
Apakah Reno terkejut mendengar pengakuan Chiko baru saja. tentu saja iya jawabannya. Naamun Reno berusaha untuk tetap tenang dan tidak ikut emosi, walau perbuatan sahabatnya sangat tidak dibenarkan.
“Kamu masih waras kan, Ko?” tanya Reno pada Chiko yang sejak tadi menundukkan kepalanya.
“Aku tahu ini kesalahan fatal. Dan aku melakukan itu semua benar-benar karena tidak sengaja. Aku…”
Chiko akhirnya menceritakan kronologi kejadian dimana ia merenggut mahkota Chelsea, yaitu dimana saat dirinya sedang berada di Club dan memang sengaja ingin menyewa wanita bayaran. Reno pastinya cukup paham dengan kelakuan sahabatnya, tapi bagaimana bisa dengan Chelsea.
“Kebetulan saat itu Chelsea juga sedang berada di Club untuk mengintai kekasihnya. Kemungkinan dia terkejut dengan kelakuan baj***an itu, lalu ia hampir limbung tepat di depan kamar yang aku sewa. Dan aku kira itu adalah wanita bayaran yang aku sewa.” Chiko tidak bisa lagi melanjutkan ceritanya. Pastinya Reno juga tahu kelanjutannya.
Reno benar-benar tidak menyangka kalau malam itu ada kejadian memilukan yang dialami oleh Chelsea. Lagi pula saat itu orang suruhannya sudah tidak melaporkan informasi lagi. dan dengan kejadian itu, dirinya juga ikut andil.
“Aku harus bagaimana, Ren? Aku sudah meminta maaf pada Chelsea dan akan mempertanggung jawabkan semuanya, tapi dia menolakku. Dia sangat membenciku, Ren.” Ucap Chiko benar-benar frustasi.
Reno benar-benar iba melihat kondisi sahabatnya. kenapa sejak dulu nasib percintaannya selalu apes. Jika dulu, di pernikahan pertamanya, Chiko dihianati oleh istrinya. Sekarang, di saat sedang berusaha mendapatkan wanita pujaannya justru mendapati masalah yang sangat besar dan juga rumit.
“Untuk saat ini kamu lebih baik istitrahat dulu. Aku akan bantu mencari solusinya.” Ucap Reno.
Chiko mengangguk. Setidaknya dia cukup lega kalau Reno mau membantunya. Setelah itu Reno berpamitan pulang.
***
Dalam perjalanan pulang, Reno masih memikirkan masalah yang tengah dialami oleh Chiko. Selama ini Chiko cukup banyak membantunya. Baik masalah perusahaan, maupun masalah pribadi. Terlepas perbuatan yang dilakukan oleh Chiko sangat tidak dibenarkan.
Drt drt drt
__ADS_1
Ponsel Reno bergetar ada pesan masuk dari istrinya. Dia mengulas senyum tipis saat membaca pesan dimana istrinya menginginkan kue brownies. Dengan senang hati ia akan menuruti ngidam istrinya itu. Lalu ia berputar arah menuju toko kue.
Beberapa menit kemudian Reno sampai toko kue yang sangat terkenal di kota. Toko itu tidak hanya melayani penjualan kue saja, namun menyediakan kedai kecil bagi pelanggan yang ingin bersantai di sana sambil menikmati kue.
Reno langsung menuju outlet dan memesan kue brownies. Dan kebetulan Reno diminta menunggu sebentar karena banyak juga pelanggan yang membeli kue itu.
Reno duduk di kursi pelanggan sambil memesan cappuccino. Dia juga tampak sibuk berkirim pesan dengan istrinya. Tiba-tiba saja tanpa sengaja Reno mendengar pembicaraan seseorang yang tampaknya juga sedang membeli kue. Orang itu berbicara melalui panggilan telepon.
“Apa kamu sudah mengirim kebutuhan butik ke alamat yang aku kirimkan tadi?”
“…..”
“Kerja bagus. Dengan begitu calon mertuaku tidak akan lagi berani menentang hubunganku dengan anaknya. apalagi sebentar lagi aku akan sah menjadi menantunya. Dasar mertua matre!” pungkasnya diringi gelak tawa.
“Atas nama Tuan Jonathan!”
“Butik? Mertua matre?” gumam Reno sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Jo baru saja. apakah semua itu ada hubungannya dengan Chelsea.
Setelah Jo pergi meninggalkan toko kue itu, tak lama kemudian namanya dipanggil karena pesanannya sudah selesai.
Mungkin nanti saat di rumah Reno akan bertanya lagsung pada istrinya. Karena hanya Abi yang tahu banyak tentang Chelsea. Dan benarkah pembicaraan Jo tadi ada hubungannyadengan Chelsea.
Sesampainya di rumah, ternyata ada mobil Chelsea di sana. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk membantu Chiko mengatasi masalahnya dan menyatukan cinta pria itu dengan wanita pujaannya.
“Sore, Sayang!” sapa Reno pada sang istri yang sedang duduk memangku Raffael. Dan di sampingnya ada Chelsea dengan mata yang terlihat sembab.
__ADS_1
Chelsea hanya mengangguk sekilas pada Reno. Kemudian Abi mengatakan kalau Chelsea datang untuk menjenguk Raffael.
“Apa itu kue pesananku?” tanya Abi dengan tatapan tertuju pada paper bag yang dibawa Reno.
“Iya. Aku akan siapkan untuk kamu.” Jawab Reno beranjak masuk ke dapur.
“Nggak usah, biar aku saja. Chel, titip Raffael sebentar. Maklum suamiku nggak bisa motong kuenya hehehe.” Ujarnya lalu menatap sang suami sambil mengedipkan mata.
Chelsea kemudian mengambil Raffael dari pangkuan Abi. sedangkan Abi beranjak menuju dapur bersama suaminya. sepertinya ada hal penting yang ingin ia sampaikan.
Benar saja. Abi mengatakan kalau kedatangan Chelsea ke sini karena dia baru saja menerima lamaran dari Jo. Chelsea juga sedang kebingungan mencari solusi tentang masalahnya. Lalu Reno menduga bahwa yang dibicarakan oleh Jo tadi memang ada hubungannya dengan Chelsea.
“Sayang, aku akan berusaha membantu sahabat kamu dan juga Chiko. Tapi aku ingin tahu, apakah Chelsea mencintai Chiko?” tanya Reno.
Abi heran dengan pertanyaan suaminya. tapi setidaknya dia juga punya jawaban kalau Chelsea sepertinya memang menaruh hati pada Chiko. Lalu Reno mengatakan apa yang sudah terjadi antara Chiko dan Chelsea.
“Apa kamu serius, Ren?” tanya Abi terkejut.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️