Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 160 Mas Chiko


__ADS_3

Ahirnya Reno menurut saja. pria itu juga sudah berjanji pada sag istri akan menuruti semua keinginan Abi dalam masa menjalani kehamilannya. Dan selama ini Abi bahkan tidak pernah ngidam yang aneh-aneh. Lalu dengan permintaannnya saat ini, rasanya juga tidak membuat Reno keberatan.


“Apa sudah merasa nyaman?” tanya Reno dengan posisi masih berbaring di samping istrinya.


“Iya. Aku selalu nyaman dengan setiap sentuhan yang kamu berikan, eh” Abi segera menutup mulutnya saat merasa keceplosan.


“Benarkah? Apa kamu sebenarnya menginginkan lebih dari ini, hem?” bisik Reno dengan suara menggoda.


Abi tiba-tiba langsung gugup mendapati pertanyaan seperti itu dari Reno. Kalau sudah begini sudah bisa dipastikan akan ada kegiatan selain mengusap perut.


“Ehm, bukan. Bukan seperti itu. Maksudku, benar, eh ini benar anak kamu yang-“


“Dia atau kamu yang menginginkan, hem?”


Reno bertanya dengan nada lirih menggoda. Bahkan tangan yang tadinya mengusap perut rata sang istri kini sudah naik ke bongkahan besar milik Abi yang sangat menggoda. Dan hal itu membuat Abi menahan suaranya agar tidak sampai mende sah.


“Apa begini juga enak, Sayang?” Tangan Reno semakin aktif memberikan rang sangan pada dua aset berharga milik Abi.


Wajah Abi memanas. kalau sudah terlanjur seperti ya lebih baik dilanjutkan saja, daripada meninggalkan rasa kecewa akibat tidak tersalurkan.


Cup


Dengan memberanikan diri, Abi mengecup bibir Reno terlebih dulu. Matanya juga sudah dipenuhi kabut gai rah. Reno tersenyum melihat keagresifan sang istri. Dengan senang hati ia membalas ciuman itu. Ciuman yang awalnya lembut, kini berubah semakin menuntut. Dan tangan Reno juga semakin bergerak aktif untuk membuka kancing baju Abi hingga menampakkan isinya yang sudah menantang.


“Sayang, aku juga sangat menginginkanmu.” Ucap Reno dengan suara serak.

__ADS_1


Abi hanya menganggukkan kepala. Dia kembali melahap bibir sang suami dengan rakus. Kini Reno sudah berubah posisi di atas tubuh Abi agar membuat ia lebih mudah menjangakau kenikmatan yang lain.


Mereka berdua masih ingat dengan saran dokter. dan kali ini mereka akan melakukannya lagi dengan cara aman seperti sebelumnya. Namun sebelumnya mereka akan melakukan pemanasan terlebih dulu sampai kedua sama-sama puas.


Puas dengan ciuman panas, Reno mulai menciumi leher jenjang Abi. dia juga meninggalkan banyak jejak cintanya di sana hingga membuat Abi sedikit kegelian. Memang benar adanya, kalau Abi selalu suka dengan sentuhan yang diberikan oleh suaminya.


“Reno!!” lirih Abi dan ia reflek membusungkan dadanya saat Reno tiba-tiba melahap dua bongkahan besar itu secara bergantian dengan sangat rakus.


Reno semakin terbakar gai rahnya saat mendengar suara merdu istrinya. Dia semakin lahap menyesap sumber kehidupan Raffael itu. Bahkan dirinya kini hampir mirip dengan Raffael saat sedang kehausan.


Dengan sedikit kasar, Reno menyingkap rok yang dipakai Abi. setelah ia melepas kain segitiga yang menutup inti istrinya. Tanpa berbasa-basi lagi Reno mulai memainkan lidahnya di sana. Mereguk kenikmatan yang ada dalam inti istrinya. Abi benar-benar dibuat terbang melayang oleh suaminya.


Puas melayani istrinya sampai Abi merasa intinya berdenyut, tanpa diminta untuk bergantian, Abi segera memberikan pelayanan pada suaminya. kali ini giliran Reno yang dibuat melayang oleh sang istri.


Akhirnya pagi itu di dalam kamar Reno dan Abi telah terjadi pertarungan panas yang sangat menyenangkan. Reno cukup puas melakukan seperti itu, karena semua demi janin dalam kandungan istrinya.


“Hmmm… terima kasih, Suamiku.” Jawab Abi sambil tersenyum.


***


Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya hari ini Chiko sudah diperbolehkan pulang. dia sangat senang karena selama dirawat di rumah sakit, ada seseorang yang sangat istimewa yang selalu menemani dan menjaganya. Ya, walaupun Chelsea tidak sampai menginap. Bahkan Mama Chelsea juga terkadang membawakan makanan untuk Chiko.


“Apa sudah siap, Om?” tanya Chelsea yang baru masuk setelah menebus beberapa obat untuk Chiko.


“Sayang, memangnya tampangku ini seperti Om Om apa? Apa nggak ada panggilan yang lebih manis daripada Om?” tanya Chiko mengabaikan pertanyaan Chelsea.

__ADS_1


“Ehm, memangnya mau dipanggil apa? Kan memang usia kita beda jauh.” Ucap Chelsea.


“Apa aja deh. Sayangku, Cintaku, Baby, Honey, atau apa saja deh asal jangan Om. Kesannya aku ini seperti sugar daddy aja.”


“Memangnya bukan sugar daddy ya?” Chelsea justru semakin menggoda Chiko.


“Bukan. Aku BUKAN SUGAR DADDY” jawab Chiko dengan menekankan akhir kalimatnya.


Chelsea hanya terkekeh geli melihat ekspresi wajah Chiko.


Cup


Tiba-tiba Chelsea mendekati Chiko dan berjinjit lalu memberanikan diri mengecup bibir Chiko. Sontak saja pria itu terkejut, dan terdiam. Namun kecupan itu hanya sebentar sebelum Chiko sempat membalasnya.


“Bagaimana kalau aku panggil Mas Chiko saja?” tawar Chelsea malu-malu.


“Baiklah, Dek Chelsea.” Jawab Chiko dan mereka berdua sama-sama tergelak.


Tak lama kemudian Chelsea membantu Chiko duduk di kursi roda. Setelah itu mereka berdua keluar kamar dan menuju basement.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2