
Sudah dua hari ini Abi tinggal di rumah Reza. Dan selama itu juga keadaan Abi masih belum sehat sepenuhnya. Terlebih hatinya.
Meskipun hatinya masih sakit karena perbuatan Reno, namun dia tidak bisa berhenti memikirkan pria itu. Harusnya Abi lebih tenang sudah jauh dari Reno. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Rasa cinta dan benci dalam hati Abi untuk Reno perbandingannya hampir sama. Namun Abi tidak bisa membedakan mana yang lebih mendominasi.
Selama tinggal di rumah Reza, Abi juga tidak pernah keluar kemana-mana selain ke taman yang ada di belakang rumah. Reza juga sejak pertama kali mengantarnya hingga sekarang belum lagi datang untuk melihat keadaan Abi. Mungkin pria itu sedang sibuk dengan pekerjaannya. Abi juga tidak terlalu mempermasalahkannya.
Sementara itu Reza yang saat ini sedang sibuk di kantor, sejenak teringat Abi yang saat ini sedang tinggal di rumahnya. Bukan tanpa alasan Reza tidak menemui Abi. Karena ia sibuk menata hatinya. Lebih tepatnya memperbaiki hatinya saat tahu bahwa Abi sudah bersuami. Namun Reza masih memantau keadaan Abi melalui Maria.
Sebenarnya Reza sepertinya mempunyai firasat bahwa Abi memang sedang hamil. Menurut informasi yang diberitahu oleh Maria bahwa Abi setiap pagi selalu mual-mual dan muntah. Dan Reza mengetahui bahwa itu gejala kehamilan karena itu pengalaman yang ia dapat dari mantan istrinya dulu.
Lama melamun Reza sampai lupa kalau hari ini ia ada janji dengan seseorang untuk menjemputnya ke bandara. Untungnya belum terlambat. Buru-buru Reza membereskan pekerjaannya lalu segera pergi ke bandara.
*
Kini Reza sudah sampai di bandara. Tak lama kemudian muncul sosok yang ditunggu-tunggu. Pria itu berjalan ke arah Reza sambil mengulas senyum.
“Apa kabar kamu, Za?” tanyanya.
“Baik, Om. Apa Om langsung ke rumah?” jawab Reza sekaligus bertanya.
“Tentu saja. aku sangat khawatir dengan keadaan Viana.” jawabnya lalu berjalan menuju parkiran bersama Reza.
Beberapa menit perjalanan akhirnya Reza dan pria paruh baya itu sampai di rumah dimana Abi saat ini tinggal. Pria itu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Viana. perempuan yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
Cklek
Terlihat Abi sedang duduk di sebuah kursi yang menghadap balkon kamar saat ada seseorang membuka pintu kamarnya.
“Viana!” panggilnya dengan nada sendu saat melihat raut kesedihan Abi.
Abi yang sedang melamun sangat terkejut saat mendengar suara seseorany yang sangat familiar di telinganya.
“Om Xander!” sahut Abi lalu berhambur ke pelukan Xander.
Xander membalas pelukan Abi dengan erat. Dia sangat tahu karakter Abi yang selalu manja terhadapnya. Kini ia juga merasakan kesedihan yang sedang Abi alami, meskipun tidak tahu permasalahnnya.
Reza membiarkan Xander berdua dengan Abi. Dia tidak mau ikut campur terlalu dalam dengan masalah yang sedang dihadapi Abi saat ini. dengan menghadirkan Xander, menurutnya sudah lebih dari cukup.
Kini Xander mengajak Abi duduk. Dia akan menanyakan langsung apa yang sedang terjadi dengan rumah tangga Abi hingga membuatnya sampai disini.
Beberapa hari yang lalu Xander sudah diberitahu oleh Reza kalau Abi ada masalah dengan suaminya. sejak awal memang Xander tidak menaruh simpati pada Reno, hingga dengan cepat ia mencari informasi tentang masalah Abi. Meskipun tidak membuahkan hasil, namun Xander cukup paham dengan apa yang akan dilakukan oleh Reno dengan kepergian Abi. Maka dengan cepat ia menyabotase rekaman cctv jalanan dimana Abi terakhir berada. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Reza bahwa ia menemukan Abi pingsan di sekitar hotel tak jauh dari tempat Reza menginap. Maka dari itu Xander bergerak cepat sebelum didahului Reno.
Xander sangat geram terhadap Reno setelah mendengar cerita dari Abi. Namun ia tidak menunjukkan kekesalannya pada Abi. Dia hanya bisa menenangkan Abi.
“Om, jangan beritahu Ayah dan Mama kalau aku sedang berada disini. Aku masih belum siap bertemu dengan mereka. Karena sama saja aku melukai perasaan Mama dengan melihat keadaanku seperti ini.” pinta Abi.
“Baiklah jika kamu ingin menenangkan diri dulu. Tapi Om akan tetap memberitahu Ayah dan Mama kamu. Bagaimana pun juga mereka orang tua kamu. Dan pasti saat ini mereka juga sedang mencari keberadaan kamu, Vi.” Jawab Xander.
__ADS_1
Abi terdiam. Dia membenarkan ucapan Omnya. Pasti Mamanya saat ini sedang bersedih. Dan pastinya Reno sudah memberitahu semuanya.
“Baiklah, Om. Tapi Viana minta tolong pada Om Xander untuk menutup semua informasi tentangku dari Reno. Jangan sampai dia mengetahui keberadaanku saat ini.” pinta Abi.
“Tanpa kamu minta, aku sudah melakukannya sejak kemarin. Lebih tepatnya sejak tahu kamu sedang ada masalah dengan Reno.” Ucap Xander dalam hati. Lalu dia menjawabnya dengan anggukan kepala.
***
Sementara itu Reno saat ini terlihat sangat frustasi. Sudah tiga hari sejak kepergian Abi hingga sampai saat ini dia masih belum bisa menemukan dimana istrinya sekarang. namun Reno tidak pernah menyerah. Dia akan terus berusaha mencari istrinya kemanapun, walau sampai ke ujung dunia sekalipun.
Saat ini Reno sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya. Tangannya meraih laci yang ada di dekatnya. Reno mengambil sebuah ponsel. Ponsel milik Abi yang dulu pernah ia sita saat awal-awal pernikahannya.
Reno menyalakan ponsel itu. Lalu dia membuka menu galeri yang menyimpan banyak foto Abi. Mulai foto dari masa kecilnya sampai saat ia menjadi seorang model.
Mata Reno berair saat melihat potret foto Abi saat menggunakan seragam sekolah biru putih. Gadis cantik yang telah menyelamatkan nyawanya dulu yang ternyata adalah istrinya.
Reno merutuki kebodohannya, kenapa tidak dari dulu ia membuka isi ponsel Abi yang telah ia sita itu.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️