terulur menyentuh rahang kokoh Reno dengan berderai air mata. Abi kembali merasa sedang bermimpi. Namun mimpi kali ini terasa sangat nyata.


Kedua tangan Reno masih memeluk Abi, lalu netranya menyorot Abi penuh rasa bersalah sekaligus rasa rindu yang mendalam.


“Kenapa ini seperti nyata?” tanya Abi dengan suara pilu.


“Sayang, maafkan aku. ini memang nyata. Aku masih hidup.” Jawab Reno lalu ikut menangkup pipi Abi.


“Benarkah? Coba katakan sekali lagi kalau aku tidak sedang bermimpi! Dan katakan kalau kamu adaah Renoku, suamiku.” Ucap Abi dengan suara tegas.


Reno mengangguk yakin setelah itu mendaratkan bibirnya tepat pada bibir Abi. mengecup bibir yang sangat ia rindukan dengan durasi yang cukup lama. Dan Abi bisa merasakan itu. Merasakan bibir yang selalu memberikan kecupan lembut nan hangat. Setelah itu Abi melepaskan ciuman itu dan benar-benar percaya dengan ucapan Reno.


“Reno!!!” tangis Abi kembali pecah. Tangannya memeluk erat tubuh kekar Reno. Begitu juga dengan Reno yang membalas pelukan itu sama kuatnya.


“Maafkan aku, Sayang! Aku terpaksa merekayasa kematianku sendiri.”


“Aku tidak peduli dengan alasan kamu. Yang terpenting saat ini kamu sudah kembali lagi ke pelukanku.” Jawab Abi di sela-sela isakannya.


Cukup lama mereka berdua saling memeluk melepas rasa rindu yang beberapa hari ini tidak bisa mereka lakukan. Ada rasa senang, haru, bahagia, dan lega dalam hati Abi setelah mengetahui kenyatan bahwa suaminya tidak benar-benar meninggal. Dan ternyata firasatnya benar kalau Reno masih berada di sekelilingnya. Bukan arwahnya, melainkan jiwa dan raga pria itu.

__ADS_1


Tok tok tok


Terdengar ketukan pintu dari luar kamar seketika membuyarkan kegiatan berpelukan itu. Abi mengusap air matanya lalu berjalan ke arah pintu. Samar-samar ia mendengar suara tangisan Raffael.


“Kita keluar bersama. Aku akan menjelaskan semuanya.” Ucap Reno lalu berjalan beriringan bersama Abi.


Cklek


“Vi, Raffael dari tad-, Reno?” ucap Lidia yang tampak terkejut melihat Reno ada di samping Abi.


Lidia sama terkejutnya seperti Abi tadi. dan kedatangannya ke rumah ini karena ajakan sang suami untuk menyusul Abi. takutnya Abi tidak kuat menahan kesedihannya saat berada di rumah mendiang suaminya. dan ternyata karena hal ini.


“Ma, suami Viana masih hidup. Reno tidak meninggal, Ma.” Ucap Abi menjawab kebingungan Lidia.


“Maafkan Reno, Ma. Lebih baik kita turun, Reno akan menjelaskan semuanya.” Ucap Reno menambahkan.


Kini mereka bertiga sudah turun ke lantai satu, dimana di sana ada Sean, Xander, Chiko, dan Tuan Hadiata. Bahkan keempat pria itu sama sekali tidak terkejut dengan kehadiran Reno. Jadi memang mereka sengaja menyembunyikan hal itu pada kaum wanita.


“Kalian semua sudah tahu dengan semua ini?” tuduh Abi sedikit kecewa.


“Nak Abi, kami semua punya alasan. Maafkan kami.” Ucap Tuan Hadiata lalu berdiri dengan memeluk Abi.


Entahlah kini perasaan Abi berganti rasa kecewa karena merasa dipermainkan oeh keadaan ini. lalu Reno buru-buru memeluk istrinya untuk menenangkannya.


“Sayang, kamu boleh menghukumku setelah ini. sekarang dengarkan dulu penjelasanku.” Ucap Reno.


#Flashback On

__ADS_1


Saat sedang perjalanan menuju rumah sakit hendak menjemput Abi, Reno merasa ada sebuah mobil yang mengikutinya. Dan mobil itu berbeda dengan mobil sebelumnya. Namun Reno berusaha tetap tenang dan seperti tidak tahu apa-apa. Hingga akhirnya ia berbelok menuju rumah sakit. Dan mobil yang mengikutinya juga ikut masuk ke basement.


Sesampainya di basement, Reno masih berada di dalam mobil. Ia ingin mengaktifkan camera perekam sejenis cctv yang ada di dalam mobilnya. Dia hanya mengantisipasi jika benar orang itu ingin mencelakainya.


Setelah itu Reno juga mengecek kondisi cctv area basement yang ternyata sudah dinon aktifkan untuk beberapa waktu ke depan. Jadi dugaan Reno benar bahwa orang itu ingin berbuat buruk padanya.


Reno berjalan santai menuju ruangan istrinya di rawat. Dalam perjalanan ia mengirim pesan pada Chiko untuk mengirimkan mobil baru ke rumah sakit. Dia tidak ingin menggunakan mobilnya yang tadi saat bersama istri, anak, dan mertuanya.


“Ck, licik sekali caramu.” Gumam Reno setelah melihat rekaman dari dalam mobilnya yang tersambung melalui ponselnya.


Reno melihat seorang pria dengan mudahnya masuk ke dalam mobil lalu mulai melakukan tugasnya. Pria itu juga terlihat lihai dalam mengotak-atik mesin mobil tanpa membuka kap bagian depannya. Reno juga bisa melihat dengan detail bagian apa yang dirusak pria itu.


Setelah melihat pria itu selesai melakukan tugasnya, Reno mendapat pesan dari Chiko kalau mobil yang ia minta sudah tiba di rumah sakit.


Selama beberapa hari Reno sengaja membiarkan mobilnya berada di rumah sakit. Dia juga sedang menyusun rencana untuk menyerang balik orang yang berniat mencelakainya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


 

__ADS_1


__ADS_2