Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 39 Menjaganya


__ADS_3

Chiko dengan sigap menjauhkan tubuh Sofia yang hendak menampar pipi Abi lagi. Sedangkan Abi yang masih shock, dia lebih memilih menjauh dari tempat itu, karena tidak mau membuat kegaduhan di depan ruang operasi.


Saat ini Chiko lah yang mengatasi Sofia yang masih berusaha mencari kebaradaan Abi.


“Cukup, Sofia!” bentak Chiko.


“Kamu ini apa-apaan tiba-tiba menampar Viana?”


“Biarin! Memang wanita ja***g itu yang membuat Om Reno terluka sampai harus dibawa ke ruang operasi ini.”


“Jaga bicaramu! Kamu jangan asal menuduh. Apa salah Reno menyelamatkan istrinya dari bahaya?” ucap Chiko menggebu-gebu. Dia tidak peduli kalau nanti Reno akan marah setelah memberitahu status yang sebenarnya.


“Ap..apa? istri?” Tanya Sofia terkejut.


“Iya. Benar. Abigail adalah istri Reno. Sekarang pergilah dari sini, dan jangan pernah lagi mendekati Reno.” Usir Chiko kemudian. Abi. Tapi untuk saat ini keadaan Reno lebih penting.


“Bagaimana keadaan Tuan Reno, dok?” taya Chiko.


“Operasinya berjalan lancar. Saat ini Tuan masih belum sadar. Dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan.” Jawab dokter ber-name tag dr. Gerald.


Setelah memastikan Reno dipindahkan ke ruang perawatan, Chiko mencari keberadaan Abi. Dia sangat khawatir dengan keadaan perempuan itu. Pasti Abi juga merasa bersalah setelah tuduhan yang dilontarkan Sofia tadi.


“Vi, kamu baik-baik saja?” tanya Chiko menghampiri Abi yang sedang duduk di kursi taman rumah sakit.


“Aku baik-baik saja, Om.” Jawabnya sambil mengusap pipinya yang basah.


“Operasi Reno sudah selesai. lebih baik sekarang kita lihat keadaannya.” Ajak Chiko mengalihkan rasa sedih Abi.


Kini keduanya berjalan menuju ruang perawatan Reno. Setelah memasuki kamar vip itu, terlihat Reno yang sedang berbaring di atas brankar dengan mata yang masih tertutup rapat.


“Kata dokter memang itu efek obat biusnya. Jadi biarkan dulu Reno istirahat.” Ucap Chiko dan Abi mengangguk.

__ADS_1


Chiko memilih duduk di sofa yang agak jauh dengan brankar Reno. Dia membiarkan Abi menemani suaminya yang sedang terbaring lemah. Dalam hati Chiko ikut bahagia dengan hubungan sahabatnya yang semakin membaik. Rasanya memang tidak pintas jika Abi diperlakukan semena-mena oleh Reno. Dan beruntungnya Reno sudah sadar dengan sikapnya.


Abi terus memandangi wajah Reno yang pucat. Pria yang telah menyelamatkannya, sampai harus menerima luka tusukan seperti sekarang ini. ada benarnya yang dikatakan oleh Sofia tadi, kalau semua itu gara-gara dirinya. Namun daam hati Abi dia bahagia karena Reno sangat peduli dengannya.


Cukup lama Abi menemani Reno, hingga dia ketiduran dengan menelungkupkan kepalanya di sisi ranjang. Sedangkan Chiko memilih kembali ke penginapan, karena tidak nyaman jika harus menjadi obat nyamuk.


Pukul satu dini hari Reno mulai terjaga. Perlahan dia membuka maatanya, melihat sekeliling. Lalu dia mengingat dengan kejadian beberapa jam yang lalu.


“Vibi!” gumamnya takut kehilangan perempuan itu.


Setelah itu tanpa sengaja tangan Reno menyentuh sesuatu. Ternyata itu adalah kepala Abi yang sedang tidur. Seketika hati Reno menghangat saat mengetahui bahwa perempuan yang telah menjaganya adalah Vibi.


Reno mengusap lembut kepala Abi. Dia tidak menyangka kalau perempuan itu akan menjaganya sampai tertidur seperti ini.


“Bi!” panggil Reno dengan lirih karena melihat posisi tidur Abi tidak nyaman.


“Bi, bangun Bi!” panggilnya lagi.


“Reno? Kamu sudah sadar? Apa kamu butuh sesuatu? Biar aku panggilkan perawat.”


Reno tersenyum melihat perhatian Abi.


“Tidak. Aku tidak butuh apa-apa. Lebih baik kamu tidurlah di sofa, karena tidur seperti ini sangat tidak nyaman.”


“Aku nggak apa-apa. Sudah, lebih baik kamu kembalilah beristira-“


“Bi, menurutlah! Aku akan istirahat dengan tenang jika tidur kamu juga nyaman.”


Abi pun akhirnya menurut dengan perintah Reno. Dia menuju sofa yang tak jauh dari brankar, setelah itu mulai merebahkan tubuhnya.


Sebenarnya tidur di sofa seperti ini juga tidak nyaman. Tapi ini lebih baik daripada sambil duduk seperti tadi.

__ADS_1


Dari sofa Abi bisa melihat Reno yang mulai memejamkan matanya. sedangkan dirinya sendiri justru tidak bisa. Entahlah, Abi jadi memikirkan tentang seseorang yang berusaha mencelakainya tadi sore hingga berdampak seperti ini.


**


Keesokan paginya, Abi terjaga lebih dulu. Badannya sangat lelah, namun dia harus tetap kuat demi menjaga Reno.


Terlihat Reno masih nyenyak dalam tidurnya. Dan tak berselang lama datanglah seorang perawat untuk mengecek kondisi pria itu. Abimenceritakan bahwa semalam Reno sudah sadar. Sekalian dia menanyakan tentang keadaan Reno pasca operasi.


“Terima kasih, Sus. Kalau boleh tahu, apakah suami saya akan lama dirawat di sini?”


“Kalau lama atau tidaknya tergantung dari lukanya Tuan Reno, Nyonya. Jika proses penyembuhannya cepat, atau lukanya cepat mengering, maka Tuan bisa segera pulang.”


Abi mengangguk paham. Setelah itu dia mengambil air hangat dan handuk kecil untuk menyeka badan Reno.


Saat Abi akan menyeka badan Reno, tiba-tiba pria itu terbangun. Dia heran dengan apa yang akan dilakukan oleh Abi.


“Kamu mau apa?”


“Aku hanya ingin menyeka badan kamu. Biar nggak terasa lengket. Setelah itu baru ganti baju.” Jawab Abi.


Reno yang tidak pernah sekalipun diperlakukan seperti ini merasa bahagia sekaligus bersalah.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2