
“Sayang? Kamu kenapa?” tanya Reno terkejut.
Setelah itu Reno menyalakan lampu kecil yang berada di atas meja sebelah ranjang. Dia melihat istrinya masih terisak namun matanya tertutup rapat.
“Sayang!” panggil Reno mencoba membangunkan istrinya.
Abi justru semakin mengeratkan pelukannya sambil bergumam agar tidak pergi meninggalkannya. Reno pun sangat bingung. Dengan sedikit memaksa dia terus membangunkan istrinya.
“Sayang, kamu mimipi buruk?” tanyanya setelah Abi membuka matanya.
“Jangan tinggalkan aku, Ren!” jawab Abi dan kembali terisak.
“Hei, kamu sedang mimpi tadi. jangan khawatir, itu tidak akan terjadi. Sekarang minum dulu.” Ujar Reno lalu mengambil segelas air putih.
Setelah minum, perasaan Abi sudah lebih tenang. Entahlah kenapa tiba-tiba saja dia mimpi buruk seolah Reno pergi meninggalkannya. Dan beruntungnya itu hanya mimpi.
“Sekarang kamu tidur lagi. ini sudah malam.” ajak Reno kemudian, lalu memeluk istrinya dengan erat.
Keesokan paginya Abi terbangun lebih dulu. Seperti biasa perempuan itu akan menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, yaitu memasak dan menyiapkan semua kebutuhan pribadi suaminya.
Pagi ini badan Abi baik-baik saja. dia pun cukup tenang melakukan aktivitasnya. Mungkin beberapa hari kemarin dia kelelahan saja hingga membuatnya sering pusing dan mual.
Setelah semua pekerjaan dapur selesai, Abi kembali ke kamarnya untuk menyiapkan baju ganti suaminya. niatnya juga ingin membangunkan Reno, tapi sayangnya pria itu sudah berada di dalam kamar mandi.
Kini Reno dan Abi sudah duduk di meja makan. Mereka berdua sarapan sebelum Reno berangkat ke kantor. namun tiba-tiba saja perut Reno terasa mual-mual saat mencium aroma masakan Abi yang khas dengan bau bawang. Reno segera berlari ke wastafel untuk memuntahkan isi perutnya. Dan Abi pun ikut panik.
__ADS_1
Abi memijit tengkuk suaminya. dan Reno terus mengeluarkan isi perutnya walaupun tidak ada isinya sama seklai.
“Kamu sakit, Ren? Lebih baik jangan berangkat ke kantor dulu.” Ucap Abi khawatir.
“Aku nggak apa-apa, Bi.” Jawabnya sambil mengelap mulutnya.
“Bi, maafkan aku. tolong jauhkan makanan yang kamu buat tadi. rasanya aku akan kembali mual jika mencium aroma masakan tadi.” ucap Reno dengan hati-hati takut istrinya tersinggung.
Abi heran, karena makanan yang ia masak itu adalah makanan kesukaan Reno. Tapi kenapa dia justru tidak menyukainya. Untungnya mood Abi pagi ini sedang baik, jadi ia akan menuruti kemauan suaminya.
“Lalu kamu mau makan apa? Aku tadi hanya masak itu saja.”
“Aku makan roti saja sama buatkan susu hangat, sepertinya sangat enak.” Jawab Reno sambil membayangkan makanan yang baru saja ia sebutkan tadi.
“Ya sudah tunggu dulu, aku akan siapkan semuanya.”
“Sayang, nanti datanglah ke kantor saat jam makan siang. Tolong bawakan aku roti seperti ini saja dan jus manga.” Ucap Reno sebelum berangkat.
Abi hanya mengangguk walau merasa aneh dengan keinginan suaminya.
***
Sementara itu kini tampak Tian sedang duduk di meja kerjanya. Pria itu terlihat kacau pasca peretemuannya dengan Abi kemarin.
Tian tidak menyangka secepat itu mantan kekasihnya berpaling dari dirinya. Setahu dia Abi adalah sosok perempuan yang sangat sulit ditakhlukkan. Tapi kenapa kemarin Abi bilang kalau sudah mencintai suaminya yang belum lama ini dinikahinya.
__ADS_1
“Tidak mungkin kamu mencintai pria lain secepat itu, Bi. Sampai kapanpun aku akan memperjuangkan cinta kita dan akan merebut kamu dari pelukan saumi kamu.” Gumam Tian.
Sebenarnya Tian juga sangat penasaran siapa sosok pria yang telah menjadi suami Abi. Tapi dia enggan menyelidikinya. Dia ingin melihat langsung. kemarin Tian yakin kalau Abi sedang bersama suaminya, namun karena ada panggilan mendadak, akhirnya dia mengabaikan Abi.
Tian terlihat sangat frustasi. Selain setelah pertemuannya dengan Abi kemarin, beberapa hari ini juga ia kesulitan menghubungi Eliza. Kekasih cadangannya yang selalu ada saat dirinya sedang butuh belaian seperti ini. Ya, walau terkadang Eliza melakukan pemotretan di luar negeri. setidaknya hanya wanita itu yang selama ini menjadi pemuas Tian.
Berulang kali Tian melakukan panggilan ke ponsel Eliza, namun tidak ada hasil. Yang ada justru jaringannya sedang berada di luar jangkauan.
“Kemana saja sih kamu, El?” tanyanya sambil memijit pelipisnya yang berdenyut.
Tian sejenak ingat bagaimana dia dulu mendapatkan Eliza. Selain tergoda dengan kemolekan tubuh wanita itu, Tian juga mengetahui kenyataan bahwa Eliza adalah kekasih dari musuh bebuyutannya yaitu Reno. Jadi muncullah ide licik untuk membuat Reno sakit hati dengan merebut kekasihnya.
Tian sakit hati dengan Reno karena Reno telah membuat hancur salah satu perusahaannya. Dan Reno melakukan itu semua karena ingin membalaskan dendam orang tuanya. Jadi kedua pria itu saling membalaskan dendam akibat masa lalu kedua orang tua mereka. Entah sampai kapan aksi saling balas dendam itu akan berakhir. Baik dari Reno maupun Tian tidak ada satupun yang berniat mengakhiri perseteruan itu.
Tian juga sudah lama mengirim Gavin menjadi mata-mata di perusahaan Reno dengan cara menjadi teman baik Reno. Namun sampai sekarang pun masih belum membuahkan hasil. Bahkan rencananya membunuh Reno pernah digagalkan oleh seseorang yang tidak ia kenal.
“Apakah saat itu rencana Gavin telah diketahui seseorang, hingga baj***an gagal mendapatkan tembakan dari Gavin?” gumam Tian.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️