Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 34 Membahayakan


__ADS_3

“Sudah malam. lebih baik kita istirahat. Kamu juga harus banyak istirahat sebelum melakukan pemotretan beberapa hari lagi.” ucap Reno setelah melepas pagutannya.


Abi mengerjapkan matanya mencoba mengembalikan kesadarannya setelah sempat hanyut dan terbuai dalam kenikmatan yang Reno berikan beberapa detik yang lalu.


“I…iya, Tuan!” jawab Abi lalu melepas diri dari pelukan Reno.


Namun lagi-lagi Reno mencegahnya. “Bi, bisakah mulai saat ini kamu jangan memanggilku Tuan?”


“Maksud Tuan? Lalu saya harus memanggil apa?” tanya Abi bingung.


“Panggil namaku saja. bukankah tadi aku sudah bilang untuk membiarkan hubungan ini mengalir seperti aliran air?”


“Ehm, baiklah saya akan mencobanya.”


“Jangan bicara formal, Vibi! Cukup aku kamu saja. mengerti?” tekan Reno dengan gemas.


“Baiklah, Ren..” jawab Abi dengan canggung. Pasalnya dia merasa aneh saja hanya memanggil nama. Rasanya sangat tidak sopan. Berhubung Reno sendiri yang meminta, ya mau apa lagi.


Setelah itu keduanya masuk ke rumah. lebih tepatnya masuk ke kamar masing-masing. Namun saat mereka hendak berpisah di undakan tangga, Reno menghentikan langkah Abi.


“Bi, mulai besok pindahlah ke kamar yang ada di sebelah kamarku.”


Abi tak lantas menjawab. Dia masih bingung dengan keinginan Reno. Abi mengira Reno akan mengijinkannya tidur sekamar dengannya. Namun ternyata salah. Mungkin Reno yang masih belum yakin dengan hatinya. Jadi dia memulainya secara perlahan, dengan meminta Abi pindah ke kamar yang ada di sebelahnya.


“Iya. Besok aku akan pindah di kamar sebelah.” Jawab Abi cukup tenang sambil memberikan senyum termanisnya.


“Ya sudah, selamat malam selamat beristirahat. Jangan lupa besok bangunkan aku! cup…” pungkasnya lalu mengecup kening Abi.


Abi diam termangu setelah mendapatkan kecupan hangat di keningnya. Sedangkan Reno melenggang begitu saja, mengabaikan Abi yang tampak semakin resah dengan perlakuannya baru saja.


*


Keesokan harinya, seperti biasa Abi bangun lebih pagi. Hari ini ia akan membuat sandwich saja untuk sarapan Reno. Jadi tidak perlu menyiapkan apapun, karena semuanya sudah tersedia. Setelah itu Abi masuk ke kamar Reno untuk membangunkan pria itu.

__ADS_1


Cklek


Abi membuka pintu kamar Reno. Terlihat pria itu masih nyenyak dalam tidurnya. Abi akan menyiapkan air terlebih dulu setelah itu baru membangunkannya.


“Ren… bangun!” ucap Abi ragu-ragu saat memanggil nama Reno.


Reno perlahan mengerjapkan mata saat mendengar suara merdu dari perempuan yang telah membuat hatinya berbeda akhir-akhir ini.


“Hmm… selamat pagi, Bi!” sapa Reno dengan membuka selimutnya hingga Abi bisa melihat dengan jelas roti sobek milik Reno.


Abi segera beranjak karena tidak kuat jika terus berada di dekat Reno dalam keadaan seperti itu.


“Aku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi. segeralah bangun!” ucap Abi menghilangkan kegugupannya sambil membuka gorden.


Reno diam tak menjawab. Pria itu berjalan dengan pelan menghampiri Abi yang tampak sibuk. Reno tahu kalau saat ini Abi sedang menghindarinya. Namun dengan mengerjai Abi pagi ini sepertinya bukan ide yang buruk.


Grep


Arghhh


“Kamu menghindariku?” tanyanya saat sudah membalikkan tubuh Abi.


“Ehm… nggak. Aku hanya ingin membuka gorden saja. cepatlah mandi!” jawabnya sambil memalingkan muka.


“Maaf aku hanya memintamu untuk berpindah kamar di sebelah. Tidak di sini.” ucap Reno tanpa memberitahu alasan yang pasti.


“Nggak apa-apa. Aku mengerti. Memang tidak mudah.” Sahut Abi dengan tenang.


Cup


“Morning kiss My Vibi!” ucapnya tanpa dosa setelah berhasil mendaratkan ciuman di bibir Abi. Setelah itu Reno masuk ke kamar mandi karena tidak ingin ulah si boy diketahui oleh Abi.


Abi pun segera keluar dari kamar Reno untuk menyiapkan sandwich dan segelas susu hangat.

__ADS_1


***


Lusa adalah hari keberangkatan Reno dan Abi ke luar kota untuk melakukan pemotretan. Dan hari ini Reno akan mengantar Abi berbelanja pakaian dan keperluan lainnya. Untuk keperluan kosmetik, Reno sudah membawakannya langsung, mengingat perusahaan Reno yang bergerak di bidang kosmetik.


Abi tampak sudah siap untuk pergi bersama Reno. Dia sedang menunggu Reno di ruang tengah. Entah apa yang dilakukan pria itu, hingga sampai saat ini tak kunjung keluar.


“Ayo!” ajak Reno yang tak berselang lama menuruni tangga.


Abi mengangguk, lalu berjalan mengikuti Reno.


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan siap pergi ke salah satu pusat perbelanjaan. Sejak tadi Reno tampak diam dan tak banyak bertanya pada Abi.


Sesampainya di basement mall, Reno membuka kunci otomastis pintu mobil. Namun dia masih setia duduk di tempatnya.


“Bi, kamu belanjalah sesuai keinginan kamu. Aku masih ada urusan penting. Nanti aku akan kembali lagi dan menunggumu di sini.” ucap Reno.


Abi hanya mengangguk saja walau ia tak mengerti kemana Reno akan pergi. Bahkan kenapa Reno membiarkan dirinya berbelanja sendiri. Akhirnya Abi keluar dari mobil dan masuk ke mall sendirian.


Bukan maksud Reno tidak mau menemani Abi berbelanja, hanya saja ia belum siap jika jalan berdua dengan Abi di tempat umum, yang nantinya akan membahayakan posisi perempuan itu.


Reno juga tidak memiliki urusan penting. Itu hanya alasannya saja. karena kenyataannya dia masih setia berada di dalam mobil menunggu Abi.


“Sialll!” umpat Reno saat tak sengaja ia melihat Tian juga berada di tempat yang sama. Pria itu juga baru saja keluar dari mobil dan hendak memasuki mall.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


 


__ADS_2