Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 74 Semakin Nyenyak


__ADS_3

Reno semakin cemas saat melihat Abi tak kunjung sadar. Reno pun berinisiatif membawa istrinya ke rumah sakit, namun tiba-tiba saja mata Abi mulai mengerjap.


“Sayang, syukurlah kamu sudah sadar. Ayo lebih baik kita ke rumah sakit!”


“Nggak usah. Aku hanya capek saja. dipakai untuk istirahat pasti akan baikan nanti.” Tolak Abi dan memperbaiki posisi tidurnya.


Reno melihat aura wajah istrinya yang masih marah setelah kejadian tadi, memilih mengalah dan tidak memaksa untuk membawanya ke rumah sakit.


“Ya sudah, tunggu dulu di sini, aku akan ambilkan makan siang untuk kamu.” Ucap Reno kemudian keluar dari kamar.


Setelah Reno keluar dari kamar, Abi berusaha duduk bersandar pada headboard. Dia memijit pelipisnya yang masih berdenyut. Entah kenapa akhir-akhir ini kepalanya sering terasa pusing. dan hari ini yang paling parah, sampai jatuh pingsan. Abi beranggapan mungkin hanya kelelahan atau tekanan darahnya sedang rendah. Pasalnya itu adalah penyakit bawaannya.


Cklek


Reno masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman. Makanan itu adalah sisa makanan yang Abi masak untuk bekal makan siang Reno yang sudah jatuh tadi. jadi mungkin itu hanya cukup untuk Abi saja yang makan.


“Kamu makan dulu, setelah itu minum obat.” Ucap Reno dan mulai menyuapi Abi.


“Kamu nggak makan?” Tanya Abi sambil mengunyah makanannya.


“Aku nanti saja. sekarang yang lebih penting kamu.” Jawab Reno dengan lembut.


Abi mendadak hilang selera. Padahal biasanya Reno akan makan sepiring berdua dnegannya. Entah itu porsinya sedikit atau banyak. Tapi kenapa sekarang dia tidak mau ikut makan. Berbagai macam pikiran buruk bersarang dalam benak Abi. Apakah Reno masih memikirkan pertemuannya dengan mantannya tadi.


“Kenapa?” tanya Reno bingung saat Abi sudah tidak mau menerima suapannya lagi.

__ADS_1


“Aku sudah kenyang.” Jawabnya singkat lalu mengambil air dan meminum obat yang sudah disiapkan suaminya.


Reno menghela nafasnya dengan pelan lalu membawa sisa makanan Abi ke luar. Abi pun bertambah kesal saat Reno tidak mau makan makanan yang sama. Setelah itu Abi memilih tidak peduli dan lebih baik tidur lagi.


Sedangkan Reno yang sedang berada di bawah tengah sibuk menghabiskan makanan sisa istrinya. Walau sebenarnya sejak tadi dia lapar, namun kesehatan istrinya lebih penting. Dan Reno tidak ingin ikut makan sepiring berdua seperti biasa karena memang porsinya hanya sedikit.


Akhirnya siang itu Reno tidak kembali lagi ke kantor. dia akan melanjutkan pekerjaannya di rumah saja. karena tidak tega harus meninggalkan Abi sendirian di rumah dalam keadaan kurang sehat.


Sore harinya Abi terbangun dari tidurnya. Dia sudah merasa lebih baik dan tidak pusing lagi. namun saat dia hendak bangun, Abi melihat suaminya sedang duduk di sofa kamar sambil memangku laptop. Reno terlihat sedang fokus pada pekerjaannya, jadi Abi tidak mau menganggunya.


“Sayang, mau kemana?” tanya Reno terkejut saat melihat Abi turun dari ranjangnya.


“Aku mau mandi.”


“Tunggu dulu, biar aku siapkan air hangatnya” Cegah Reno lalu pria itu meletakkan laptopnya di atas meja,


“Sudah selesai, sekarang kamu bisa berendam. Apa perlu bantuanku?” tanya Reno sengaja menggoda.


Abi tidak menjawab. Dia membuang muka dan langsung masuk ke kamar mandi mengabaikan Reno yang sedang terkekeh sendiri.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Abi keluar kamar mandi. dan Reno sudah menyiapkan bajunya. Mendadak Abi merasa bersalah karena dilayani Reno. Tadinya dia sempat berpikiran negative, namun setelah melihat perlakuan Reno seperti ini, hati Abi menghangat.


“Terima kasih. Harusnya kamu nggak perlu menyiapkan seperti ini. aku bisa mengambil sendiri.” Ucap Abi.


Reno mendekat Abi dan memeluknya dari belakang. Pria itu merasa tenang saat mencium wangi tubuh istrinya.

__ADS_1


“Nggak perlu mengucapkan terima kasih. Aku melakukannya dengan senang hati. Kenapa kamu wangi sekali sih, Sayang?” jawabnya dan mengalihkan pembicaraan.


“Namanya juga habis mandi, mana ada bau bangkai.” Jawab Abi enteng lalu mencoba melepas pelukan suaminya.


Reno kembali terkekeh. Dia gemas sekali dengan istrinya. Andai saja Abi sedang baik-baik saja, pasti dia akan menyerangnya saat ini juga.


“Kenapa?” tanya Abi bingung saat hendak mengambil bajunya, tapi wajah Reno terlihat berbeda. Abi sendiri juga tidak sadar kalau dirinya saat ini melepas bathrope-nya begitu saja.


“Sayang, kamu sengaja menggodaku?” tanya Reno dengan suara parau.


“Stop, Ren! Kepalaku pusing lagi.” cegah Abi, dan itu memang benar kalau kepalanya tiba-tiba pusing lagi.


“Maaf. Ya sudah lebih baik setelah ini kamu istirahat saja, aku akan mandi.” jawab Reno dengan lesu.


Abi pun dengan cepat memakai bajunya. Ternyata tidak hanya pusing saja yang ia rasakan, namun matanya juga sangat mengantuk. Padahal baru saja ia bangun tidur, dan kini sudah ngantuk lagi.


Reno yang dengan cepat menyelesaikan mandinya karena khawatir dengan keadaan istrinya, kini dibuat terkejut saat melihat Abi sudah mendengkur sambil memeluk guling.


“Astaga! Kamu ini kenapa sih, Bi? Aneh sekali kamu hari ini.” gumam Reno gemas lalu menciumi pipi Abi. Namun sayangnya Abi sama sekali tidak bereaksi. Justru tidurnya semakin nyenyak.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2