Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 70 Jalan-Jalan


__ADS_3

Reno memasuki kamar tampak Abi sudah dalam posisi tidur membelakanginya. Pria itu ikut berbaring lalu memeluk istrinya. Reno tahu kalau Abi belum tidur. Dan perempuan itu masih menunjukkan rasa kesalnya setelah ucapannya tadi yang melarangnya untuk kembali menjadi model.


“Sayang, aku tahu kamu belum tidur.” Bisik Reno dengan pelan.


Abi yang pura-pura menutup matanya, enggan menanggapi ucapan Reno. Dia masih kesal dengan suaminya. padahal dulu Reno pernah bilang di depan kliennya kalau ia akan menjadi model tetap di perusahaannya. Tapi kenapa sekarang tidak memperbolehkannya sama sekali. Dan hal itu membuat Abi memiliki pikiran kalau ucapan Reno tidak bisa dipercaya.


“Sayang, maafkan aku. aku melakukan itu semua demi kebaikan kamu.” Bisik Reno lagi dengan semakin mengeratkan pelukannya.


Abi yang merasa tak nyaman dengan pelukan Reno, dia mencoba melepaskan tangan Reno dari perutnya. Namun Reno enggan melepasnya.


“Jangan ganggu aku!” ucap Abi dengan nada kesal.


Reno tidak suka berlarut-larut dalam pertengkaran. Dia mencoba membalik tubuh istrinya agar bisa berbicara baik-baik. Namun sayangnya Abi tetap pada pendiriannya. Reno mencoba bersabar. Dia ingat ucapan Lidia tadi bahwa sifat Abi terkadang masih seperti anak kecil.


“Bi, Lihat aku! aku ingin kita bicara baik-baik.” Ucap Reno dengan nada selembut mungkin.


Abi masih menunjukkan reaksi yang sama. Justru dia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya. Reno semakin gemas melihat tingkah istrinya.


“VIBI!” oanggil Reno dengan suara yang tampak berbeda.


Abi terkejut sekaligus takut mendengarnya. Tapi dia juga semakin takut jika menatap wajah Reno yang pastinya sekarang sedang marah.


“Baiklah, kalau kamu masih ingin menjadi model dan masih ingin menikmati kebebasanmu. Kamu bisa melakukan pemotretan seperti dulu.” Ucap Reno dengan tegas. Dan dia sudah merubah posisinya dengan duduk.


Akhirnya Abi mau tidak mau membuka selimutnya dan menatap wajah sang suami yang sedang menahan marah.


“Silakan kamu menikmati kebebasan kamu seperti dulu lagi. aku tidak akan melarang kamu mau berbuat apapun sesuka hati kamu. Kamu juga boleh tinggal di apartemen kamu dulu lagi. tidak aku wajibkan kamu untuk kita tinggal bersama lagi.” lanjut Reno tanpa menatap Abi yang kini sedang menatapnya.

__ADS_1


Harusnya Abi senang dengan Reno mengijinkannya lagi menjalani pemotretan seperti dulu. Tapi mendengar nada bicara Reno seperti itu sangat membuat Abi tidak nyaman.


“Lagi pula aku sudah terbiasa hidup sendiri dan memenuhi kebutuhanku sendiri. Aku tidak akan menuntutmu lagi harus menjadi istri yang baik.” Lanjut Reno.


Deg


Ada rasa sesak dalam hati Abi mendengar ucapan Reno. Bukankah tadi saat bersama mamanya, dia mendapat banyak weajangan bagaimana caranya emnjadi istri yang baik dan menurut pada suami. dan sekarang dirinya sudah mulai menunjukkan ketidak patuhannya terhadap suami. hanya demi ambisinya.


Reno berdiri menjauhi Abi. Pria itu sibuk dengan ponselnya dan memilih mencari angin di balkon kamar.


Grep


Abi memeluk suaminya dari belakang. Reno masih diam memandangi langit malam. sebenarnya dia juga tidak tega dengan perkataannya tadi. tapi dia harus bersikap tegas pada Abi. Karena itu semua demi kebaikannya.


“Maaf!” ucap Abi sambi terisak.


“Maaf. Aku akan menurut denganmu. Aku tidak akan lagi memaksa untuk menjadi model.” Ucap Abi.


Reno menangkup pipi istrinya dan menghapus air matanya.


“Sayang, aku melakukan itu semua demi kebaikan kamu. Kamu masih ingat bukan dengan kejadian beberapa waktu yang lalu saat ada orang yang hampir menculikmu?” tanya Reno dan Abi mengangguk.


“Aku nggak mau ada kejadian seperti itu lagi. saat itu beruntung karena ada aku. bagaimana kalau kita sedang jauh, kamu melakukan pemotretan dan kejadian itu terulang lagi. aku tidak bisa-“


“Cukup! Maafkan aku. akun janji tidak akan membahas ini lagi. aku akan belajar menjadi istri yang baik untuk kamu.”


Reno langsung mengujani ciuman di wajah Abi. Setelah itu memeluknya dengan erat. Meskipun sempat membuat Abi kecewa karena larangannya, nyatanya Abi termasuk orang yang sangat mudah untuk dinasehati. Dan Reno sangat bersyukur.

__ADS_1


“Ya sudah, lebih baik kita tidur. Ini sudah malam.” ajak Reno kemudian.


*


Keesokan paginya, pasangan itu sudah kembali mesra seperti biasa. Mereka berdua turun untuk ikut bergabung sarapan dengan anggota keluarga lainnya. Namun Abi terkejut saat melihat penampilan kedua orang tuanya yang sudah rapi seperti akan pergi. Sedangkan dua adik laki-laki Abi tidak ada di sana karena ada acara dengan teman-temannya.


“Ayah, Mama mau kemana kok pagi-pagi sudah rapi begini?” tanya Abi bingung.


“Sayang, maafkan Mama. Ayah ada pekerjaan mendadak di luar kota dan Mama harus menemani. Maafkan Mama jadi harus meninggalkan kalian saat sedang menginap di sini.” ucap Lidia merasa bersalah.


“Nggak apa-apa kok, Ma. Vian sangat paham. Ya sudah lebih baik kita segera sarapan. Bukankah Ayah juga buru-buru?” jawab Abi.


Mereka berempat akhirnya sarapan bersama. Setelah itu Sean dan Lidia segera berangkat. Abi dan Reno pun akhirnya memutuskan untuk pulang pagi itu juga.


Karena masih banyak waktu, akhirnya Reno tidak langsung mengajak istrinya pulang. Reno akan mengajak Abi jalan-jalan terlebih dulu.


Reno yang kurang begitu suka dengan keramaian, dia mengajak istrinya pergi ke pantai, seperti saat dulu ia pernah mengajak Abi saat hubungannya belum seperti sekarang ini.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2