Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 104 Kram


__ADS_3

Setelah mengetahui keberadaan istrinya, hari itu juga Reno segera terbang ke kota B, lebih tepatnya ke rumah Xander. Rumah yang dulu pernah ia kunjungi dan tidak membuahkan hasil. Dan setelah diberitahu mertuanya kalau sudah beberapa bulan Abi tinggal di sana setelah sebelumnya tinggal di luar negeri.


Kini Reno sudah berada dalam pesawat yang akan membawanya ke kota B. dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya. Apalagi setelah mengetahui kebenaran bahwa Abi adalah perempuan yang sudah dijodohkan dengannya dari dulu. Reno pun semakin yakin kalau Abi memang sudah digariskan menjadi jodohnya.


Tepat sore hari Reno sampai di kota B. Dia segera memesan taksi untuk membawanya ke rumah Xander. Sesampainya di sana, saat Reno baru turun dari taksi, dia melihat sebuah mobil yang baru saja memasuki rumah besar Xander. Reno pun berjalan kaki mengikuti mobil yang baru saja berhenti itu.


Dari jarak beberapa meter, dia melihat seorang pria tampan seusia dengannya keluar lebih dulu dari mobilnya. Kemudian pria itu berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil. Bahkan pria itu mengulurkan tangannya pada seseorang yang hendak keluar dari mobil.


Deg


Jantung Reno berdegup kencang saat melihat wanita hamil yang menyambut tangan pria itu adalah istrinya. Hati Reno sangat sakit melihat ada pria lain yang sangat perhatian dengan istrinya. Bahkan sudah lama ia membiarkan Abi menenangkan diri, namun kini kenyataannya istrinya itu sedang bersama pria lain.


“Vibi!” panggil Reno dengan suara lemah, namun masih bisa didengar oleh kedua orang yang berada di sisi mobil itu.


Abi menoleh karena merasa tidak asing dengan suara itu. Matanya terbelalak saat mengetahui Reno ada di hadapannya. Bagaimana pria itu tahu kalau dirinya berada di sini.


Reno berjalan mendekati istrinya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Antara rindu dan marah bercampur jadi satu dalam benaknya. Apalagi melihat tangan pria itu masih memegang tangan istrinya.


“Vibi, siapa dia?” tanya Reno dengan tatapan sendu.


“Ayo, Vi masuk! Kamu pasti lelah setelah pemotretan tadi.” ucap Reza mengalihkan perhatian Reno.


Reno semakin geram melihat sikap Reza yang tidak tahu diri. Apakah pria itu tidak tahu kalau dirinya adalah suami Abi. Reno mengepalkan kuat tangannya lalu berjalan mendekati Abi dan Reza.

__ADS_1


Bugh


Sebuah bogeman mendarat tepat di rahang Reza. Seketika itu Reza jatuh tersungkur. Abi pun berteriak ketakutan saat melihat Reno murka dengan Reza. Abi berusaha membantu Reza untuk berdiri, namun Reno mencegahnya.


“Sudah lama aku mencarimu, Bi. Dan ini yang kamu lakukan selama ini.” ucap Reno dengan raut penuh kekecewaan.


Setelah itu dia meraih Reza dan ingin memberikan pelajaran lagi pada pria itu. Namun belum sempat Reno menyerang Reza, dari belakang sudah ada seseorang yang memukul Reno hingga membuatnya jatuh terseungkur. Orang itu yang tak lain adalah Xander.


Suasana sore itu mendadak mencekam karena terjadi perkelahian antara Reno dan Xander. Namun Xander lah yang terlihat begitu aktif menyerang Reno. Abi terus berteriak histeris meminta Xander untuk mengakhiri perkelahian itu, karena Reno sudah babak belur. Sedangkan Rza hanya berdiri di samping Abi untuk menenangkan perempuan itu.


“Cukup! Hentikan!” teriak Silvia yang baru saja keluar rumah setelah mendengar keributan di luar rumah.


Silvia segera membantu Reno berdiri dan mengajaknya masuk untuk mendapatkan pertolongan. Xander menatap istrinya marah karena lancang membantu Reno.


“Cukup Xander! Biarkan Viana menyelesaikan semuanya dengan Reno.” Teriak Silvia saat melihat suaminya hendak menyerang Reno.


Abi terdiam dan hanya melihat Silvia yang sibuk mengobati luka Reno. Dia kasihan dengan keadaan suaminya. namun dia juga tiba-tiba teringat rasa sakit hatinya akibat ulah Reno.


Reza dan Xander diminta Silvia untuk pergi dan tidak boleh ikut campur dengan urusan Abi dan Reno. Silvia sangat iba melihat keadaan Reno akibat ulah suaminya.


“Maafkan kesalahan suami Tante, Nak Reno. Sekarang lebih baik selesaikan masalah kalian.” ucap Silvia sambil melirik Abi dan Reno secara bergantian.


“Tidak ada yang diselesaikan, Tante. Semuanya sudah selesai.” ucap Abi.

__ADS_1


“Apa maksud kamu, Bi? Kedatanganku kesini untuk menjemputmu pulang. maafkan semua kesalahanku, Bi. Aku sangat menyesali perbuatanku. Kamu hanya salah paham saat itu. Aku sangat mencintaimu, Bi.” Ucap Reno dengan sendu.


“Semuanya sudah terlambat. Aku sangat membencimu, Reno! Lebih baik kamu segera pergi dari sini.”


“Kamu tidak bisa mengatakan itu semua, Bi. Dan itu, dengan keberadaan anak kita dalam rahimmu, kamu tidak bisa memutuskan hubungan kita begitu saja. mari kita mulai perjalanan kita dari awal. Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi. percayalah, Bi kalau aku sangat mencintaimu.” Ucap Reno dengan sungguh-sungguh.


Silvia yang menjadi penengah antara dua orang yang sedang berseteru itu hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan pelan. Dia tahu kalau Abi masih sakit hati dengan perbuatan suaminya. tapi tidak bisakah dia melihat semua usaha dan perjuangan suaminya selama ini.


“Vi, pikirkan dengan kepala dingin. Tante yakin kalau kamu masih shock.” Ucap Silvia.


“Tidak, Tante. Viana sangat membencinya. Dia orang yang dengan tega menjadikan Viana alat balas dendam. Sifat seorang pendendam sampai kapanpun tidak akan hilang, karena itu bawaan dari lahir.” Ucap Abi tanpa mau menatap wajah suaminya.


“Maafkan aku, Bi. Aku berjanji akan-“


“Pergi dari sini sekarang juga! Setelah anak ini lahir, aku akan mengajukan gugat- arghhhh.” Abi meringis saat tiba-tiba merasakan perutnya kram.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Tenang... tenang.... jaga emosi kalian😂😂✌️✌️


Happy Reading‼️


__ADS_2