Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 80 Berhasil


__ADS_3

Hari ini harusnya Tian ada pekerjaan ke luar kota. Meskipun weekend, namun ada proyek pembangunan mall di luar kota yang harus ia tinjau. Namun dia teringat kalau beberapa hari yang lalu temannya mengundang untuk datang ke acara pesta pertunangannya. Akhirnya Tian menyempatkan untuk datang ke pesta itu dulu lalu pergi ke luar kota.


Dan di sinilah Tian. Di sebuah hotel mewah yang cukup terkenal. Tian datang seorang diri, karena memang tidak ada kekasih di sampingnya. Abi yang sudah pergi dan menikah dengan pria lain, dan Eliza si kekasih cadangannya yang sampai saat ini tidak ada kabar.


Niat Tian datang ke pesat itu Cuma sebentar saja asal bertemu dengan temannya yang akan bertunangan. Namun sejak tadi si pemilik acara belum menampakkan batang hidungnya.


Saat Tian sedang menikmati minuman yang disediakan di pesta itu, tiba-tiba saja suasana pesta tampak ramai. Mungkin orang-orang sedang heboh melihat kedatangan si calon pengantin yang akan melakukan tuanangan. Namun ternyata bukan.


Mata Tian membulat tidak percaya saat melihat sosok yang selama ini ia rindukan. Namun Tian bertambah murka saat melihat seseorang yang sedang merengkuh pinggang mantan kekasihnya adalah musuh bebuyutannya.


“Apa-apaan ini?” batin Tian penuh amarah. Rasanya ingin sekali dia menghajar Reno saat ini juga. pria itu sepertinya memang sedang mencari gara-gara. Apakah Reno memang sengaja ingin membalaskan dendamnya karena dirinya telah merebut Eliza. Itu tandanya Abi hanya dimanfaatkan oleh Reno sebagai alat balas dendam. Namun mengingat ucapan Abi beberapa waktu yang lalu kalau perempuan itu sudah mencintai suaminya. sungguh Reno adalah orang yang paling licik menurut Tian. Pandai menjerat Abi dengan membuatnya jatuh cinta, padahal hanya sebagai alat balas dendam.


Sementara itu Reno yang sejak tadi merengkuh pinggang Abi dengan mesra tampak sedikit terkejut saat melihat keberadaan Tian juga ada di pesta ini. namun setelah itu senyum licik terbit dari bibir Reno. Sepertinya memang inilah waktu yang tepat untuk memberikan kejutan pada musuh bebuyutannya.


Sedangkan Abi juga terkejut saat melihat Tian. Namun setelah itu dia berusaha membuang muka dan memilih acuh. Abi sama sekali tidak tahu kalau antara mantan kekasih dan suaminya terlibat perseteruan yang tak pernah berujung.


“Sayang, ayo kita ke sana!” ajak Reno sambil berjalan melewati Tian begitu saja.


Tian masih berusaha menahan amarahnya karena tidak ingin merusak acara pesta pertunangan temannya. Dia masih berpikir keras bagaimana caranya memberi pelajaran pada Reno yang telah tega merebut Abi.


Suasana pesta semakin tampak meriah saat semua tamu undangan sudah hadir semua. Sesuai janji Reno pada istrinya kalau dia tidak akan lama berada di pesta ini. Reno pun mengajak istrinya untuk menemui si tuan rumah terlebih dulu sebelum akhirnya pamit pulang.


Meskipun Abi tadi bertemu dengan Tian, namun dia sudah tidak menyimpan perasaan apapun pada pria itu. Karena yang ada di hati Abi saat ini dan selamanya hanya Reno. Apalagi sekarang hatinya sedang berbunga-bunga karena sesuatu hal.

__ADS_1


Usai berpamitan pada si tuan rumah dan mengucapkan selamat atas pertunangan anak rekan bisnisnya, Reno dan Abi segera pamit undur diri.


“Ren, aku mau ke toilet sebentar ya. Aku mau buang air kecil dulu.” Ucap Abi setelah mereka keluar dari ballroom.


“Baiklah, ayo aku antar!” jawab Reno.


Abi mengangguk. Dia cukup paham dengan suaminya yang akan mengantarnya ke toilet karena tidak ingin ada hal buruk terjadi. Terlebih tadi bertemu dengan Tian.


Reno menunggu Abi tak jauh dari toilet wanita. Meskipun ada beberapa jalan penghubung menuju toilet, setidaknya Reno bisa menjamin kalau istrinya tidak akan bertemu dengan Tian. Reno sangat khawatir jika Tian memaksa bertemu dengan istrinya. Tapi sayangnya itu tidak terjadi. Karena justru Tian ingin bertemu dengannya.


Bugh


Saat Reno sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba saja ada yang memuku bahunya cukup keras. Beruntungnya Reno tidak jatuh tersungkur.


“Berengsekk!!!” umpat Reno saat melihat siapa orang yang telah memukulnya.


Tian memberontak dan melepas cengkeraman Reno. Dia ingin memberikan pukulan lagi pada Reno namun dengan cepat Reno menangkisnya.


“Berengsekk kau baj***an! Kembalikan Abi padaku!!”


“Untuk apa aku mengembalikan dia padamu? Dia itu istriku dan hanya aku yang berhak memilikinya.” Jawab Reno angkuh.


“Dan inilah balasan yang setimpal buat kamu atas semua perbuatanmu. Tapi ini masih belum seberapa. Kamu masih harus menanggung rasa sakit yang lebih dari ini.” lanjut Reno berapi-api.

__ADS_1


“Terserah kamu mau menghancurkan perusahaanku, asal kembalikan Abi padaku.”


“Enak sekali permintaanmu. Dulu dengan mudahnya kamu merebut Eliza dariku, sekarang kamu mau meminta Abi kembali padamu? Jangan harap! Karena Abi sudah mencintaiku.”


“Perlu kamu tahu, kalau Eliza sendiri dulu yang menawarkan tubuhnya padaku. Aku bisa mengembalikan dia padamu, asal kambalikan Abi padaku.”


“Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga! sampai kapanpun Abi akan tetap menjadi milikku.”


“Sungguh licik sekali cara kamu, Ren! Menggunakan Abi sebagai alat balas dendam.”


Bugh


Tiba-tiba Reno melayangkan pukulan tepat mengenai rahang Tian. Bahkan sudut bibirnya sampai mengeluarkan darah. Setelah itu dia menarik kerah baju Tian.


“Kalau memang caraku menurutmu licik, kenapa tidak? Nyatanya Abi sudah jatuh cinta padaku, dan itu berhasil membalaskan dendamku padamu.” Ucap Reno lalu menghempaskan tubuh Tian hingga tersungkur.


Tanpa kedua pria itu sadari, sejak tadi ada seseorang yang menyaksikan perseteruan itu.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2