Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 155 Menindih


__ADS_3

Saat ini Reno sedang berada di ruang IGD menunggu Chiko yang menjalani pengobatan. Beruntungnya luka tusuk pada lengan Chiko tidak terlalu dalam. Hanya membutuhkan sedikit jahitan dan tidak perlu dirawat inap.


Setelah selesai, kedua pria itu keluar dari ruangan IGD lalu menebus beberapa obat. Reno benar-benar kasihan dengan Chiko. Belum sembuh luka lebam di wajahnya akibat serangan Jo tadi pagi, kini ditambah lagi dengan luka tusuk di bagian lengannya.


“Bagaimana ini bisa terjadi, Ko? Bukankah tadi aku sudah bilang agar kamu istirahat saja di rumah.”


“Iya. Tapi aku masih tidak tenang sebelum Chelsea memaafkanku, Ren.”


Chiko menceritakan kalau sepulang Reno dari apartemennya tadi ia berniat kembali mendatangi butik Chelsea. Namun siapa sangka ternyata ia bertemu dengan Jo. Pria itu tiba-tiba menyerangnya. Beruntungnya Chiko dengan cepat menghindar dan berhasil membalas pukulan Jo tadi pagi. karena terdesak dan tidak lagi bisa membalas Chiko, akhirnya Jo mengambil pisau lipat dari balik saku jaketnya dan ditusukkan pada Chiko.


“Apa kamu tahu kalau Chelsea tadi berada di rumahku?” Chiko menjawab dengan gelengan kepala.


“Aku tadi sudah menjelaskan semuanya pada dia tentang kamu yang mendapat serangan dari Jo. Dan yang kamu harus tahu, kemarin Jo melamar Chelsea.”


Seketika tubuh Chiko lemas mendengar kabar buruk itu. Apakah dia menyerah saja dan membiarkan Chelsea bersama Jo. Pria yang jelas-jelas tidak lebih baik dari dirinya.


“Kamu jangan khawatir, aku akan membantu kamu untuk membuka kebusukan Jo di depan orang tua Chelsea. Karena Jo berhasil mengambil hati orang tua Chelsea dengan cara menyuplai kebutuhan butik. Tadi Chelsea juga tampak khawatir saat aku bilang kamu dilarikan ke rumah sakit.” Tutur Reno panjang lebar.


Drt…drt..drt…


Reno buru-buru mengambil ponselnya setelah ada panggilan masuk. Dan itu dari istrinya.


“Ya, Sayang?”


“…..”


“Tidak apa-apa. Hanya luka ringan.”


“…..”


“Apa maksud kamu?”


“…..”

__ADS_1


“Tidak. Chelsea tidak ada sejak tadi. ini aku juga mau ngantar Chiko pulang.”


“…..”


“Tenanglah! Nanti aku kabari lagi.”


Reno kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia juga heran kenapa Chelsea belum juga sampai rumah sakit jika memang berniat datang ke sini.


“Ada apa, Ren?” tanya Chiko ingin tahu.


“Kata Vibi kalau sejak tadi Chelsea pulang dan langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan kamu. Tapi, sampai sekarang-“


“Ren, aku pinjam mobil kamu!” ucap Chiko dan dengan cepat mengambil kunci mobil yang sejak tadi dipegang Reno.


Chiko berlari menuju basement rumah sakit. Dia sangat yakin kalau saat ini Chelsea sedang tidak aman. Dia teringat dengan pembicaraannya pada Jo tadi, bahwa sampai kapan pun tidak akan membiarkan Chelsea jatuh ke pelukannya. Bahkan dia sampai mengatakan kalau Chelsea sudah menjadi miliknya. Dan Jo cukup paham dengan arti ucapan Chiko itu, hingga akhirnya pria itu menyerangnya dengan membabi buta. Dan berakhir menusukkan pisau ke lengannya.


Chiko mengendarai mobil Reno dengan kecepatan penuh. Dia juga bingung kemana harus mencari keberadaan Chelsea.


“Bukankah itu mobil Chelsea?” dari jauh Chiko melihat sebuah mobil tampak berhenti di jalanan yang cukup sepi.


Chiko mendekati mobil itu. Dan benar itu mobil milik Chelsea. Bahkan pintunya dalam keadaan terbuka. Sudah bisa dipastikan jika Chelsea saat ini dalam bahaya.


Buru-buru Chiko meminta bantuan Reno untuk mencari alamat rumah atau tempat tinggal Jo. Dia sangat yakin kalau Chelsea pasti sedang bersama Jo.


Setelah menunggu beberapa saat, Chiko mendapat balasan dari Reno mengenai alamat apartemen Jo.


Chiko mengepalkan kuat tangannya jika hal buruk terjadi pada Chelsea akibat ulah Jo.


***


Sementara itu saat ini Chelsea sedang berada di dalam apartemen Jo. Sejak tadi ia dikurung di dalam kamar pria itu. Entah dimana si pemilik kamar, karena sejak tadi tak juga muncul.


Chelsea juga berusaha mencari cara untuk keluar dari apartemen Jo. Namun sayangnya unit apartemen itu berada di lantai tujuh. Tidak mungkin ia melompat dari balkon.

__ADS_1


Cklek


Belum sempat mendapat ide, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Jo masuk dengan hanya memakai celana saja. bajunya sudah ia lepas hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sangat menggoda kaum hawa. Kecuali Chelsea.


“Sayang, apa kamu sudah tidak sabar menunggu kedatanganku?” tanya Jo mendekati Chelsea.


Sontak saja Chelsea mundur ketakutan. Apalagi tercium bau alkohol dari mulut Jo.


Srekkk


Jo menari kaki Chelsea hingga membuat perempuan itu terpekik ketakutan. Lalu tangan nakal Jo mulai bergerak aktif menyentuh kaki jenjang Chelsea.


“Jo, lepas!!” teriak Chelsea sambil terus meronta.


“Rileks, Sayang! Bukankah kamu sudah terbiasa melakukan dengan baj***an itu? Sekarang giliranku yang mendapat pelayanan dari kamu.” Ujarnya dengan tatapan tajam.


Bruk


Chelsea terus meronta hingga ia berhasil menendang Jo. Pria itu sampai jatuh terjerembab.


“Wow, ternyata kamu suka main kasar, Sayang!” ucap Jo lalu dengan cepat menindih tubuh Chelsea.


.


.


.


*TBC


Guys maap ya jika beberapa hari ke depan othor up'nya ngga ky' biasanya. atau mungkin ngga bisa up. maap bgt, krna othor lagi fokus pada kerjaan, ada lomba karya tulis. Tapi tetap othor usahain up walau cm 1 chapter.🙏🙏


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2