Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 136 Tidak Akan Terganggu


__ADS_3

Abi masih sibuk menyusui Raffael. Dia masih belum menyadari keberadaan seseorang di dalam kamar itu dengan tatapan yang berbeda.


Reno mulai resah sendiri. Dia juga mengendurkan dasi yang sejak tadi membelit lehernya. Melihat Raffael yang tampak rakus meminum susu langsung dari sumbernya, membuat Reno semakin tak karuan. Bahkan bayi itu dengan santainya minum dengan mata terpejam. Andai saja dia berada di posisi Raffael, pastinya dia tidak bisa tidur seperti bayi itu.


“Reno!” Abi tersentak saat melihat suaminya sudah berada di kamar.


Abi menatap wajah suaminya seperti ada yang tidak beres. Lalu ia mengikuti kemana arah pandang Reno saat ini.


“Astaga!” Abi terkejut sendiri saat menyadari telah memperlihatkan dua aset berharganyalah yang sedang mencuri atensi Reno.


Buru-buru Abi meletakkan Raffael ke dalam box bayi setelah dirasa cukup memberikannya ASI. Setelah itu barulah ia menyambut suaminya yang baru pulang dari kantor.


“Aku siapkan air hangat dulu, ya?” ucap Abi lalu meraih tas suaminya.


Saat tangan Abi mengambil ta situ, Reno justru menarik tasnya. Alhasil Abi ikut ketarik dan mendekat hingga menabrak dada bidang suaminya.


“Eh, Ren!” Abi gelagapan saat lengan kokoh suaminya sudah memeluk tubuhnya dengan erat.


“Sayang, kapan aku diperbolehkan buka puasa?” Tanya Reno dengan suara berat.


Sebenarnya sudah sejak lama Abi selesai masa nifasnya. Namun dia sudah mengatakan pada Reno kalau masih takut jika melakukan hubungan suami istri. Terlebih dia menjalani proses persalinan secara normal. Yang ada di pikiran Abi pasti akan sakit jika memulainya lagi. karena melihat raut ketakutan istrinya, akhirnya Reno tidak tega untuk memaksa istrinya untuk melakukan hubungan suami istri. Jadi ia menyibukkan diri dengan pekerjaan kantor. dan sabar menunggu sampai istrinya benar-benar siap. Dan kali ini, saat melihat dua buah aset milik Abi yang begitu menantang, membuat kesabarannya sirna begitu saja.


Sedangkan Abi juga merasa berdosa jika terus menunda kewajibannya. Namun dia juga masih menyimpan ketakutan yang besar jika melakukannya.


“Aku berjanji akan melakukannya dengan pelan dan lembut, Sayang!” bisik Reno.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Abi siap mengambil keputusan. Dia mengurai pelukan itu. Tatapan Reno berubah kecewa karena menurutnya Abi kembali menolaknya.


“Aku siapkan air hangat untuk kamu mandi dulu, setelah itu kita bisa melakukannya.” Ucap Abi dengan suara lirih nyaris tak terdengar.


Hati Reno bersorak. Tanpa berkata-kata lagi, ia mengangguk setuju dengan saran istrinya dan membiarkan Abi masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.


Selama Reno berada di kamar mandi, Abi berganti pakaian dengan pakaian haram yang dijamin akan membuat suaminya semakin on fire. Ya, meskipun dia masih takut. Tapi setidaknya dengan memberikan kejutan ini, sama halnya membahagiakan suaminya.


Setelah tubuhnya dibalut dengan pakaian berbahan tipis nan seksii itu, Abi duduk di bibir ranjang menunggu suaminya keluar dari kamar mandi. ah, rasanya seperti akan melakukan malam pertama saja. Denyut jantung Abi berdebar-debar tak karuan menanti sang arjuna keluar dari kamar mandi.


Cklek


Niat hati ingin memberikan kejutan sekaligus menyenangkan hati sang suami dengan pakaian seksii, kenapa justru ia yang terlebih dulu dikejutkan, bahkan tergoda dengan penampilan Reno yang hanya memakai handuk sebatas pinggang. Dan jangan lupakan rambutnya yang sedikit basah itu, membuat Abi kelabakan sendiri. Buru-buru Abi memalingkan muka saat Reno baru saja menatapnya.


“Sayang!” Panggil Reno dengan suara tercekat saat melihat penampilan istrinya yang sangat menggoda.


“Sayang, lihat aku!” ucap Reno setelah berhasil merangkum rahang Abi.


Cup


Satu kecupan mendarat di kening Abi. kecupan hangat namun mampu membuat Abi terbuai.


“Terima kasih untuk penyambutannya malam ini. aku sangat mencintaimu, Bi!” ucap Reno dengan menempelkan keningnya di kening Abi.


Abi hanya mengangguk samar. Dia sudah siap melayani suaminya malam ini. karena dia sangat yakin kalau Reno pasti akan melakukannya dengan pelan dan lembut.

__ADS_1


Sejenak Reno melirik box bayi dimana Raffael sedang tidur. Dia berharap anaknya itu tidak mengganggu proses buka puasanya malam ini.


“Dia baru saja minum. Jadi aku pastikan tidurnya akan sangat nyenyak sampai pagi.” ucap Abi menjawab kegundahan hati suaminya.


Reno menoleh ke arah istrinya lalu mengulas senyum lega.


Perlahan Reno mendorong tubuh Abi. setelah itu ia mengungkung tubuh sang istri yang hanya berbalut lingerie warna hitam.


Meskipun Reno sudah tidak tahan dengan godaan di depan matanya, namun ia sudah berjanji pada Abi untuk melakukannya dengan lembut. Jadi ia lebih dulu membuat istrinya rileks dengan memberikan sentuhan yang memabukkan.


Reno mencium bibir Abi dengan lembut. Melumatnnyaa penuh kemesraan. Suara decapan itu sampai terdengar mengisi kesunyian dalam kamar itu. Perlahan Abi terbuai dengan sentuhan lembut dari Reno yang menjalari tubuhnya. Hingga akhirnya bibir Reno mendarat tepat di atas dua bongkahan besar yang sejak tadi sudah menggoda imannya.


“Sayang, ini indah sekali!” lirih Reno dengan mata berkabut gairahh.


Abi menahan nafasnya agar tak sampai mendesaah saat bibi suaminya mulai menyapu ujung asetnya.


“Jangan ditahan, Sayang! Aku yakin Raffael tidak akan terganggu.” Ucap Reno meyakinkan sebelum akhirnya melahap kedua buah itu secara bergantian dengan sangat rakus.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2