Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 21 Mengulangi


__ADS_3

Bukan tanpa alasan Reno bertanya seperti itu. Sebenarnya saat Abi masuk ke kamar mandi tadi dia sudah bangun. Hanya saja masih malas untuk membuka mata. Ditambah lagi rahangnya tiba-tiba terasa nyeri saat tanpa sengaja tertekan tangannya sendiri. Dan Reno mencoba posisi miring, setidaknya untuk merilekskan tubuhnya sejenak sambil menutup mata.


Dan Reno juga tahu kalau Abi baru saja keluar dari kamar mandi. dia masih memejamkan mata karena tidak ingin melihat penampilan perempuan itu yang selalu meresahkan. Lalu samar-samar Reno mendengar Abi memuji dirinya. Dalam hati ia tersenyum. Namun setelah itu mendadak hatinya dongkol setelah mendengar banyak sekali umpatan yang keluar dari mulut Abi.


“Vibi! Aku sedang bertanya padamu. Apa baru saja ada orang yang berbicara?” tanya Reno lagi saat Abi masih diam memaku dengan posisi membelakanginya.


“Ng…Nggak ada, Tuan. Sejak tadi hanya saya yang ada di kamar Tuan.” Jawab Abi berusaha untuk tenang.


Abi menjawab dengan tangan masih sibuk membenahi gorden yang menutup jendela kamarnya. Karena untuk berhadapan langsung dengan Reno dia masih belum berani. Terlebih detak jantungnya masih berdegup tak beraturan.


“Tuan!!” pekik Abi terkejut saat berbalik badan ternyata Reno sudah berdiri di belakangnya. Jadi sekarang mereka saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Jangan lupakan keadaan Reno yang hanya memakai boxer saja dan bertelanjang da-da. ditambah rambutnya yang masih acak-acakan.


Sungguh ingin sekali Abi memiliki ilmu menghilang sesaat. Bagaimana tidak. Mukanya pun saat ini sudah memerah saat berhadapan dengan Reno dalam posisi yang tak wajar.


“Bukankah sudah aku katakan kalau bicara, lihat lawan bicaramu. Kamu bicara sambil membelakangiku, memangnya aku ini makhluk tak kasat mata?” tanyanya sambil terus menatap intens mata Abi.


“Ehm.. i… iya Tuan, maaf!” ucapnya dengan gugup.


“Maaf soal apa? Kenapa bicaramu gugup seperti itu?” tanya Reno yang semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Abi.


Kedua pasang mata itu saling menatap dalam jarak yang semakin terkikis. Bahkan Reno bisa mencium aroma mint dari hembusan nafas Abi.


“Saya… minta ma…af hmmppp-“


Reno sudah tidak tahan lagi melihat bibir mungil merah muda milik Abi yang pagi ini begitu menggoda. Akhirnya ia nekat membungkamnya dengan ciuman dan ********** dengan lembut penuh perasaan. Entahlah sejak kapan Reno sudah tergila-gila dengan rasa manis bibir Abi itu. Mungkin sejak aksi pura-pura mabuknya saat itu. Dan kini dia mulai berani mengulanginya lagi.

__ADS_1


Abi masih belum bereaksi apa-apa. Mendadak otaknya blank dengan kejadian yang sedang ia alami saat ini.


Reno melepas sejenak lumatannya, karena Abi tak juga membuka mulutnya.


“Aku bertanya sekali lagi, apakah ada orang yang sedang berbicara? lebih tepatnya membicarakanku?” tanya Reno penuh intimidasi.


Abi membelalakkan matanya terkejut. Dia menggelengkan kepalanya dengan takut jika Reno benar mendengar semuanya.


“Jawab!” ucapnya dengan suara datar.


“Tidaa-hmmpp….”


Saat mulut Abi terbuka, disitulah Reno mulai menyerangnya lagi. Untuk kali ini Reno berhasil memasukkan lidahnya dan mulai melumatt lidah Abi yang masih terasa kaku. Secara reflex Abi memegang kedua Pundak Reno yang tengah memperdalam ciumannya.


Detak jantung Abi dan Reno saat ini saling berpacu. Reno sungguh menikmati kegiatannya itu. Kegiatan baru yang sangat memabukkan. Abi pun perlahan juga terbuai dengan serangan lembut yang diberikan Reno.


“Itu hukuman buat kamu yang berani mengumpatiku! Sekarang keluarlah dan tunggu aku di ruang kerja.” Ucapnya sambil terus menatap Abi yang sedang tertunduk.


Abi hanya mengangguk lalu segera keluar dari kamar Reno. Jujur saja sampai saat ini dia masih belum percaya apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Reno. Bahkan Abi memegangi bibirnya yang masih menyisakan rasa ciumann tadi.


Sedangkan Reno yang saat ini sedang berendam dalam bathtub juga masih membayangkan ciumannya dengan Abi baru saja. sepertinya akan sangat menyenangkan jika setiap hari bisa melakukan itu.


**


Selesai mandi, Reno segera masuk ke ruang makan. Di sana sudah tersaji masakan yang dibuat oleh Abi. Seperti biasa, Reno sangat menikmati setiap olahan masakan yang dibuat Abi. Tak lupa ia juga masih rutin meminum obatnya.

__ADS_1


Saat ini Reno sedang berjalan menuju ruang kerjanya, dimana Abi sedang menunggunya. Hari ini Reno tidak ingin mengerjaan pekerjaan kantor dulu karena memang benar-benar ingin istirahat. Maka dari itu ia meminta Abi yang mengerjakannya.


Cklek


Abi mendadak gugup sekaligus canggung saat Reno memasuki ruang kerjanya. Pria itu berjalan tanpa beban seperti baru saja tidak terjadi apa-apa.


“Kemarilah!” pinta Reno agar Abi mendekati meja kerjanya.


Tanpa menjawab, Abi berjalan mendekat meja kerja Reno. Dia masih berdiri di belakang Reno yang masih sibuk mengoperasikan laptopnya.


“Cek semua data ini satu per satu dan cocokkan dengan data asli yang ada di file ini. jika sudah selesai, bilang padaku. setelah itu kamu buat laporannya.” Ucap Reno.


“Baik, Tuan!” jawab Abi.


“Dan kalau ada kesulitan, kamu cari aku ke kamar. karena aku ingin istirahat.” Lanjutnya dan bergegas berdiri.


Saat Reno berdiri, Abi yang masih dalam posisi agak menunduk terkejut dan dengan cepat mundur. Badannya hampir terjerembab kalau saja Reno tidak sigap menangkapnya.


“Apa kamu mau mengulangi kejadian tadi pagi?”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2