
Terkejut. Itulah yang dirasakan oleh Abi. Lalu dia teringat pertemuannya dengan Reno pertama kali saat menolong pria itu hampir tertabrak mobil box. Perlahan hati Abi melunak. Terlebih bisa melihat kesungguhan Reno yang telah berjuang menemukannya.
“Sayang, ingat ada janin dalam kandunganmu. Mama pernah merasakan hamil tanpa memiliki suami. yaitu saat hamil kamu dulu, Papa kamu meninggal.” Ucap Lidia sambil mengingat masa lalunya.
Abi yang pernah mendengar cerita itu sebelumnya juga ikut bersedih. Dan kini ia juga sedang hamil. Dia tidak ingin kejadian pahit yang Mamanya alami dulu terulang olehnya.
Abi tidak serta merta memaafkan Reno. Namun dia memberikan pria itu kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dengan menunjukkan kesungguhannya kalau Reno benar-benar mencintainya dan juga anaknya. Abi juga memberi syarat kalau selama memberi kesempatan pada Reno, dia akan tetap tinggal di rumah orang tuanya. Setidaknya sampai ia melahirkan.
Ada rasa lega bercampur bahagia dalam hati Reno saat istrinya memberinya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Begitu juga dengan Lidia dan Sean.
Tak lama kemudian Abi berdiri dan memilih untuk masuk ke kamar untuk beristirahat. Karena dia sangat lelah setelah melalui perjalanan udara tadi.
“Kamu mau kemana?” tanya Abi dengan dingin saat melihat Reno ikut berjalan di belakangnya.
“Bukannya kamu sudah memberiku kesempatan? Jadi aku akan membuktikan kalau aku ini suami yang siaga dan-“
“Aku tidak mengijinkanmu berada dalam satu kamar denganku. Jika kamu ikut tinggal di sini, cari kamar lain.” Ucap Abi lalu dia segera masuk ke kamarnya.
Arggghh cobaan apa lagi ini. padahal dalam hati Reno sudah bersorak gembira karena sebentar lagi dia bisa memeluk istrinya. Namun kenyataanya justru seperti ini.
Sean dan Lidia yang sejak tadi berada di ruang tengah menyaksikan perdebatan kecil antara Abi dan Reno hanya terkekeh pelan.
“Kalau kamu ingin tinggal di sini, kamu bisa menempati kamar tamu yang ada di ujung sana!” tunjuk Lidia pada salah satu kamar yang terletak jauh dengan kamar Abi. meskipun sama-sama berada di lantai satu.
“Nak Reno, alangkah baiknya Nak Reno memberitahu semua ini pada Daddy kamu. Bukankah ini berita baik?” ucap Sean mengingatkan.
__ADS_1
Reno sebelumya sudah menghubungi Daddy-nya. Dia hanya mengangguk setuju dengan usul mertuanya. Kemudian Reno berpamitan untuk pulang ke rumahnya terlebih dulu. Nanti malam akan kembali lagi dengan membawa beberapa pakaiannya untuk tinggal di sini.
*
Kini Reno sudah berada di rumahnya. Dia juga sudah menghubungi Chiko untuk datang ke rumahnya. Bagaimana pun juga dia akan membagi kabar bahagia ini pada sahabatnya yang selama ini telah benyak memberikan dukungan.
Reno memasuki kamarnya untuk mengemasi beberapa pakaiannya yang akan ia gunakan selama tinggal di rumah mertuanya.
Tak lama kemudian Chiko datang. Pria itu menatap heran wajah sahabatnya yang terlihat aneh. Bahkan sejak kedatangannya, Reno tak henti-hentinya menyunggingkan senyum.
“Kamu memintaku datang kesini apa hanya untuk melihat ketidak warasanmu, Ren?” tanya Chiko.
Bugh
Reno langsung melempar bantal sofa tepat mengenai tubuh Chiko. Pria itu mengaduh pura-pura sakit. Namun Reno tidak peduli.
Reno pun menceritakan perjuaangannya kemarin saat pergi ke kota B hingga akhirnya bertemu dengan Abi. dia sudah menjelaskan smeua kesalah pahaman itu pada Abi. Chiko pun ikut bahagia mendengar kabar baik itu. Walau Abi belum sepenuhnya memaafkan Reno. Setidaknya dengan memberikan kesempatan pada sahabatnya, Chiko cukup lega.
“Lusa Daddy akan kesini. Aku akan mempertemukan Daddy dengan menantunya sekaligus anak sahabatnya.” Ucap Reno.
“Maksud kamu apa, Ren? Anak sahabat Daddy kamu siapa?” Chiko tampak bingung karena memang Reno belum menjelaskan perihal itu.
“Ya. Ternyata anak sahabat Daddy yang dulu akan dijodohkan denganku adalah Vibi, istriku.” Reno menjelaskan semuanya. Dia merutuki kebodohannya yang sama sekali tidak ingat dengan nama ayah kandung istrinya saat akad nikah dulu.
“Ternyata unik sekali ya, Ren perjalanan kamu untuk bertemu dengan jodohmu. Walau begitu banyak rintangan, akhirya kamu bisa kembali pada cinta sejatimu. Aku ikut bahagia.” Ucap Chiko.
__ADS_1
“Terima kasih, Ko. Semoga kamu segera menyusulku dengan bertemu dengan cinta sejati kamu.” Ucap Reno dengan tulus dan diaminkan oleh Chiko.
***
Di waktu sama, seorang pria tua baru saja keluar dari mobilnya setelah behenti di sebuah bandara. Pria itu berjalan menuju ruang tunggu kedatangan. Beberapa menit lagi orang yang ditunggu akan mendarat dari pesawatnya.
“Papa!” panggil seorang pria pada pria tua yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
Pria tua itu tertegun setelah mendengar suara pria yang telah lama ia rindukan. Sekaligus terkejut dengan perubahan wajahnya.
“Apa kabar kamu, Nak? Papa dan Mama sangat merindukanmu.” Ucapnya sambil memeluk.
“Aku lebih baik dari sebelumnya, Pa. lebih baik kita segera pulang. aku juga sangat merindukan Mama.” Jawabnya lalu segera menggandeng Papanya.
Pria itu berjalan sedikit terburu-buru, karena takut ada yang mengenalinya. Meskipun dia sudah melakukan operasi di wajahnya untuk menutupi skandal yang pernah ia lakukan.
.
.
.
*TBC
Badai belum berlalu bestie😂😂✌️
__ADS_1
Sorry guys hr ini sistem lg gangguan sepertinya. jadi lolos review'nya lama🙏🙏
Happy Reading‼️