
Reno segera melepas ciumannya pada Abi sebelum dia menginginkan hal yang lebih. Dia tidak ingin kelepasan walau sebenarnya masih ingin terus mencumbui perempuan itu. Entahlah, hati Reno masih gamang dan belum yakin tentang perasaannya terhadap Abi.
Sedangkan Abi yang diam-diam terbuai bahkan sudah mulai merindukan ciuman Reno. ada rasa sedikit kecewa saat pria itu mengakhiri ciumannya.
Reno mengusap lembut bibir Abi yang basah. Matanya terus menatap mata Abi dengan intens. Lalu tak lama kemudian Reno menarik salah satu kursi dan diletakkan sejejar dengan kursinya sendiri.
“Duduklah!” perintah Reno.
Abi yang bingung hanya bisa pasrah kemudian duduk tepat di samping Reno. Pria itu mulai mengoperasikan laptopnya dan melakukan penggantian password pada data penting perusahaannya.
“Tuan!” panggil Abi dan menghentikan sejenak gerakan tangan Reno.
Reno menoleh, “Ada apa?”
“Kenapa anda mengganti password itu di hadapan saya?” tanya Abi.
“Justru harus ada kamu. Biar kalau terjadi sesuatu, kamulah orang pertama yang patut dicurigai.” Jawab Reno tanpa dosa.
Mendadak wajah Abi murung. Entahlah kenapa Reno selalu berbicara menyakitkan hati seperti ini. dan anehnya Abi tidak bisa berbuat apa-apa.
“Aku hanya bercanda. Aku percaya denganmu. Aku hanya ingin kamu menemaniku saja.” jawab Reno sambil menangkup kedua pipi Abi.
Blush
Pipi Abi memerah mendengar ucapan lembut dari bibir Reno. Lalu dia memalingkan muka karena sangat malu jika sampai Reno mengetahuinya. Sedangkan Reno sendiri menahan senyumnya. Lebih baik sekarang mulai mengatasi masalahnya.
Abi hanya diam di samping Reno yang tampak sibuk dengan pekerjaannya. Reno juga bersyukur telah diingatkan Abi untuk segera mengganti password itu. Setelah selesai, kini dia mulai mencari tahu siapa pelaku yang sengaja mengacaukan perusahaannya.
Cukup lama Reno dan Abi berada di ruang kerjanya. Karena untuk meretas semua rekaman cctv kantor tidak membutuhkan waktu yang sebentar. Pantas saja tadi Chiko tidak bisa menemukan apa-apa. Karena memang dia tidak tahu kalau rekaman cctv itu sudah diretas terlebih dulu dan sebagian ada yang dihapus pelaku.
“Shiittt!!” umpat Reno setelah berhasil menemukan pelaku itu yang ternyata adalah salah satu karyawan bagian marketing. Reno pun segera menghubungi Chiko yang saat ini masih berada di kantor bersama Yoga. dia meminta pada kedua pria itu agar menangkap pelaku dan membawanya ke tempat biasa.
__ADS_1
“Tuan, minum dulu!” ucap Abi memberikan secangkir kopi hitam.
Entah sejak kapan Abi keluar dari ruangan itu. Reno bahkan tidak sadar. Yang dia tahu sejak tadi Abi duduk di sampingnya.
“Hmmm” jawab Reno sambil menganggukkan kepalanya.
“Sekarang kamu perbaiki semua data itu beserta laporannya. Aku akan mandi terlebih dulu.” Perintah Reno.
“Baik, Tuan! Tapi saya belum menyiapkan keperluan Tu-“
“Aku bisa sendiri. Kerjakan dulu tugasmu.”
Setelah Reno keluar dari ruang kerjanya, Abi mulai melakukan tugasnya. Dia mencoba fokus dengan layar laptop di hadapannya. Meskipun saat ini dia merasa ada yang tak nyaman dengan badannya. Kondisi badan Abi sedang kurang fit. Namun karena tuntutan pekerjaan, terpaksa ia menyelesaikan tugasnya.
Abi menyelesaikan pekerjaannya saat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. dan selama itu Reno belum kembali lagi ke ruang kerjanya. Abi sendiri pun tidak akan beranjak sebelum Reno datang.
Hingga sampai jam sembilan malam Reno tak juga kembali. Pria itu ternyata sedang keluar rumah untuk memberikan hukuman pada karyawannya yang sudah berani bermain-main dengannya. Dan pukul sepuluh malam Reno baru pulang.
Saat Reno akan menaiki tangga menuju kamarnya, dia melihat sekilas lampu ruang kerjanya masih menyala, karena memang pintunya terbuka sedikit. Reno mengira kalau Abi lupa menutup dan mematikan lampunya.
“Dasar cerob-“
Ucapan Reno terhenti saat tangannya meraih handle pintu dan melihat sosok perempuan tertidur di kursi kerjanya. Bahkan posisinya sangat tidak nyaman.
Reno berjalan mendekati Abi. Saat dia hendak membangunkannya, Reno tanpa sengaja menyentuh pergelangan tangan Abi yang sangat panas. Lalu dia mencoba mengecek keningnya yang semakin panas.
“Astaga!!” ucapnya terkejut.
Reno melihat layar laptopnya yang masih menyala. Dia segera mematikannya dan membawa Abi masuk ke kamar.
Reno merasa sangat bersalah karena pergi tanpa memberitahu Abi. Bahkan perempuan itu sedang sakit. Kemungkinan sejak tadi Abi melewatkan makan malamnya.
__ADS_1
Wajah Abi sangat pucat saat Reno merebahkannya di atas tempat tidur. Kemudian Reno mengambil handuk kecil dan membasahinya dengan air untuk mengompres kening Abi.
“Air… air…” gumam Abi setengah sadar saat tangan Reno masih sibuk mengompresnya.
“Kamu bangun dulu, Bi! Ini minumlah!” ucap Reno dan membantu Abi untuk bangun.
Selesai minum, Abi kembali tidur. Bukannya berekeringat, badannya justru semakin menggigil. Reno pun semakin cemas.
“Bi, kamu makan dulu ya? Setelah itu minum obat.” Bisik Reno.
“Dingin… badanku dingin! Ayah….” Gumamnya tanpa sadar sambil menutup matanya.
Ya, Abi sangat jarang sekali sakit. Namun jika sudah sakit, dia pasti akan mencari Ayahnya, yang selalu memeluknya.
Reno bingung dan semakin khawatir. Apakah memang Abi perempuan yang sangat manja? Sakit begini saja mencari ayahnya.
“Kamu makan dulu ya, setelah ini minum obat?” hanya itu yang diucapkan Reno.
Dan tiba-tiba saja Abi menarik tubuh Reno dan memeluknya dengan erat.
.
.
.
*TBC
Nikmati saja alurnya ya guys🤗🤗
Happy Reading‼️
__ADS_1