Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 73 Sangat Pucat


__ADS_3

Setengah jam yang lalu saat Reno sedang sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba saja pintu ruang kerjanya terbuka. Reno mengira kalau yang datang adalah Yoga. namun setelah mendengar langkah sepatu wanita, Reno mendongak menatap siapa yang datang. Betapa terkejutnya dia saat Eliza sudah ada di hadapannya.


Reno juga tidak habis pikir bagaimana wanita itu bisa masuk. Tapi memang di perusahaannya, dia sama sekali tidak melarang tamu datang atau orang-orang tertentu, asal harus ijin dulu jika ingin bertemu dengannya. Jadi mungkin Eliza tadi datang sudah membuat alasan palsu yang berjanji dengan Reno.


“Hai, Ren! Aku sangat merindukan kamu.” Ucapnya lalu berjalan mendekati tempat duduk Reno.


“Berhenti! Beraninya kamu datang ke sini tanpa permisi!” bentak Reno tapi sama sekali tidak membuat Eliza takut.


“Kita sudah lama tidak bertemu, setidaknya bersikaplah lembut padaku, Ren!” ucapnya dengan nada sedih dibuat-buat.


“Tidak sudi lagi aku melihat wajahmu. Jadi cepat keluar dari sini sekerang juga, atau aku akan panggil security.” Ancam Reno.


Sejenak Eliza menghentikan langkahnya. Entah apa yang sedang ada dalam benaknya, setelah itu dia berjalan mendekati Reno. Dan dengan gerakan cepat Eliza duduk di pangkuan Reno, lalu berusaha mencium bibir Reno. Bibir yang sudah lama ia rindukan. Dan di saat itulah Abi masuk dengan membawa bekal makan siang Reno.


Cklek


Pyarrr


Abi melihat jelas dengan mata kepalanya sendiri kalau kedua orang itu sedang asyik berciuman dengan posisi yang begitu intim. Meskipun Reno sudah menghindar, namun posisinya yang terdesak membuathnya sulit bergerak. Hingga Abi berasumsi bahwa Reno membalas ciuman Eliza.


Setelah mendengar sesuatu yang terjatuh cukup keras, Reno terkejut saat melihat Abi sudah berada di dalam ruangannya. Seketika itu Reno berdiri dan menhempaskan Eliza sampai wanita itu jatuh.


“Cepat keluar dari sini sekarang juga!!” usir Reno.


Eliza memegangi pantatnya yang sakit karena terjatuh. Dia pun bergegas pergi. Setidaknya dengan membawa kepuasan tersendiri dengan membuat Abi marah.


Abi enggan menatap Eliza saat wanita itu berjalan melewatinya.

__ADS_1


“Aku tunggu malam panas kita, Ren!” ucap Eliza sebelum benar-benar keluar dari ruangan Reno.


Reno menahan amarahnya. Dia masih membiarkan Abi berdiri di atas pijakannya. Reno sibuk mengubungi seseorang agar menangkap Eliza yang baru saja keluar dari perusahaannya dan membuang jauh wanita itu.


Melihat Reno mengabaikan dirinya, hati Abi semakin sakit. Seolah Reno menyetujui ajakan mantan kekasihnya. Setelah itu Abi memilih pergi.


Klik


Reno menekan remot yang bisa mengunci secara otomatis pintu ruangannya. Hingga Abi kesulitan membukanya.


“Sayang, maafkan aku. aku bisa menjelaskan semuanya.” Ucap Reno berjalan mendekati Abi.


“Stop! Jangan mendekat! Aku benci kamu, Reno!! Cepat buka pintunya!” teriak Abi dengan air mata yang terus mengalir.


Sejenak Reno memang menghentikan langkahnya, namun kemudian dia terus melangkah dan memeluk istrinya. Abi terus meronta ingin lepas dari pelukan Reno. Tapi Reno tidak membiarkannya.


“Sayang, tolong dengarkan penjelasanku dulu. Aku tadi benar-benar tidak tahu kalau dia datang lalu dengan cepat melakukan itu semua. Percayalah, aku mohon!” ucap Reno masih mengeratkan pelukannya.


“Aku baru saja meminta orang agar membuang jauh wanita itu dan tidak mengganggu hubungan kita lagi. Percayalah, Bi!” mohon Reno.


Abi yang sejak tadi terus meronta kini perlahan diam karena tenaganya tiba-tiba lemah. Namun air matanya masih terus mengalir.


Reno kemudian mengajak istrinya duduk, meskipun Abi masih terisak lirih. Tidak semudah itu dia memaafkan perbuatan suaminya. namun lebih ke hatinya yang lelah. Dia sadar dengan siapa dia menikah. Pasti akan ada lebih banyak ujian lagi dengan pernikahannya selain kejadian hari ini. apakah dirinya sudah siap menghadapi semua itu.


Reno merubah posisinya dengan berjongkok di hadapan Abi. Kemudia memegang kedua tangan Abi untuk kembali meminta maaf.


“Aku lelah. Lebih baik aku pulang saja.” ucap Abi melepas genggaman tangan Reno.

__ADS_1


“Sayang, maafkan aku. aku tahu kamu masih marah. Tapi kumohon percayalah dengan semua penjelasanku tadi. kamu bisa bertanya langsung pada Yoga atau Chiko, kalau baru kali ini saja Eliza datang ke kantor.”


Abi berdiri dari duduknya. Dia membereskan bekal makanan yang sudah tidak layak di makan. Meskipun masih berada dalam paper bag, tapi isinya sudah tumpah.


Reno tidak membiarkan Abi membereskan itu semua. Dia mencegahnya dan akan meminta OB yang membersihkan.


“Bukakan pintunya! Aku mau pulang.” ucap Abi denagn nada lemah tak bersemangat.


Reno segera mengambil kunci mobilnya dan membawa istrinya keluar. Dia sendiri yang akan mengantar Abi pulang. Reno takut terjadi sesuatu jika membiarkan istrinya pulang sendiri naik taksi.


Dalam perjalanan pulang, Abi memilih menutup matanya. karena selain lelah hati, kepalanya juga sangat pusing.


Sesampainya di rumah, saat Abi baru saja membuka pintu rumah. tiba-tiba pandangannya terasa gelap. Andai saja Reno tidak berdiri di belakangnya, sudah dipastikan Abi akan pingsan ke lantai.


“Sayang!” teriak Reno saat melihat istrinya sudah menutup mata dengan wajah yang sangat pucat.


Dengan cepat Reno menggendong istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar. kemudian Reno membaringkan istrinya di atas tempat tidur dan memberikan minyak angin untuk digososk-gosokkan di area kepala Abi dan hidungnya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2