
Reno memang sengaja memilih jadwal penerbangan malam. karena selain lebih cepat, besok pagi juga dia harus segera meeting dam harus sampai tepat waktu.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah berada di dalam pesawat. Abi sejak tadi memgenag lengan suaminya berharap bisa meredakan kecemasan yang sedang Reno rasakan.
“Terima kasih, Bi. Terima kasih kamu sudah membuatku lebih tenang.” Ucap Reno sambil menoleh ke arah Abi.
“Kalau kamu mau berbagi dengan masalah yang sedang kamu hadapi, aku sama sekali tidak keberatan.”
“Ada sedikit masalah di kantor. nilai saham tiba-tiba anjlok. Aku sudah menemukan solusinya untuk mengatasi semua ini. aku menceritakan semua ini padamu bukan ingin membebanimu, Bi. Tapi,-“
“Aku tahu. Setidaknya dengan kamu mengatakan semua ini hati kamu sedikit lebih lega.” Potong Abi cepat seakan mengerti maksud Reno.
Reno mengangguk dan tersenyum. Sungguh betapa beruntungnya dia memiliki istri seperti Abi. Ada rasa sesal yang masih terselip di hati Reno saat memperlakukan perempuan itu dengan buruk. Dan beruntungnya belum terlambat dia menyadarinya.
Setelah itu rasa kantuk mulai menyerang Reno. Perlahan pria itu menutup matanya. karena memang sejak tadi dia belum tidur sama sekali. Berbeda dengan Abi yang sudah lebih awal, kini justru dirinya tidak bisa tidur.
Perjalanan yang ditempuh mereka berdua yang seharusnya kurang lebih selama delapan jam, kini lebih cepat satu jam mereka sudah tiba. Reno segera menggandeng Abi menuju parkiran dimana mobilnya berada. Setelah itu mereka melakukan perjalanan pulang.
Sesampainya di rumah, Reno segera membersihkan tubuhnya. Karena satu jam lagi dia akan meeting dengan semua petinggi perusahaan. Sedangkan Abi sendiri dengan sigap menyiapkan baju kerja untuk Reno. Setelah itu membuatkan Reno secangkir kopi.
“Aku berangkat dulu, Bi! Hati-hati di rumah!” pamit Reno setelah meneguk kopi buatan istrinya.
__ADS_1
Abi mengangguk lalu membenahi dasi Reno yang kurang rapi. Setelah itu dia berjinjit dan mengecup bibir Reno. Reno yang mendapat perlakuan seperti itu seketika terpaku. Setelahnya dia mengulas senyum.
“Terima kasih, Sayang. Aku berangkat dulu. Nanti kalau selesai meeting, aku akan menghubungimu.” Ucap Reno sebelum benar-benar berangkat.
**
Reno melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya terlebih dulu sebelum masuk ke ruang meeting. Ternyata di sana sudah ada Chiko yang menunggunya.
“Aku kira kamu akan datang terlambat.” Ucap Chiko sambil menyodorkan beberapa dokumen.
Reno tak menyahut ucapan sahabatnya. Dia segera membuka dokumen itu, lalu membubuhkan tanda tangannya. beberapa saat kemudian Chiko mendapat panggilan dari Yoga kalau semua peserta meeting pagi ini sudah siap. Setelah itu Chiko segera mengaja Reno masuk ke ruang meeting.
Perusahaan Reno merupakan perusahaan besar yang masuk dalam ranking sepuluh besar. Banyak investor yang tergiur menanamkan sahamnya di perusahaan Reno sejak dulu. Tapi Reno tidak serta merta menerimanya. Dia harus menyeleksinya terlebih dulu dan memastikan bahwa investor itu benar-benar bersih namanya. Dan hal itu terbukti semenjak lima tahun terakhir ini dia tidak pernah mengalami masalah dengan investor yang menanamkan sahamnya di perusahaan miliknya. Namun hari ini. atau lebih tepatnya kemarin, Reno mendapatkan laporan dari Chiko kalau salah satu investornya tiba-tiba menarik sahamnya. Dan hal itu berimbas pada penurunan nilai saham dari perusahaannya.
Alasan salah satu investornya itu menarik sahamnya karena perusahaannya sedang mengalami kemunduran. Bisa dikatakan hampir bangkrut. Harusnya sesuai dengan perjanjian, jika ada kejadian seperti ini, investornya itu harus membayar dendanya. Namun sayangnya Reno tidak setega itu menuntut orang yang sudah terpuruk. Walau nantinya dia akan menyelidikinya sendiri, apakah perusahaan milik investornya itu benar-benar bangkrut.
Cukup lama Reno melakukan meeting. Setelah mendapatkan kata sepakat dan berhasil menahan beberapa investornya agar tidak ikut hengkang, Reno merasa sedikit lega.
Semua peserta meeting satu per satu meninggalkan ruangan. Kini hanya tinggal Reno saja. sedangkan Chiko dan Yoga sudah ia perintahkan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
Reno kini sedang berpikir. Dengan adanya masalah seperti ini dia teringat dengan Daddy-nya. Jika Daddy-nya mengetahui masalahnya, pastinya pria itu tidak segan-segan untuk membantunya. Tapi Reno yang masih memiliki masalah dengan Daddy-nya mencoba untuk menanganinya sendiri selagi dia masih mampu.
__ADS_1
Sebenarnya Reno merupakan tipe orang yang tidak bisa berlama-lama larut dalam masalah. Dia pasti akan segera mencari cara atau solusi untuk mengatasinya. Namun masalahnya dengan Daddy-nya membuat Reno sama sekali tidak ingin mencari solusi. Karena dia sudah tahu solusinya yang sangat tidak menguntungkannya. Apalagi saat ini dia sudah memiliki istri.
Reno teringat dengan janjinya kalau usai meeting akan menghubungi Abi. Seketika itu dia meraih ponselnya dan mencari nama Abi.
Panggilan pertama tidak mendapat jawaban. Reno masih mencobanya lagi. hingga panggilan ketiga Abi baru mengangkatnya.
Reno heran dengan suara Abi yang terdengar seperti ngos-ngosan. Tak lama kemudian dia mengubah panggilannya menjadi mode panggilan video. Ternyata saat ini Abi sedang berada di kolam renag. Perempuan itu baru naik dari dasar kolam. Benar saja suaranya terdengar seperti ngos-ngosan.
Reno menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh seksii Abi dengan balutan tank-top hitam dan jangan lupakan dua aset berharganya yang terlihat nyembul hampir keluar.
“Bi, kamu tetaplah di situ. Tunggu aku sebentar lagi pulang!” ucap Reno dan segera mengakhiri panggilannya.
.
.
.
*TBC
Nahhh kan😂😂
__ADS_1
Happy Reading‼️