
"Keluarlah!"
Reno berucap tanpa melihat istrinya. Sedangkan Abi sangat terkejut saat diusir begitu saja oleh suaminya sendiri. Bahkan suaranya yang tak ramah pun membuat hatinya sakit. Tak bisakah Reno mendengar penjelasannya terlebih dulu. Lagi pula tadi memang dia benar-benar tidak sengaja melakukannya.
Abi masih diam beberapa detik berharap suaminya memperbaiki ucapannya. Namun ternyata nihil. Dengan berat hati Abi keluar dari ruang kerja suaminya. pastinya dengan menahan kekecewaannya.
“Maaf!” ucapnya lirih dan segera berbalik badan dan keluar dari ruang kerja Reno.
Abi keluar dari ruang kerja suaminya dan langsung memutuskan untuk pulang ke rumah. kebetulan ia berpapasan dengan Yoga. pria itu juga tampak merasa bersalah walau sebenarnya bukan salahnya. Namun apa salahnya jika meminta maaf pada istri bosnya itu.
“Nyonya, maaf-“
“Justru aku yang minta maaf. Permisi, aku pulang dulu.” Jawab Abi dan segera berlalu.
Yoga yang melihat ekspresi Abi sangat paham kalau diantara bosnya dan istrinya pasti sedang bertengkar akibat insiden tadi.
Sementara itu Reno saat ini masih diam di tempatnya usai kepergian istrinya. Lalu ia mengusap wajahnya dengan kasar setelah menyadari akan ucapannya tadi yang telah membuat istrinya sakit hati.
Reno beranjak dari duduknya lalu menatap ke arah sofa dekat meja kerjanya dimana di sana sudah ada makanan yang tertata rapi dan siap disantap. Reno pun semakin bersalah atas sikapnya terhadap sang istri.
“Maafkan aku, Bi!” gumamnya lalu meraih kunci mobilnya hendak menyusul Abi.
Cklek
Baru saja Reno membuka pintu, tiba-tiba Chiko juga hendak masuk.
“Mau kemana?” tanya Chiko seolah mengerti kalau sahabatnya itu akan pergi.
“Aku mau pulang.” jawabnya singkat mengabaikan Chiko.
__ADS_1
“Hei Ren! Kamu lupa kalau setelah ini ada meeting penting? Ini aku sudah menyiapkan berkasnya untuk kamu periksa terlebih dulu.” Ucap Chiko mencegah kepergian Reno.
Reno mengumpat dalam hati. Ia hampir lupa kalau setelah makan siang akan ada meeting penting dan tidak bisa ditunda begitu saja. lalu bagaimana dengan istrinya?
Chiko menyerobot masuk ruang kerja sahabatnya begitu saja saat Reno masih diam di tengaj pintu. Akhirnya mau tidak mau ia memilih menghadiri meeting penting itu. Mungkin urusannya dengan Abi nanti akan ia selesaikan setelah meeting selesai.
Rupanya meeting itu dilakukan di luar kantor. tepatnya di sebuah restaurant mewah. Reno sejak tadi tidak fokus dengan materi yang disampaikan oleh kliennya. Chiko pun ikut jengah melihat sikap Reno yang tidak profesiaonal.
“Bagaimana, Tuan Reno? Apakah anda setuju dengan materi yang disampaikan oleh sekretaris saya baru saja?” tanya wanita yang tak lain adalah klien Reno.
“Maaf, Nyonya Naomi. Saya serahkan semuanya pada asisten saya. saya ada urusan penting saat ini. sekalian saya mohon ijin terlebih dulu.” Ucap Reno dan segera berdiri.
“Maaf-“ tiba-tiba wanita yang bernama Naomi itu dengan beraninya mencekal tangan Reno yang hendak pergi dan membuat Reno dan Chiko cukup terkejut.
“Panggil Nona saja, karena saya masih single.” Ucapnya santai dengan mengulas senyum manis.
Reno tak menanggapinya kemudian pergi begitu saja meninggalkan kliennya bersama Chiko.
Reno memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya dan meminta maaf.
Beberapa menit kemudian Reno sudah sampai rumah. dia mempercepat langkahnya memasuki rumah.
“Bu Mira, dimana istriku?” tanya Reno yang kebetulan berpapasan dengan Bu mIra yang tengah menggendong Raffael.
“Nyonya sedang beristirahat, Tuan. Tadi bilang kalau kepalanya sedikit pusing dan menitipkan Den Raffael pada saya.” jawab Bu Mira.
Perasaan Reno semakin cemas. Tidak butuh waktu lama, ia segera naik ke lantai dua menuju kamarnya. Benar saja terlihat Abi sedang tidur dengan posisi membelakangi. Reno berjalan mendekat.
“Sayang!” panggilnya lirih sambil menyentuh punggung Abi.
__ADS_1
Abi masih diam. karena memang wanita itu sedang tertidur pulas. Bahkan Reno sendiri bisa merasakan dengkuran halus istrinya.
Akhirnya Reno ikut bergabung tidur bersama Abi. pria itu bahkan hanya melepas jasnya saja dan kini tersisa kemeja yang ia lipat sebatas siku.
Reno memeluk erat tubuh istrinya dari belakang. Merasakan wangi rambut Abi yang begitu menenangkan. Hatinya dipenuhi rasa bersalah atas sikapnya tadi siang.
“Maafkan aku, Sayang! Maafkan ucapanku tadi yang telah melukai perasaan kamu.” Lirih Reno saat Abi masih memejamkan matanya.
Karena tidak mendapat respon dari istrinya, lama-lama mata Reno juga merasakan kantuk. Tanpa sadar, ia pun ikut terlelap dengan posisi yang masih sama, memeluk dari belakang.
Pukul lima sore Abi terbangun dari tidur panjangnya. Kepalanya sudah tidak terasa pusing lagi setelah cukup beristirahat. Namun tiba-tiba Abi merasa ada sebuah lengan kokoh tengah memeluknya. Dan Abi tahu kalau itu adaah suaminya.
“Sayang, maafkan aku!” ucap Reno yang semakin mengeratkan pelukannya saat merasakan Abi hendak melepas tautan tangannya.
Abi masih diam.
“Maafkan atas ucapanku yang telah menyakiti hati kamu.” Reno kembali berucap dengan semakin mengeratkan pelukannya.
Abi yang mendengar suara penyesalan suaminya akhirnya luluh. Rasanya tidak bisa ia mendiamkan suaminya dalam waktu lama. Sudah cukup dulu kesalah pahaman yang pernah mereka lalui. Apa salahnya jika saling memaafkan dan memahami perasaan pasangan kita. Terlebih mengalah demi kebaikan bersama.
Abi melepas tautan tangan suaminya yang sejak tadi melingkar di perutnya. Setelah itu dia berbalik menatap mata suaminya yang memang benar-benar menyesali perbuatannya.
“Aku juga minta maaf atas kecerobohanku tadi.” jawab Abi lalu memeluk suaminya dengan erat.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️