
Abi sama sekali tidak mempedulikan ucapan permintaan maaf Reno yang entah sudah ke berapa kalinya. Fisik dan hatinya sangat sakit akibat ulah pria itu. Bahkan untuk menatap wajahnya saja Abi tidak minat. Andai saja badannya cukup kuat untuk bangun, mungkin Abi sudah keluar dari kamar itu.
“Vibi, lihat aku! Maafkan aku, Bi!” sekali lagi Reno berucap dan Abi sama sekali tak menggubrisnya.
Akhirnya Reno menarik selimut untuk menutup tubuh polos Abi yang penuh dengan tanda merah. Wajah Abi menatap kesamping. Reno juga ikut bergabung dalam selimut itu dan memeluk tubuh Abi yang masih bergetar.
“Vibi, aku salah. Maafkan aku, Bi! Maafkan aku yang sama sekali tidak mendengarkan penjelasan kamu.” Bisik Reno tepat di telinga Abi.
Abi memilih memejamkan matanya. rasa lelah di sekujur tubuhnya itu akhirnya mampu membuatnya terlelap. Tetapi tidak dengan Reno.
Entahlah. Meskipun hatinya dihinggapi rasa penyesalan terhadap Abi, tapi ada kelegaan dalam diri Reno, karena dia menjadi satu-satunya pria yang berhasil menyentuh Abi, istrinya.
Mendengar dengkuran halus yang keluar dari bibir Abi, membuat Reno melepaskan sejenak pelukannya. Dia segera bangun dan memakai bajunya lagi. kemudian Reno mencari ponselnya untuk mencari informasi penting mengenai pria yang sedang bersama Abi tadi siang.
Reno mencari nama pria yang disebut oleh Abi tadi. cukup mudah Reno menemukan sosok pria yang bernama Alexander alias Xander. Pria yang dekat dengan keluarga Abi.
Dalam informasi tersebut menunjukkan bahwa Alexander adalah seorang pengusaha sekaligus sahabat dari Sean Gabriel, yang tak lain ayah Abi. Dan informasi mendetail lainnya menunjukkan bahwa Xander sudah menganggap Abi seperti anaknya sendiri. Bahkan saat Abi menjalani pendidikannya di sekolah modelling dulu, perempuan itu tinggal bersama keluarga Xander yang sudah dipercaya oleh Sean.
Reno mengacak rambutnya frustasi setelah mengetahui semua fakta itu. Kini hatinya semakin dipenuhi rasa peneyesalan terhadap Abi. Dan dengan kejadian baru saja, Reno akan terus meminta maaf pada Abi. Bagaimanapun caranya. Dia juga tidak sanggup jika Abi memutuskan pergi setelah kejadian tadi.
“Maafkan aku, Bi!” gumamnya sambil memeluk erat tubuh Abi.
Keesokan harinya, Abi terjaga lebih dulu. Dia merasakan badannya terhimpit sesuatu yang sangat berat. Bahkan di atas perutnya tampak lengan kekar yang memeluknya dengan posesif.
__ADS_1
Abi teringat dengan kejadian semalam. Tepatnya kejadian yang sangat menyakitkan. Lalu perlahan ia mencoba melepaskan tangan Reno yang sejak tadi memeluknya. Namun nihil. Pria itu seketika terkesiap dan ikut bangun. Walau baru satu jam yang lalu Reno baru bisa memejamkan matanya.
“Bi, kamu sudah bangun?” tanyanya dengan merubah posisinya menjadi duduk.
Abi masih diam. Dia mencoba bangun tapi sekujur tubuhnya terasa remuk. Kemudian dia menguatkan diri untuk bangun.
Ssshhhhh….
Abi merintih tertahan saat merasakan inti tubuhnya sangat ngilu dan nyeri. Reno yang mengetahui hal itu dengan sigap menggendong tubuh Abi dan membawanya ke kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi, Reno mulai mengisi bathup dengan air hangat. Sedangkan Abi yang tubuhnya masih terbungkus selimut, memilih menunggu di samping bathup tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“Pergilah! Aku bisa sendiri.” Usir Abi saat Reno hendak membantunya masuk bathup.
Selagi Abi masih berada dalam kamar mandi, Reno memesan makanan untuk sarapannya pagi ini. dia juga mengirim pesan pada sekretarisnya kalau hari ini tidak bisa datang ke kantor. sesudah itu dia mandi di kamar mandi yang ada di kamar lainnya.
Sedangkan Abi yang sedang berada di dalam kamar mandi, sejak tadi air matanya tidak berhenti mengalir. Mengingat perbuatan Reno semalam, membuatnya semakin terisak pilu. Kata-kata hina yang diucapkan Reno semalam saat sedang menyentuhnya, masih menyisakan sakit hati yang begitu mendalam. Walau hubungan yang mereka lakukan sah-sah saja sebagai pasangan suami istri. Tapi tidak begitu juga caranya.
Cukup lama Abi berendam dalam bathup hingga ia merasakan badannya lebih rileks dari sebelumnya. Meskipun ngilu pada intinya masih terasa.
Kini Abi keluar dari kamar mandi dengan berjalan tertatih. Reno yang sejak tadi menunggunya tampak cemas, lalu ia berusaha membantu Abi. Tapi sayangnya perempuan itu menolaknya.
“Ini baju kamu sudah aku siapkan. Setelah ini aku tunggu untuk sarapan.” Ucap Reno setelah itu keluar dari kamar.
__ADS_1
Melihat sikap perhatian yang ditujukan Reno, Abi tahu kalau pria itu berusaha meminta maaf atas kesalahannya. Walau tidak bisa dipungkiri hati Abi menghangat dengan perhatian itu. Namun, entahlah. Hatinya masih terlalu sakit.
Abi keluar dari kamar menuju ruang makan. Jujur saja perutnya sangat lapar. Mengingat semalam dia melewatkan makan malanya dan juga badannya lelah setelah dihajar habis-habisan oleh Reno.
Melihat Reno tidak memakai pakaian kerjanya, Abi tahu kalau pria itu sengaja tidak datang ke kantor karena ingin bersamanya.
Reno dan Abi menghabiskan menu sarapan paginya tanpa ada pembicaraan yang berarti. Sejak tadi Abi menundukkan kepalanya sembari mengunyah makanannya. Sedangkan Reno terus menatap wajah Abi yang masih terlihat sembab.
Usai sarapan, Abi langsung menuju ruang tengah. Karena itu adalah salah satu tempat yang paling nyaman daripada masuk ke kamar. tidak tahunya Reno juga ikut bergabung di sana.
“Bi, maafkan aku! aku akui aku salah atas perbuatanku semalam. Maafkan semua ucapan dan perbuatanku yang telah menyakitimu, Bi!” ucap Reno sambil bersimpuh di bawah kaki Abi yang sedang duduk di sofa.
.
.
.
*TBC
Maafin ga ya?😂😂
Happy Reading‼️
__ADS_1