
Warningg!!!! 🔥🔥😭😭😭
Reno bertanya sambil mencengkeram rahang Abi dengan kuat, hingga kepala perempuan itu mendongak ke atas.
Abi terkejut sekaligus tidak mengerti dengan maksud Reno. Tapi mendengar Reno memanggilnya dengan sebutan tak layak itu, membuat hatinya sakit.
“Apa kurang uang yang aku berikan padamu, hah?”
“Tega kamu menghianati kepercayaanku, Bi! Ah tidak! Rasanya aku sudah tidak pantas lagi memanggil namamu. Karena wanita ja***g lah yang cocok untuk kamu.”
Abi sudah meneteskan air matanya. dia berusaha lepas dari Reno yang sejak tadi mencengkeram rahangnya. Setelah berhasil, nafas Abi tampak tersengal.
“Apa maksud kamu, Ren? Kamu sedang mabok?” tanya Abi dengan suara lemah.
“Jangan terus mengelak. Aku sama sekali tidak minum. Jadi aku sangat sadar dengan apa yang aku ucapkan dan apa yang aku lihat.”
"Berapa pria tua sialann tadi membayar tubuhmu ini, hah?” bentak Reno sambil menorong tubuh Abi hingga terjerembab ke atas ranjang.
Sejenak Abi berpikir tentang ucapan Reno. Pria tua. Seingatnya tadi dia hanya bertemu dengan Omnya di mall, yaitu Om Xander. Apakah Reno tadi siang juga berada di sana hingga membuatnya salah paham seperti ini.
Saat Abi hendak bangun dan ingin menjelaskan pada Reno, pria itu kembali mendorongnya dengan kuat.
“Ternyata sekali ja***g, tetap ja***g!” umpat Reno tepat di depan wajah Abi.
Abi yang tadinya hanya diam, kini ikut marah saat Reno kembali menyebutnya dengan kata tak pantas itu. Tengannya mengepal kuat dan ia ayunkan ke wajah Reno. Namun sayangnya pergerakan tangan Abi sudah terbaca oleh Reno. Dengan sigap, pria itu menangkis tangan Abi dan menekannya kuat ke atas kepala Abi.
“Dimana saja pelangganmu tadi menyentuhmu, hah?” tanya Reno dengan mengendus wajah Abi.
__ADS_1
“Cukup, Reno!! Kamu salah paham. Pria itu Om Xan-mmpphh…”
Belum sempat Abi menyelesaikan ucapannya, Reno sudah membungkam bibir Abi dengan ciuman yang sangat rakus. Bahkan ciuman itu sangat menyakitkan bagi Abi.
“Masih beraninya kamu menyebut pria langgananmu di hadapanku. Sekarang giliranku yang harus kamu puaskan sebelum aku membuangmu sangat jauh!” ucap Reno dan kembali melumatt dengan kasar bibir Abi.
Abi terus meronta, namun tenaganya tak sebanding dengan Reno. Sekarang Reno seperti orang kesetanan. Abi terus berusaha menjelaskan tentang pertemuannya yang tidak sengaja tadi bersama Xander, yang kebetulan juga sedang melakukan perjalanan bisnis di negara ini. Abi juga berniat mengenalkan Xander pada Reno. Tapi waktunya masih belum ada.
Reno menulikan pendengarannya. Dia masih terbakar amarah mengingat kebersamaan Abi dengan Xander tadi. kini ciuman itu sudah turun ke leher jenjang Abi. Bahkan dengan gerakan cepat Reno mampu melepas baju atasan Abi. Kemudian pria itu membabi buta menyerang Abi. Perlakuan kasar Reno seperti sekarang ini membuat Abi kualahan. Abi tak mampu lagi berucap kata, Karena percuma saja.
Setelah puas menciumi dan memberikan banyak noda merah di leher jenjang Abi, Reno kini melahap dua aset berharga milik Abi dengan sangat rakus. Hingga membuat Abi kesakitan.
“Reno, cukup!!” teriaknya menahan kesakitan.
“Kenapa, hah? Jangan harap kamu menginginkan permainan lembut seperti yang dilakukan pria hidung belang langgananmu tadi. ini adalah balasan yang setimpal.” Jawab Reno dan kembali menyerang Abi.
“Reno, jangan!!” teriak Abi berusaha mengencangkan suaranya saat Reno sudah berhasil meloloskan kain penutup inti tubuhnya bagian bawah.
Abi bergerak resah mencoba menghindar, namun kedua kakinya sudah ditindih oleh kaki Reno. Dan dengan cepat pria itu melepas kaos dan celananya, hingga kini keduanya sama-sama tanpa memakai sehelai benang.
“Tolong, Reno jangan lakukan itu!” Teriak Abi semakin ketakutan.
“Kamu kira aku percaya dengan wajah polosmu yang ketakutan sepeti ini? apalagi setelah melayani pria tadi.”
“Kamu salah paham, Ren-“
“Diam!!! Kamu perlu tahu, aku sama sekali tidak suka jika milikku disentuh orang lain. Dan kamu telah menghianati kepercayaan yang telah aku berikan.”
__ADS_1
Abi menggelengkan kepalanya sambil berderai air mata. Akal sehat Reno sudah tertutup oleh amarah bercampur hawa napsu. Sebelum melakukan penyatuannya, Reno kembali menyerang dua aset milik Abi dan melumatt bibirnya dengan rakus.
Inti tubuh Reno sudah menegang. Tanpa melakukan pemanasan, pria itu melesatkan miliknya ke dalam inti tubuh Abi.
Awalnya Reno merasakan kesusahan, namun dengan mencobanya sekali lagi dan dengan hentakan sangat kuat, akhirnya dia berhasil menembus benteng pertahanan milik Abi.
Tubuh Abi bergetar. Air matanya terus mengalir Manahan kesakitan. Suaranya tercekat dan tak mampu lagi untuk berucap. Sedangkan Reno yang sudah terlanjur melesatkan intinya ke dalam milik Abi, dengan cepat pria itu bergerak maju mundur tanpa mempedulikan kesakitan yang sedang Abi rasakan. Walau sebenarnya dia merasa ada sesuatu yang aneh.
Reno terus bergerak untuk mencapai puncaknya sendiri. Hingga akhirnya dia merasa ada seseuatu dalam tubuhnya ingin segera dikeluarkan. Dan lagi, rasa inti milik Abi sangat berbeda.
Lenguhan panjang keluar dari mulut Reno bersamaan dengan keluarnya cairan hangat ke dalam inti Abi. Sedangkan Abi kini sudah tidak punya lagi kekuatan untuk melawan Reno.
“Vibi!!!” ucap Reno terkejut saat melihat ada darah yang keluar dari inti Abi setelah dia menyelesaikan pelepasannya.
Abi tergolek lemah dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Dan posisi tubuh Reno masih mengungkung Abi. Pria itu menatap wajah sendu Abi penuh penyesalan.
“Kamu, kamu masih virg**n, Bi?” gumamnya menyesal.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1