Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Cj 170 2C (Chiko-Chelsea)


__ADS_3

Tentu saja Chiko hanya bisa menggerutu dalam hati kalau dia ingin posisinya aman. Bagaimana bisa janin yang ukurannya masih sebiji jagung itu ingin makan es krim. Sungguh kasihan sekali janin yang masih berkembang itu sudah menjadi kambing hitam mamanya.


“Kenapa diam? apa Mas Chiko sedang mengumpatiku sekarang?” tanya Chelsea tiba-tiba. Dan itu berhasil membuat Chiko gelagapan.


“Ap..apa? nggak mungkin lah, Sayang.” Jawab Chiko lalu meraih tangan istrinya lalu mengecup sekilas punggung tangannya, agar Chelsea percaya.


Chiko sangat heran. Bagaimana bisa istrinya tahu kalau baru saja dirinya sedang menggerutu. Apakah semua wanita hamil seperti itu? instingnya kuat.


Tak lama kemudian mobil Chiko sudah memasuki basement mall. Setelah itu ia mengajak Chelsea masuk menuju outlet es krim.


Dari jauh Chelsea sudah menelan ludahnya saat membayangkan makan es krim kesukaannya. Beruntungnya ia tidak perlu mengantri untuk membelinya.


“Sayang, ini kamu duduklah dulu. Aku sedang ada telepon. Aku angkat sebentar, nanti aku susul.” Ucap Chiko lalu sedikit menjauh mencari tempat yang agak sepi.


Chelsea menurut. Ia menikmati es krim itu dengan sangat lahap. Bahkan dua cup pesanannya sudah tandas dalam waktu sekejap. Kini tersisa satu cup milik sang suami. Chelsea sebenarnya ingin memakan jatah suaminya juga. tapi rasanya sangat tidak sopan jika tidak ijin pada si pemiliknya.


Akhirnya Chelsea akan menunggu suaminya dulu untuk meminta ijin. Dia melihat Chiko baru saja memasukkan ponselnya ke dalam saku. Namun tiba-tiba saja wajah Chelsea tampak murka setelah melihat ada seorang wanita menghampiri Chiko. Bahkan wanita itu tiba-tiba saja menggandeng tangan suaminya dengan mesra.


“Ko, kamu kemana saja sih? Bukankah kita akan melanjutkan rencana kencan kita dulu?” ucap Naomi tiba-tiba.


“Tolong jangan seperti ini, Naomi!” Chiko berusaha melepas gandengan tangan Naomi. dia sangat cemas jika istrinya mengetahui semua ini.


“Kenapa? Aku sudah tidak sabar ingin bercumbu denganmu.” Ucap Naomi tidak peduli dengan usaha Chiko yang ingin melepas tautan tangannya.


“Mas!” tiba-tiba suara itu mengagetkan Chiko.


Sontak saja wajah Chiko memerah takut melihat aura kemarahan sang istri. Dan jangan lupakan sesuatu yang saat ini sedang dibawa oleh istrinya. Yaitu satu cup es krim miliknya.

__ADS_1


“Siapa sih dia, Ko?” tanya Naomi. wanita itu justru menyandarkan kepalanya di Pundak Chiko.


Awwww


“Gila kamu ya!!!” pekik Naomi saat tiba-tiba Chelsea menumpahkan es krim ke wajahnya.


Sontak saja hal itu menjadi pusat perhatian beberapa orang di sekitar mereka. Chiko segera menjauhi Naomi dan mendekat pada sang istri.


“Sayang, sudah ayo kita pulang!” ajak Chiko mengabaikan Naomi yang masih sangat kesal sekaligus malu.


“Ko, siapa sih dia. Ayo dong bantuin bersihkan noda ini. dasar wanita gila!!” umpat Naomi lalu meraih tangan Chiko agar mendekatinya.


Chelsea pun masih diam dan dia juga tidak terima dikatai gila oleh Naomi. bahkan ia menarik balik tangan sang suami. alhasil kini Chiko menjadi bahan tarik-tarikan oleh dua wanita cantik. Orang-orang sekitar juga tampak bingung. Entah siapa yang istri sah, siapa yang pelakor. Dan melihat itu semua, Chelsea semakin kesal. Lalu ia melepaskan tangan sang suami begitu saja pergi meninggalkan mereka berdua.


“Ko, bagaimana ini? aku sangat malu.” Ucap Naomi.


“Huuu… dasar pelakor!”


“Iya… tidak tahu diri!”


“Ngatain orang gila, nyatanya dirinya sendiri yang gila.”


Begitulah cibiran orang-orang pada Naomi. akhirnya Naomi segera pergi. Dia sangat tidak terima dipermalukan seperti ini di hadapan orang banyak. Memang tak banyak orang mengetahui siapa dirinya. Termasuk Chelsea.


“Tunggu saja pembalasanku, wanita gila!!” umpat Naomi yang ditujukan pada Chelsea.


Sementara itu kini Chiko sudah berhasil mengejar istrinya. Ia segera membawa Chelsea pulang. untuk saat ini lebih baik ia diam dulu saat mengetahui istrinya masih marah. Karena percuma saja menjelaskan semuanya di saat suasana hati istrinya sedang dipenuhi amarah dan pikiran buruk.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, Chelsea keluar lebih dulu dari mobil dan meninggalkan Chiko.


Klik


Chelsea memasuki unit apartemen. Tiba-tiba saja perutnya sangat mual dan ingin mengeluarkan isinya saat ini juga. dengan cepat ia berlari menuju toilet.


Huuekkk huuueekk


Chiko yang baru saja masuk, ia mendengar suara istrinya sedang muntah. Dia pun segera berlari ke arah toilet.


“Sayang, kamu nggak apa-apa?” tanya Chiko dengan cemas sambil memijit tengkuk sang istri.


Chelsea terus memuntahan isi perutnya. Bahkan es krim yang baru saja ia makan juga keluar semua.


Setelah merasa perutnya tidak merasa mual lagi, Chelsea membersihkan mulutnya. Kini kepalanya yang terasa sangat pusing. dia melihat Chiko berdiri di sampingnya hendak melarang agar tidak mendekatinya, namun sayangnya tenaga Chelsea tidak mampu untuk memarahi sang suami. badannya terasa lemas. Hingga akhirnya ia bersandar pada dada bidang Chiko karena sudah tidak mampu lagi untuk berpijak.


“Sayang, badan kamu lemas sekali.” Chiko tampak panik. Ia pun segera mengangkat tubuh Chelsea dan membawanya masuk ke dalam kamar.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2