
Dua hari yang lalu Chelsea mendapat pesan dari seseorang yang menunjukkan foto kekasihnya sedang bermesraan dengan seorang wanita di sebuah Club. Chelsea sangat terkejut. Akhir-akhir ini hubungannya dengan Jo juga sedang tidak baik. Dengan melihat foto itu Chelsea semakin yakin bahwa itu benar kekasihnya. Dan ternyata selama ini Jo telah memghianatinya.
Tak lama setelah pesan foto itu dikirim, masuk lagi sebuah pesan yang mengatakan kalau ingin melihat langsung Jo sering bermesraan dengan wanita malam, si pengirim pesan itu memberikan alamat keberadaan Club itu.
Dan malam ini Chelsea nekat mendatangi Club malam dimana Jo berada. Awalnya ia sangat tidak nyaman masuk ke tempat yang baru saja ia datangi itu, namun demi melihat bukti yang sebenarnya, dia tetap masuk ke tempat itu.
Chelsea membulatkan matanya tidak percaya saat melihat Jo sedang dikerubungi dua wanita cantik dengan pakaian minim bahan. Tak lama kemudian, Jo yang sudah terlihat mabuk dia berjalan dengan dipapah oleh dua wanita tadi menuju sebuah tempat yang sepi dan jauh dari suara bisik musik Club.
Chlesea semakin terkejut sekaligus kecewa yang mendalam saat melihat sang kekasih masuk ke dalam sebuah kamar. bahkan dalam keadaan mabuk, sebelum memasuki kamar, kedua wanita itu terus mencumbui kekasihnya.
Chelsea menangis tertahan. Dia menutup mulutnya agar tidak terdengar suara tangisnya. Tubuhnya limbung dan tidak sengaja terhempas ke salah satu kamar pelanggan hingga menimbulkan bunyi pada pintunya. Namun Chelsea tidak peduli kalau si penghuni kamar itu akan marah dan terganggu.
Cklek
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan tubuhnya ada yang menarik ke dalam kamar itu. Chelsea sangat terkejut. Terlebih kamar itu dalam keadaan temaram.
“Tolong!” teriaknya.
Sedangkan si penghuni kamar yang tak lain adalah Chiko sangat terkejut saat mendengar suara itu sangat mirip dengan suara wanita pujaannya.
“Tolong! Lepas- hmmm” belum sempat Chelsea kembali berteriak, bibirnya sudah dibungkam dengan bibir pria itu. Bibir yang beraroma alkohol.
Chelsea terus meronta saat pria itu membawanya ke atas ranjang dan mulai melucuti pakaiannya. Tenaganya tidak mampu lagi untuk mengeluarkan suara. Pasalnya suasana hatinya sedang kacau akibat penghianatan sang kekasih, lalu kini nasibnya sedang dalam bahaya.
__ADS_1
Chiko kembali membungkam bibir Chelsea agar tidak berteriak lagi. awalnya ciuman yang Chiko berikan cukup kasar dan rakus, namun setelah merasakan keanehan bibir itu, dia menciumnya dengan penuh kelembutan.
“Chelsea, bibir kamu manis sekali, Sayang! Aku tidak peduli meskipun kamu bukan wanitaku, tapi aku akan tetap menganggap kalau kamu adalah Chleseaku.” Racau Chiko yang sudah terbakar gairahh.
Chelsea membulatkan matanya dalam keremangan itu. Dia hafal betul dengan suara itu. Suara pria yang sangat ia kenal. Lalu dia kembali berontak untuk menyadarkan Chiko agar tidak melakukan hal buruk itu, meskipun saat ini tubuhnya sudah tidak tertutup sehelai benang pun.
“Om Chiko! Aku Chelsea, Om! Please, jangan lakukan ini!” lirih Chelsea sambil menekan kuat dada Chiko yang hendak mencumbuinya lagi.
“Ah, bahkan kamu sangat pandai memainkan peranmu, Sayang. Aku akan memberikan kepuasan untukmu malam ini, Sayang!”
Chiko menarik kedua tangan Chelsea dan merentangkannya ke samping. Dia segera mencumbui leher jenjang Chelsea setelah memagut bibirnya dengan sangat rakus. Setelah itu turun ke arah aset berharga milik Chelsea.
Chelsea hanya bisa terisak dengan kebrutalan Chiko. Pria itu sangat rakus melahap dua buah di hadapannya secara bergantian.
Chiko yang terbiasa main aman, kali ini dia lupa tidak memakai pengaman yang sudah disiapkan oleh pihak Club sesuai pesanannya. Alhasil malam ini dia main tanpa pengaman.
“Jangan, Om!” teriak Chelsea namun tidak digubris sama sekali oleh Chiko.
Kini Chiko mulai menekankan senjatanya agar masuk ke dalam inti wanita itu. Namun Chiko merasa kesulitan. Tidak mungkin juga wanita yang bekerja di tempat ini masih ada yang virgin. Lalu ia kembali melakukannya. Hingga akhirnya Chiko sedikit memaksa dengan senjatanya mampu menahan dinding pertahanan Chelsea.
“Baj***an kamu!!!” umpat Chelsea dengan suara terisak.
Chiko tidak peduli dengan umpatan wanita yang sedang dalam kungkungannya itu. Dia terus melanjutkan aksinya. Sunggu Chiko merasa terbang ke awan saat merasakan inti wanita itu sangat sempit.
__ADS_1
“Aku mencintaimu, Sayang! Aku mencintaimu, Chelsea!” racau Chiko dengan terus bergerak maju mundur.
Akhirnya malam panjang itu mereka lalui bersama. Chelsea yang sudah kehabisan tenaga sejak tadi menangis tanpa henti saat Chiko terus mengge***t intinya.
Hati Chelsea sangat hancur setelah mahkota yang selama ini ia jaga harus terenggut oleh pria lain. Padahal dia hanya ingin memberikannya pada sang suami kelak.
Tubuh Chiko ambruk tepat di samping Chelsea. Tak lama kemudian matanya tertutup rapat akibat kelelahan sekaligus pengaruh alkohol.
Keeseokan paginya Chiko terbangun dari tidurnya. Dia melihat sekeliling tidak ada siapapun di sana. Dia lupa belum memberi tips pada wanita bayarannya.
“Ah, nanti aku akan meminta no ponselnya saja pada manager Club.” Gumam Chiko sembari memunguti bajunya yang berseraakan.
“Darah?” pekiknya terkejut saat melihat ada noda darah pada sprei. Lalu mata Chiko membulat saat melihat sebuah kalung yang tertinggal di bawah bantal.
“Tidak mungkin!”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️