Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 40 Duda Karatan


__ADS_3

Abi hanya menyeka bagian wajah, lengan, da-da, dan kaki saja. karena selebihnya Abi tidak berani. Mengingat ada luka di bagian perut Reno.


Beberapa saat kemudian Chiko datang. Pria itu ingin melihat langsung keadaan sahabatnya. Dan dia bisa tersenyum saat melihat Reno sudah sadar, bahkan terlihat lebih segar dengan pakaian yang sudah diganti.


“Bagaimana keadaan kamu, Ren? Teman-teman crew tadi bilang padaku kalau mereka ingin mejenguk kamu.”


“Aku sudah lebih baik. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu, Ko. Bi, maaf aku ingin bicara berdua dengan Chiko saja.” ucap Reno sekaligus mengkode Abi.


“Baiklah. Aku akan menunggu di luar.”


Setelah Abi keluar dari ruangan itu, Chiko sangat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh sahabatnya.


“Ada apa?”


“Nanti kalau teman-teman crew datang, tolong ajak Vibi keluar dulu. Jangan sampai ada yang tahu kalau dia adalah istriku.”


“Tapi, Ren?”


“Belum saatnya status Vibi diketahui banyak orang. Terlebih aku masih ingin mencari pelaku yang hendak menculik Vibi kemarin. Kamu paham kan apa yang aku maksud?”


“Baiklah. Tapi, maaf Ren, kemarin aku mengatakan status Viana yang sebenarnya pada Sofia.” Ucap Chiko ragu-ragu. Dia juga sudah siap jika dimarahi oleh sahabatnya.


Dan benar saja. Reno marah. Tapi sayangnya amarah pria itu tertahan akibat luka di perutnya. Setelah itu Chiko menceritakan yang sesungguhnya tentang apa yang sudah dilakukan oleh Sofia terhadap Viana kemarin. Kini Reno justru semakin marah pada Sofia.


“Anak itu benar-benar harus dikasih pelajaran.” Gumamnya penuh amarah.


“Sudah, jangan bahas hal itu dulu. Fokuslah dengan kesembuhan kamu dulu.” Saran Chiko.


Reno mengangguk. Dan hal yang lebih penting daripada Sofia adalah mencari tahu dulu siapa orang yang menculik Abi kemarin. Apakah orang itu ada hubungannya dengan pesan yang dikirim oleh mertuanya. Kemungkinan besar iya. Karena tidak mungkin jika orang itu adalah musuhnya. Tidak ada satupun orang yang mengetahui status pernikahannya dengan Abi.

__ADS_1


Selesai merekia berdua berbicara, Chiko keluar untuk mencari Abi. Dia akan mengajak Abi pergi mencari sarapan, sekaligus mengajaknya membeli sesuatu agar keberadaannya tidak dicurigai oleh teman-teman crew. Walau hanya Sofia saja yang tahu.


**


Saat ini Chiko dan Abi sedang berada di sebuah restaurant. Mereka menikmati sarapannya yang sedikit terlambat. Karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan.


“Vi, aku ikut senang melihat hubungan kamu dengan Reno sudah membaik.” Ucap Chiko membuka obrolan.


“Bagaimana perasaan kamu terhadap Reno, Vi?”


Abi masih diam. Dia juga masih bingung menyimpulkan tentang perasaannya. Namun yang pasti dia merasa nyaman saat berada di dekat Reno. Dan satu lagi, dia takut kehilangan pria itu.


“Aku nggak tahu, Om. Tapi aku merasa nyaman jika dekat dengan Reno.” Jawab Abi.


“Ya, aku sangat paham. Karena memang kalian berdua baru saja memulainya. Aku yakin, seiring berjalannya waktu, kalian berdua akan merasa saling membutuhkan dan saling takut kehilangan. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kalian berdua.” Ucap Chiko dengan tulus.


**


Hari ini adalah hari terkahir pemotretan Abi. Dan hanya Chiko yang menemaninya, karena Reno masih menjalani perawatan di rumah sakit.


Pemotretan hari ini berlangsung cukup lancar. Kebetulan juga Sofia tidak ikut. Perempuan itu sudah lebih dulu meneyelesaikan jobnya kemarin. Jadi hari ini khusus buat Abi saja.


Selesai melakukan pemotretan, Chiko mengajak Abi ke rumah sakit. Karena sejak kemarin malam sampai hari ini Abi sama sekali belum melihat keadaan Reno. Abi memilih tidur di penginapan karena untuk mempersiapkan staminanya sebelum pemotretan.


Sesampainya di rumah sakit, tepatnya di ruang perawatan Reno, terlihat pria itu sedang sibuk dengan gadgetnya. Bahkan kedatangan Abi, Reno tidak mengetahuinya.


“Duduk di sini saja, Vi. Mungkin Reno sedang sibuk dan tidak bisa diganggu.” Ucap Chiko pada Abi yang masih berdiri tak jauh dari brankar Reno.


Reno terkesiap. Dia melihat ada seorang wanita cantik sedang berada di dalam ruangannya. Setelah itu meletakkan ponselnya.

__ADS_1


“Sorry! Bagaimana pemotretannya?” tanya Reno dengan nada lembut.


Abi mendekat dan duduk di samping Reno. “Pemotretan hari ini lancar. Bagaimana keadaan kamu? Apa masih ada yang sakit dengan lukamu itu?” tanyanya khawatir.


“Kamu jangan khawatir! Kata dokter, kemungkinan lusa aku sudah diperbolehkan pulang.”


“Bi, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Reno, lalu Abi menganggukkan kepalanya.


“Apakah kamu mengenal orang yang berusaha menculikmu kemarin?”


“Tidak, Ren. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Entah siapa orang yang menyuruhnya, setahuku selama ini aku tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun.” Jawab Abi dengan sendu karena mengingat kejadian naas itu.


“Tenanglah! Kamu jangan taku! Selama kamu berada di sampingku, kamu akan aman dari bahaya.” Ucap Reno dengan sungguh-sungguh.


“Terima kasih, Ren. Dan maaf, karena aku, kamu sampai terluka seperti ini.” ucap Abi sambil menusap lembut lengan Reno. Reno pun ikut membalasnya dengan menggenggam tangan Abi.


“Ehm… ehm… ingat woy! Di sini ada perjaka yang haus belaian.” Celetuk Chiko yang tidak tahan dengan kemesraan pasangan itu.


“Bukan perjaka, tapi duda karatan!” balas Reno.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2