
Chelsea pergi ke butik milik teman Mamanya untuk mengambil pesanannya. Butik itu berada di mall dimana Chiko dan Reno meeting. Tadinya Chelsea akan pergi sebelum jam makan siang. Namun kepalanya terasa sangat pusing. alhasil dia pergi setelah jam makan siang.
Butik teman Mama Chelsea itu juga sangat ramai pengunjung. Sebenarnya Chelsea hanya sebentar saja karena tinggal mengambil langsung pulang. namun sayangnya Tante Sonya menahan Chelsea. Wanita itu sejak dulu sangat menyukai Chelsea dan menganggapnya seperti anak sendiri.
“Tan, Chelsea pulang dulu ya? Ini Mama baru saja mengirim pesan kalau pesanannya mau diambil.” Ucap Chelsea mencari alasan.
“Sayang sekali. Padahal Tante mau ngajak kamu ngopi dulu. Ya sudah lain kali saja.” jawab Tante Sonya.
Setelah itu Chelsea keluar dari butik. Butik milik Tante Sonya juga berada di lantai lima, dan berhadapan dengan outlet kosmetik milik Naomi. Kebetulan juga sejak dulu Chelsea menggunakan produk skincare terkenal itu. Dia pun mampir sebentar untuk membeli toner.
Chelsea melenggang masuk ke dalam outlet tersebut. Dia langsung menuju stand. Karena dia juga sudah terbiasa membelinya di sana. Namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang sangat tidak asing baginya. Dan seseorang itu tak lain adalah Chiko.
Chelsea ingin memastikan apakah itu benar Chiko atau bukan. Karena hanya terlihat dari belakang. Dia berharap bukan Chiko, karena ada seorang wanita yang sedang menggandengnya. Mungkin saja orang lain yang kebetulan mirip.
“Mas Chiko?” panggil Chelsea dengan suara lirih. Semoga pria itu tidak menoleh.
Alangkah terkejutnya Chelsea saat pria itu menoleh. Bahkan Chiko sendiri juga terkejut melihat kekasihnya berada di tempat yang sama dengannya.
“Kenapa, Ko? Apa kamu kenal dengannya?” tanya Naomi dengan tangan masih menggandeng tangan pria itu.
Chiko segera melepaskan tangan Naomi dan mendekati Chelsea yang menatapnya penuh kekecewaan.
“Chelsea, tunggu!” Chiko berlari mengejar Chelsea yang berjalan cepat.
Air mata Chelsea tak henti-hentinya keluar. Hatinya sangat sakit melihat kekasihnya bergandengan tangan dengan seorang wanita di tempat umum. Apakah arti semua perjuangan Chiko terhadapnya selama ini jika ujung-ujungnya Chiko sendiri yang menghianatinya.
“Chelsea, tunggu! Dengarkan penjelasanku dulu!” ucap Chiko dengan nafas ngos-ngosan karena mengejar Chelsea.
__ADS_1
“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. semuanya sudah jelas. Minggi!” jawab Chelsea dan berusaha menyingkirkan Chiko yang menghalanginya masuk mobil.
Chiko minggir dan mempersilakan Chelsea memasuki mobilnya. Namun sebelum perempuan itun menutup pintu mobil, Chiko langsung masuk dan menggeser tubuh Chelsea. Dia segera mengambil alih kemudi dan menjalankan mobil Chelsea menuju suatu tempat. Rasanya tidak mungkin dia menjelaskan semua itu di basement mall.
Chelsea membuang pandangannya ke luar jendela. Dia malas sekali melihat wajah Chiko. Sedangkan Chiko masih fokus pada jalanan. Hingga akhirnya dia menghentikan mobil Chelsea di sebuah tempat yang sangat sepi.
“Kenapa kamu bawa aku kesini?” tanya Chelsea terkejut.
Chiko melepas sabuk pengamannya. Kemudian melepas sabuk pengaman yang dikenakan Chelsea.
“Sayang, maafkan aku. itu semua tidak seperti yang kamu bayangkan. Dia hanya rekan bisnis. Tidak lebih dari itu.” Ucap Chiko sambil memegang tangan kekasihnya itu.
“Rekan bisnis yang bebas bergandengan tangan di tempat umum.” Jawab Chelsea dan menghempaskan tangan Chiko.
“Ok. Aku salah. Dia memang rekan bisnis. Pertemuanku dengan Naomi juga dari urusan pekerjaan. Hingga akhirnya aku dekat dengannya. Kedekatanku juga tidak ada ikatan apapun. Aku hanya sekali saja makan malam dengannya. Setelah itu tidak pernah lagi bertemu dengannya. Lagian saat itu statusku memang tidak terikat dengan siapapun. Dan tadi saat dia menggandengku, aku sudah berusaha melepasnya. Percayalah, aku sama sekali tidak ada hubungan yang special dengannya. Nanti akan aku jelaskan langsung sama dia kalau aku sudah memiliki calon istri.” Tutur Chiko panjang lebar.
“Keluarlah! Aku mau pulang.” ucap Chelsea sambil melepaskan genggaman tangan Chiko.
“Sayang, kamu sakit? Wajah kamu pucat sekali.” Chiko sangat panik melihat bibir kekasihnya yang pucat pasi. Tak lama kemudian mata Chelsea berkunang-kunang, sebelum akhirnya ia menutup mata.
“Sayang bangun!” Chiko semakin panik. Dia menepuk-nepuk pipi Chelsea namun perempuan itu masih setia menutup matanya.
Chiko segera melajukan mobilnya menuju klinik atau rumah sakit terdekat. Dia takut terjadi sesuatu dengan kekasihnya. Justru sekarang badan Chelsea terasa hangat.
Beberapa menit kemudian Chiko menemukan sebuah klinik. Dia segera membawa Chelsea ke sana dan meminta dokter segera memeriksanya.
Saat direbahkan di brankar klinik, Chelsea juga masih menutup matanya. Chiko pun setia mendampinginya saat dokter memeriksanya.
__ADS_1
“Tekanan darah istri Bapak sangat rendah. Sepertinya Ibu juga kurang beristirahat dengan baik. Dan ini sangat berbahaya buat janinnya.” Ucap dokter.
“Janin?” Chiko terkejut mendengar kalimat terakhir dokter.
“Iya. Istri Bapak sedang hamil. Jadi Bapak belum tahu?” tanya dokter itu sambil mengulas senyum pada Chiko. Chiko hanya menjawab dengan gelengan kepala.
“Lebih baik anda periksakan kandungan Ibu ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Apalagi keadaan Ibu sangat lemah seperti ini.” ujar dokter menyarankan. Setelah itu keluar dari ruang pemeriksaan.
Meskipun Chiko sangat khawatir dengan keadaan Chelsea, namun setelah mengetahui bahwa kekasihnya itu sedang hamil, dia sangat bahagia.
Tak lama kemudian Chelsea mengerjapkan matanya. dia melihat ada Chiko sedang berdiri di sampingnya.
“Kenapa aku di sini? aku mau pulang.” ucap Chelsea dengan nada datar, karena masih kecewa dengan Chiko.
“Baiklah. Sebentar lagi kita pulang dan menikah.” jawab Chiko sambil tersnyum pada Chelsea.
“Aku tidak mau menikah denganmu!”
“Aku tidak peduli, karena ada anakku di dalam sini.” bisik Chiko sambil mengusap perut rata Chelsea.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️