
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Reno seketika menghentikan mobilnya. Untung saja jalanan yang dilalui sedang tampak sepi.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa yang membuatmu berkata seperti itu, Bi?” tanya Reno bingung sekaligus kesal. Namun dia berusaha untuk tidak marah.
“Aku hanya bertanya, Ren. Aku tahu kamu adalaah pengusaha sukses dan pastinya menjadi banyak incaran kaum hawa di luaran sana. Apakah kamu…” Abi kesulitan menjelaskan. Dia tidak ingin mengatakan secera langsung pada Reno kalau dirinya baru saja bertemu dengan wanita yang bernama Eliza. Sedangkan Reno yang melihat Abi menghentikan ucapannya semakin bingung.
“Bi, apa kamu menilai aku seorang playboy yang sering menggoda wanita? Percayalah! Itu sama sekali bukan sifatku.”
Abi hanya menggeleng pelan. Karena memang setahu dia Reno adalah sosok pria yang dingin dan arogan. Tapi untuk mengetahui kebenaran yang diucapkan oleh Eliza tadi, mungkin lain kali saja menanyakannya lagi. karena saat ini waktunya sangat kurang tepat. Hatinya juga masih belum siap mendengar jawaban Reno jika memang benar adanya. Apalagi Eliza tadi bilang kalau Reno sering menemani malam-malamnya.
“Ya sudah ayo kita pulang saja!” ajak Abi kemudian.
Masih ada yang mengganjal hati Reno melihat sikap Abi. Tapi lebih baik sekarang pulang dulu. Nanti akan ia cari tahu sendiri apa yang menyebabkan Abi berubah sikap.
Sesampainya di rumah, Abi membawa belanjaannya ke dapur dan memasukkannya ke dalam lemari es. Sedangkan Reno memilih masuk kamar dan berganti pakaian.
Abi kini memasuki kamarnya bertepatan dengan Reno yang membuka pintu.
“Kamu istirahatlah, pasti capek. Aku akan ke ruang kerja dulu.” Pamit Reno sambil meninggalkan kecupan di kening istrinya.
Abi mengangguk lalu masuk ke dalam kamar. Reno segera menuju ruang kerjanya. Setelah itu dia membuka laptopnya. Cukup mudah bagi Reno untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Abi saat dirinya berpamitan keluar dari supermarket terlebih dulu. Jari-jarinya bergerak cepat meretas cctv supermarket itu.
“Dasar jal***g!!” umpat Reno saat melihat sosok wanita yang sangat dia benci. Wanita yang pernah singgah di hatinya walau hanya sebentar. Yaitu Eliza, sang mantan kekasih.
__ADS_1
Memang dari rekaman cctv itu hanya memperlihatkan videonya saja tanpa suara. Tapi Reno yakin kalau dari pertemuan dua wanita itulah yang menyebabkan Abi berubah sikap seperti tadi.
Setelah puas mendapatkan hasil penyelidikannya, Reno langsung masuk ke kamar untuk menjelaskan pada Abi, agar tidak menimbulkan kesalah pahaman.
Cklek
Reno membuka pintu kamar dengan pelan. Terlihat Abi sedang berdiri di balkon kamarnya. Reno segera menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
“Kenapa di sini? bukankah tadi aku sudah bilang agar kamu istirahat.” Bisik Reno tepat di telinga Abi.
“Aku belum ngantuk.” Jawabnya datar.
“Apa kamu mau melakukannya lagi agar setelahnya bisa tiduur dengan nyenyak?” godanya, namun tetap membuat Abi berada dalam mode yang sama.
Reno menjadi gemas sendiri. Lucu saja melihat wajah kesal istrinya karena cemburu. Setelah itu Reno membalik tubuh Abi hingga mereka berdua saling berhadapan.
“Aku tahu kalau tadi kamu bertemu dengan Eliza. Sekarang ceritakan, apa saja yang dikatakan oleh wanita ja****g tadi?”
Akhirnya Abi memilih untuk duduk di kursi yang ada di balkon itu. Abi menceritakan semua diucapkan oleh Eliza tanpa terlewatkan. Seketika itu Reno mengetatkan rahangnya. Terlebih setelah tahu kalau Eliza berbicara bohong, apalagi membahas masalahnya dengan sang ayah.
“Sayang, semua yang dikatakan oleh Eliza itu bohong. Memang aku dan dia pernah menjalin kasih dengannya. Tapi tidak lama, karena dia telah berkhianat.” Jawab Reno, namun tidak ingin membahas lebih lanjut dengan siapa Eliza berselingkuh.
“Lalu, mengenai ucapannya dimana kamu sering menemani malam-malamnya?” tanya Abi menahan amarah sekaligus kecewa.
__ADS_1
“Maafkan aku. itu hanya masa lalu. Dan aku pria normal, Bi.” Jawab Reno sambil memegang lembut tangan Abi. Namun seketika itu Abi menghempaskannya, lalu memilih pergi meninggalkan Reno.
Entahlah mendengar jawaban itu Abi merasa sakit hati. Meskipun hanya masa lalu Reno. Tapi jujr Abi sakit mendengarnya, apalagi membayangkannya.
Reno segera menyusul istrinya yang kini sudah naik ke atas ranjang dan tidur dengan posisi membelakanginya.
“Bi, aku minta maaf kalau membuatmu kecewa setelah mendengar cerita masa laluku. Aku ini seorang pria dan itu sudah menjadi hal yang biasa. Jadi kumohon kamu jangan berubah sikap hanya karena masa laluku. Yang terpenting saat ini hanya ada aku dan kamu.”
“Kenapa kamu nggak jujur dari awal, Ren?” Tanya Abi sambil terisak.
“Sayang, bukankah aku sudah mengatakan kalau semua itu hanya masa lalu. Untuk apa aku membahasnya lagi. yang ada semakin membuatmu sakit.” Jawab Reno sambil merengkuh tubuh Abi dengan erat.
Mungkin setelah ini Abi mencoba untuk menerima tentang masa lalu suaminya. Dia hanya takut jika Eliza akan datang kembali dan merebut Reno.
“Percayalah, setelah dengan Eliza, aku tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan siapapun. Dan aku pastikan wanita itu tidak akan kembali berulah.” Ucap Reno sekaligus menjawab ketakutan Abi.
“Lalu bagaimana dengan yang dikatakan oleh Eliza mengenai hubungan kamu dengan Daddy kamu?” tanya Abi dan seketika merubah raut wajah Reno.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️