Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 72 Tidak Sedap


__ADS_3

Abi kemudian berjalan menjauhi parkiran. Dia memilih pulang naik taksi saja. sedangkan Reno yang merasa tidak ada yang salah dengan ucapannya, dia semakin bingung. Namun tidak membiarkan istrinya pulang naik taksi.


“Aku nggak akan membiarkan kamu pulang naik taksi saat kamu sedang nggak enak badan seperti ini.” cegah Reno lalu sedikit menarik Abi dan masuk ke dalam mobil.


“Apa yang kamu keluhkan, Sayang? Kita ke rumah sakit, ya?” ajak Reno khawatir.


“Nggak perlu. Aku hanya butuh istirahat saja.” jawab Abi dengan nada datar.


Reno hanya menghela nafasnya dengan pelan. Dia tahu istrinya sedang kesal. Tapi Reno memilih untuk abai. Mungkin setibanya di rumah ia akan mengajak istrinya bicara baik-baik.


Sementara itu Chiko dan Chelsea masih berada di café. Kedua orang itu masih saling diam. Namun tak lama kemudian Chelsea memilih untuk pergi lebih dulu.


“Mau-maunya dicium pria lain saat sudah memiliki kekasih.” Celetuk Chiko tiba-tiba, dan menghentikan langkah Chelsea.


“Dasar murahan!” lanjut Chiko lalu pergi meninggalkan Chelsea yang sedang berdiri termenung sekaligus kaget dengan ucapan Chiko.


Perempuan mana yang tidak sakit hati saat dikatai murahan oleh pria yang tidak begitu ia kenal. Chelsea yang terbakar amarah dengan cepat berjalan mengejar Chiko.


“Hei Tuan!!” panggil Chelsea saat sudah ada di parkiran.


Plakk


Saat Chiko menoleh, Chelsea langsung malayangkan sebuah tamparan yang cukup keras pada pipi Chiko. Bahkan pria itu merasakan pipinya sangat panas.


“Gila, kamu ya?” bentak Chiko.


“Iya, aku gila. Sakit? Tapi ini nggak sebanding dengan hinaan anda tadi.” jawab Chelsea dengan amarah yang meledak-ledak.


“Kenyataannya memang seperti itu, bukan?” ucap Chiko semakin membuat amarah Chelsea berkobar.


“Saya tidak mengenal anda. Dan anda yang telah berbuat kurang ajar pada saya. lalu apa masalah anda dengan saya, hingga semudah itu anda mengatai saya wanita murahan? Saya harap ini adalah terakhir kali bertemu dengan pria seperti anda. Semoga hidup anda bahagia!” ucap Chelsea dengan menahan air matanya, kemudian pergi meninggalkan Chiko yang masih diam mematung.

__ADS_1


Chelsea berjalan tergesa sambil mengusap air matanya. dia masih sakit dengan ucapan Chiko tadi. lalu tak lama kemudian ada taksi berhenti tepat di depannya. Chelsea pergi meninggalkan café itu.


“Bodohh!!!” Chiko merutuki kebodohannya setekah sadar atas ucapannya tadi. namun semua sudah terlambat. Chelsea sudah pergi di saat dia ingin meminta maaf.


**


Sementara itu pasangan Reno dan Abi baru saja sampai rumah. Abi langsung masuk ke kamar dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia istirahat.


“Sayang, serius kamu nggak apa-apa?” tanya Reno memastikan.


Abi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lalu ia merebahkan tubuhnya membelakangi Reno.


“Kalau kamu mau pergi, pergilah! Aku akan istirahat.” Ucap Abi sambil menarik selimut.


“Sayang. Maafkan aku. aku tadi tidak serius menaggapi ajakan Chiko. Aku tadi hanya kesal mendengar ucapan teman kamu kalau kamu sering kencan dengan sugar daddy. Bisa kamu jelaskan apa maksudnya?” tanya Reno dengan mode marah.


Loh harusnya yang sedang marah kan Abi, kenapa sekarang Reno juga ikut marah. Abi pun bangun dari tidurnya. Rupanya suaminya sengaja membuatnya jengkel karena balas dendam. Padahal ucapan Chelsea tadi tidak benar.


“Coba jelaskan! Apakah benar ucapan Chelsea tadi?”


“Mau percaya tapi sayangnya aku sendiri sudah membuktikan kalau kamu bukan wanita seperti itu. Tapi ucapan Chelsea tadi perlu dipertanyakan kebenarannya.” Jawab Reno.


Akhirnya Abi pun menjelaskan kalau yang dimaksud Chelsea dia jalan dengan sugar daddy adalah Chiko. Pertama, pertemuannya tanpa sengaja saat di mall. Dan yang kedua kalinya saat diajak Chiko pergi ke café setelah mendapat perlakuan buruk dari Reno sehabis pemotretan dulu. Reno yang mengingat kejadian itu tiba-tiba dihinggapi rasa bersalah.


“Maaf!” ucap Reno sambil memeluk istrinya.


“Ya sudah, aku mau istirahat. Silakan sana pergi ke Club!” mendadak Abi kembali kesal.


“Astaga, Sayang! Aku nggak serius. Bukankah tadi aku sudah menjelaskan semuanya.”


Akhirnya Abi bersikap biasa saja tidak ingin memperpanjang masalah yang nggak jelas itu. Karena tiba-tiba saja kepalanya pusing.

__ADS_1


“Ijinkan aku istirahat dulu, Ren. Aku sangat lelah.” Ucap Abi melepas pelukannya.


“Baiklah. Tapi kamu harus minum obat dulu.” Reno bergegas mencari obat dan mengambil segelas air. Lalu memberikannya pada Abi.


***


Waktu berlalu begitu cepat. Hubungan Reno dan Abi semakin hari semakin hangat. Keduanya juga terlihat semakin mesra.


Reno juga sudah terang-terangan memberitahu hubungannya dengan Abi di depan semua karyawannya. Sontak saja mereka semua terkejut. Mereka yang sebelumnya sudah tahu Abi yang menjadi model kosmetik di perusahaan bosnya, tidak menyangka jika perempuan yang masih belia itu telah menjadi istri bosnya. Bahkan ada beberapa dari mereka yang mengira kalau Abi sengaja menggoda Reno. Tapi Reno memperingatkan, kalau sampai ada kabar tak menyenangkan yang menyangkut hubungannya dengan Abi, Reno tak segan-segan akan mendepak karyawannya itu dan memberikan hukuman yang setimpal.


*


Hari ini Abi sedang bersiap akan pergi ke kantor suaminya. dia akan memberikan kejutan pada Reno dengan membawakan makan siang.


Kini Abi sudah sampai kantor suaminya. semua karyawan menunduk hormat pada Abi. Begitu juga dengan Abi membalasnya dengan senyum ramah.


Abi berjalan memasuki ruangan kerja Reno setelah keluar dari lift. Dia sudah tidak sabar melihat wajah terkejut Reno saat melihat kedatangannya. Ya, meskipun Abi sudah setingkali datang ke kantor, namun ini adalah pertama kalinya dia datang membawakan makan siang.


Cklek


Pyarrr


Abi langsung menjatuhkan kotak bekal makanan yang berbahan stainless steel itu saat melihat pemandangan yang tidak sedap.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2