Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 132 Melemahkan Saraf


__ADS_3

Keesokan harinya Reno mengajak Abi ke rumah mertuanya. Karena Reno akan ada pekerjaan penting bersama Sean dan juga Xander. Mungkin setelah ini, lebih tepatnya setelah masalahnya selesai, ia akan memboyong istrinya untuk tinggal menetap di rumah yang pernah mereka singgahi dulu.


Beberapa menit perjalanan, kini Reno sudah tiba di rumah mertuanya. Kedatangan Abi disambut hangat oleh Ayah dan Mamanya. Khususnya mereka menyambut Raffael. Sehari saja tidak melihat wajah cucunya itu, sudah membuat Lidia rindu berat.


“Duh, cucu Oma yang tampan!! Oma kangen banget seharian ditinggal.” Ucap Lidia berbasa-basi lalu meraihnya dari gendongan Abi.


Mereka duduk santai di ruang tengah. Tak lama kemudian Xander yang sejak tadi di ruang kerja Sean keluar dan memanggil Reno untuk ikut bersamanya masuk kembali.


Kini ketiga pria itu telah berkumpul. Mereka membicarakan rencana hari ini yang akan mendatangi markas Sean dimana Keano cs disekap.


“Apa kamu sudah menyiapkan semuanya, Ren?” tanya Xander.


“Sudah, Om. Reno tidak ingin pakai cara kekerasan. Namun jika terpaksa, semuanya Reno serahkan pada Om dan Ayah.” Jawab Reno.


“Oh ya, baru saja Chiko sudah memberitahu kalau dia akan berangkat ke sana terlebih dulu untuk memastikan seamuanya aman. Setelah ini kita susul ke sana.” Lanjut Reno.


Setelah perbincangan mereka bertiga selesai, mereka segera pergi ke tempat tujuan. Namun sebelumnya Reno berpamitan pada istrinya kalau ada pekerjaan yang penting.


“Hati-hati, Ren! Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu.” Ucap Abi lalu memberikan pelukan singkat.


Ketiga pria itu segera berangkat menuju markas. Reno menaiki mobilnya sendiri, sedangkan Sean bersama Xander dalam satu mobil.


Saat ini Reno sedang fokus dengan kemudinya. Dia sudah tidak sabar untuk memberikan pelajaran pada orang-orang yang hampir melenyapkan nyawanya. Namun tiba-tiba saja ponsel Reno bergetar mendapat panggilan dari Chiko.


Terdengar suara ketegangan dari balik sambungan telepon itu. Chiko mengatakan kalau orang-orang Keano tiba-tiba datang dan menyerang markasnya. Semua anak buah Reno yang berjaga di sana juga sedang kualahan. Tapi Chiko mengatakan kalau anak buah Keano belum berhasil masuk ke dalam markas.


Arrghhh

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar teriakan Chiko setelah itu panggilannya terputus begitu saja.


Reno menginjak pedal gasnya dengan kecepatan penuh. Sedangkan mobil Sean yang berada di belakangnya juga cepat tanggap mengikuti laju mobil Reno.


“Sepertinya ada yang tidak beres!” ucap Sean pada Xander.


Benar saja, setelah beberapa menit mobil Reno sampai lokasi, di sana masih terjadi keributan. Lebih tepatnya di luar markas. Tampak anak buah Keano sudah berjatuhan. Namun tak sedikit juga anak buah Reno yang ikut terkapar.


Reno mengehmbuskan nafasnya pelan. Dia tidak menginginkan ada tindakan kekerasan seperti ini. dan ternyata anak buah Keano yang telah berhasil menemukan keberadaan bos mereka.


Anak buah Reno melihat kalau bos mereka datang bersama dengan Sean dan Xander, mereka meemilih untuk minggir seolah menyerah pada anak buah Keano. Dan seolah memberikan kesempatan untuk masuk ke dalam markas, padahal Sean dan Xander akan memberikan serangan pada anak buah Keano dengan menembak mereka semua yang tersisa dengan senjata api yang sudah disiapkan oleh Xander.


Meskipun usia Sean dan Xander sudah tidak muda lagi, namun kedua pria itu masih ahli menembakkan senjata api itu tepat sasaran pada beberapa anak buah Keano. Bahkan dalam jarak yang cukup jauh.


Tak menunggu lama, puluhan timah panas itu berhasil melumpuhkan anak buah Keano yang tersisa. Setelah itu Reno bergegas masuk menuju markas. Namun sebelumnya ia meminta pada anak buahnya untuk membawa anak buah lainnya yang terluka ke rumah sakit.


“Cepat bawa Chiko ke rumah sakit! Sebentar lagi aku akan menyusul ke sana.” Ucap Reno.


Kini Reno sudah masuk ke dalam markas diikuti oleh Sean dan juga Xander. Ketiga pria yang beberapa hari disekap itu tampak murka melihat kedatangan musuh mereka. Itu tandanya anak buahnya tadi tidak berhasil menyelamatkannya.


“Apa kalian bertiga sudah beristirahat dengan baik selama beberapa hari di sini?” tanya Reno menatap ketiga pria yang terikat itu secara bergantian.


Memang benar, selama Reno menyekap ketiga pria itu, ia juga memberikan makanan pada mereka. Bahkan makanan yang terbilang cukup enak. Meskipun keadaannya sedang disekap.


Keano, Tuan Alteza, dan juga Tian hanya diam tak menjawab pertanyaan Reno. Mereka juga tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Reno setelah ini. akankah Reno menghabisi ketiganya secara membabi buta? Ataukah membawanya masuk ke dalam kolam penangkaran buaya? sayangnya hanya Reno saja yang mengetahuinya.


Reno memberi instruksi pada salah satu anak buahnya yang ada di luar untuk membawa koper kecil yang ada di dalam mobilnya. Setelah itu memberikannya pada Reno.

__ADS_1


“Tutup mulut mereka bertiga!” perintah Reno pada anak buahnya.


Ketiga pria yang dalam keadaan terikat itu memberontak kuat saat mulutnya akan diplester. Namun tetap saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Reno membuka koper kecilnya itu, lalu mengambil sebuah suntikkan dan mencampurkan beberapa cairan dalam satu injeksi.


Sean dan Xander yang sejak tadi ada di sana sangat penasaran dengan isi kandungan dalam cairan tersebut. Namun mereka berdua tidak ingin bertanya terlebih dulu sebelum Reno selesai menyuntikkannya pada ketiga pria itu.


Tampak Keano memberontak saat Reno memegang lengannya untuk diberikan injeksi. Begitu juga dengan Tuan Alteza dan juga Tian.


“Sebenarnya apa isi kandungan dalam cairan itu, Ren?” tanya Xander.


“Oh, itu hanya hanya cairan yang akan membuat tubuh menjadi lebih kuat, Om.” Jawb Reno menjeda kalimatnya sambil menatap Keano, Tuan Alteza, dan Tian bergantian.


“Lebih kuat dan perlahan melemahkan saraf mereka. Setelah itu rekasi selanjutnya, akan membuat kulit dan daging mereka membusuk.”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


 

__ADS_1


__ADS_2