Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 38 Gara-gara Kamu


__ADS_3

Entah kenapa perasaan Reno semakin tidak enak setelah membaca pesan yang bisa dipastikan itu dari mertuanya. Karena memang Reno tidak menyimpan no ponsel Sean. Bunyi pesan yang meminta agar terus menjaga Abi. Dari pesan singkat itu rasanya ada sesuatu yang tidak beres yang sedang dialami oleh mertuanya dan berhubungan dengan Abi.


Reno terus berjalan mencari keberadaan Abi. Bahkan dia tidak peduli dengan teriakan Chiko maupun Sofia.


“Cepat sekali dia menghilang.” Gumam Reno sambil melihat sekeliling yang tampak sepi. Reno sudah berpikiran buruk, kalau terjadi hal buruk dengan Abi. Atau bahkan perempuan itu mencoba kabur darinya.


Waktu hampir petang. Sampai sekarang Reno belum menemukan keberadaan Abi. Namun saat dia berhenti di sebuah café kecil, di sana ada seorang perempuan yang sedang duduk menyendiri sambil melihat pemandangan puncak pegunungan yang sangat indah.


Reno sangat yakin kalau itu Abi. Dia pun menghampirinya. Namun, langkah Reno terhenti saat ada seorang pria yang tiba-tiba duduk di depan kursi Abi. Entah, siapa pria itu. Yang pasti dari gelagatnya sangat mencurigakan. Abi juga terlihat tidak nyaman dengan kemunculan pria itu.


Reno semakin murka saat pria itu mulai meraih tangan Abi, dan seperti akan menariknya dan membawa pergi. Reno mempercepat langkahnya agar hal buruk itu tidak terjadi.


“Vibi!” panggil Reno dan sontak saja membuat pria itu terkejut.


Abi hanya menoleh sekilas. Namun pria itu bergerak cepat dan menarik tubuh Abi, membawanya pergi.


“Ren, tolong!” teriak Abi.


Reno segera mengejar pria yang membawa Abi. Bahkan Abi saat ini sudah berada dalam gendongan pria itu dengan cara dipanggul.


Bugh


Reno jatuh tersungkur saat tiba-tiba ada yang menendangnya dari samping. Ternyata pria yang membawa kabur Abi tidak sendirian.


Reno bangun, lalu menatap nyalang pada dua pria yang diduga komplotan dari pria tadi. dan dengan sigap Reno membalas serangannya.


Bugh


Bugh


Kedua pria itu jatuh bergantian. Namun mereka juga dengan cepat bangun dan membalas Reno. Perkelahian pun tak dapat dihindarkan lagi. mereka saling baku hantam. Dengan satu lawan dua. Reno juga tak sedikit mendapat luka. Namun dia harus secepatnya menyelamatkan Abi.


“Reno!” tiba-tiba Chiko muncul. Pria itu terkejut saat mendapati sahabatnya babak beluk dengan dua orang pria berbadan kekar.


“Ko, tolong atasi mereka berdua. Aku akan mengejar Vibi.” Ucap Reno dan segera melesat lari.

__ADS_1


Reno sangat yakin kalau kedua pria tadi pasti berangkat bersama pria yang membawa Abi. Dam setelah berlari cukup jauh, dia melihat sebuah mobil berhenti. Semakin Reno mendekat ke arah mobil, dia mampu mendengar teriakan Abi. Darahnyapun semakin mendidih saat membayangkan Abi diperlakukan tidak baik.


“Tolong!” teriak Abi saat tangannya hendak diikat.


Brak


Reno menendang pintu mobil itu. Dan si pemilik mobil langsung keluar dengan menunjukkan aura permusuhan.


“Jangan ikut campur urusanku!” teriak pria itu.


“Sekali kamu menyentuh tubuhnya, nyawamu melayang!” sahut Reno dengan murka.


Pria itu pun segera menghadiahi Reno sebuah tendangan. Beruntungnya Reno berhasil menghindar. Setelah itu Reno membalasnya dengan membabi buta, hingga wajah pria itu berlumuran darah.


“Siapa yang menyuruhmu, hah?” tanya Reno sambil mencengkeram kerah baju pria itu.


“Cepat kataka- Jlebb


Arghhh


“Reno!!!” teriak Abi ketakutan.


Sejak tadi Abi berada dalam mobil dengan kedua tangannya terikat, sangat ketakutan saat melihat dua orang pria sedang berkelahi. Dan saat ini dia berhasil keluar dari mobil walau tangannya masih terikat.


“Reno!” Abi menangisi Reno yang sedang tergeletak dengan darah segar terus mengalir dari perutnya.


“Tolong!!!!”


“Ren, kumohon bertahanlah!” ucap Abi sambil memandang wajah pucat Reno.


Meski sedang terluka parah, Reno bisa melihat kekhawatiran yng terpancar dari wajah Abi. Dia bahagia melihat itu. Reno semakin merasa bersalah karena selama ini telah menciptakan banyak luka pada Abi.


“Bi, terima kasih!” ucap Reno dengan nafas tersengal.


“Kamu jangan banyak bicara, Ren. Justru aku yang berterima kasih padamu. Gara-gara aku, kamu jadi seperti ini.”

__ADS_1


“Tapi, selama ini aku selalu menyak-“


Belum sempat Reno menyelesaikan kalimatnya, matanya sudah terpejam. Abi pun berteriak histeris, takut terjadi hal buruk.


“Viana, apa yang terjadi?” Chiko datang dengan wajah terkejut saat melihat sahabatnya sudah tergeletak bersimbah darah. Setelah itu melihat Abi yang tangannya masih terikat.


“Cepat selamatkan Reno!” ucap Abi sambil menangis sesenggukan.


*


Dua jam kemudian.


Saat ini Abi sedang duduk di depan ruang operasi sebuah rumah sakit. Sejak tadi dokter dan timnya belum juga keluar dari ruangan itu. Hati Abi semakin khawatir jika Reno tidak bisa diselamatkan.


“Minumlah, kamu jangan khawatir! Reno pasti baik-baik saja.” ucap Chiko sambil menyodorkan sebotol minuman.


Sejak tadi Chiko juga ikut khawatir dengan keadaan sahabatnya. Namun tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali hanya berdoa.


“Terima kasih.” Jawab Abi lalu menerima minuman pemberian Chiko.


Plakk


Tiba-tiba saja ada seorang perempuan datang dan menampar pipi Abi cukup keras.


“Semua ini gara-gara kamu! Om Reno celaka gara-gara kamu!!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2