
Usai jam makan siang Reno keluar dari perusahaan menuju suatu tempat. Tempat yang tidak banyak orang tahu kecuali Chiko dan Yoga.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Reno sudah tiba di sebuah bangunan rumah minimalis. Rumah yang tidak pernah ia singgahi sama sekali. Dan hanya ia kunjungi jika sedang ada masalah serius dan bertemu dengan orang-orang tertentu.
Di depan rumah sudah terparkir sebuah motor sport milik salah satu orang suruhannyanyang sengaja Reno meinta untuk datang.
“Selamat siang Tuan Reno!” sapa Lian. Pria berusia tiga puluh lima tahun yang sejak dulu menjadi anak buah Reno yang bisa diandalkan.
“Siang! Duduklah!” jawab Reno.
Pertemuan Reno dengan Liam tak lain adalah untuk membahas masalah Abi. Namun Reno tidak meminta Lian mencari keberadaan Abi sekarang dimana. Karena Reno tahu kemampuan Lian di bidang IT masih jauh daripada dirinya.
Reno meminta bantuan Lian untuk menangani Tian dan juga Gavin. Karena kedua pria itu lah salah satu penghalang besar dalam mencari keberadaan isrinya. Reno akan meminta Lian mengecoh Tian agar tidak ikut mencari Abi dengan membuat kekacauan di peerusahaannya. Begitu juga dengan Gavin yang pastinya akan disuruh oleh Tian. Dengan kekacauan yang dibuat oleh Lian di perusahaan Tian, Reno sangat yakin kalau musuh bebuyutannya itu akan fokus dengan perusahaannya dan mengabaikan Abi.
“Baik, Tuan. Akan saya laksanakan perintah anda.” Jawab Lian dengan mantap setelah mendengar semua penjelasan bosnya.
“Tidak hanya itu. Kamu harus tetap memantau kedua pria itu agar tetap berada di posisinya. Jangan sampai mereka ikut mencari keberadaan istriku.” ucap Reno.
“Baik, Tuan. Anda tidak perlu khawatir.”
Setelah itu Reno meminta Lian pergi dan mulai melaksanakan peerintahnya. Sedang Reno masih berada di rumah itu. Dia masih memikirkan bagaimana caranya untuk mencari keberadaan Abi. Apakah harus menghubungi mertuanya. Tapi mengingat kejadian kemarin dia sempat berseteru dengan kakak iparnya, apakah Sean tetap akan membantunya.
__ADS_1
Reno sungguh pusing. dia mimijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Ini adalah pertama kalinya Reno mempunyai masalah besar dan akibat ulahnya sendiri.
Drt drt drt
Pucuk dicita ulam pun tiba. Mungkin inilah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan situasi yang sedang Reno alami saat ini. karena tiba-tiba saja ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. Dan pesan itu berasal dari Sean.
Reno segera membuka pesan itu dan membacanya dengan seksama. Antara percaya dan tidak, isi pesan itu adalah meminta Reno agar datang untuk menemui Sean di salah satu restaurant. Sejenak Reno berpikir, mungkin semua ini ada hubungannya dengan Abi. Akhirnya Reno membalas pesan itu dan segera pergi menuju restaurant yang disebutkan Sean.
Dalam perjalanan menuju restaurant, Reno berpikir tentang dugaan orang yang telah menyabotase rekaman cctv itu bukan termasuk Sean. Kenyataannya pria itu memintanya bertemu. Dan tidak mungkin Sean menghalangi pencariannya. Karena Reno sangat paham dengan sosok mertuanya itu. Sosok yang sangat bijaksana dan selalu memandang sesuatu dari sudut yang berbeda.
Sesampainya di restaurant, Reno segera menuju salah satu ruangan vvip dimana saat ini Sean sedang menunggunya. Sepertinya memang ada hal penting yang ingin dibicarakan mertuanya. Terbukti Sean memilih tempat yang sangat privasi.
“Silakan duduk, Nak Reno!” ucap Sean dengan tenang.
“Bagaimana, apakah Nak Reno sudah menemukan kebaradaan Viana?” tanya Sean.
Reno menggeleng lemah. Kemudian dia menceritakan usahanya yang sejak kemarin terus mencari keberadaan istrinya. Dia juga telah melakukan berbagaicara termasuk meretas rekaman cctv jalanan dimana Abi terakhir berada.
“Lalu bagaimana hasilnya?” tanya Sean ingin tahu.
“Rekaman cctv itu ada yang menyabotase. Reno tidak bisa melacaknya. Reno juga tiddak tahu siapa orang yang patut dicurigai.” Jawab Reno.
__ADS_1
“Kamu jangan menuduh Chandra. Meskipun dia masih marah dengan perbuatan kamu, dia tidak setega itu. Justru kamu yang harus berhati-hati dengan musuh kamu, yaitu Sebastian.” Ucap Sean seolah mengerti bahwa Reno menuduh Chandra.
“Maaf, Yah. Untuk masalah Sebastian, Reno sedang berusaha mengatasinya.” Jawabnya.
Jangan pikir Sean tidak tahu apa-apa. Karena dia juga mengalami hal yang sama dengan Reno. Tepat di malam hari saat Reno juga berusaha meretas rekaman cctv jalanan, Sean juga melakukan hal yang sama. Dia tidak menemukan keberadaan Abi. Namun dia tidak mengatakan pada Reno. Dia berusaha mencari dengan caranya sendiri dulu.
“Sebagai orang tua Viana, jujur Ayah masih kecewa dengan perbuatan kamu. Tapi Ayah tidak akan menghalangi kamu mencari Viana. untuk sementara waktu jangan sekali-kali menampakkan wajah kamu di hadapan Chandra. Dia masih marah dengan kamu. Dan juga pada istriku. sampai saat ini Mama Viana masih bersedih karena Viana belum ditemukan.” Ucap Sean.
Reno semakin merasa bersalah. Tidak hanya Abi saja yang ia buat terluka, tetapi ibu mertuanya juga. tapi menyesali perbuatan yang sudah terjadi tidak ada gunanya kecuali berusaha memperbaiki kesalahan itu dan mencari istrinya sampai ketemu.
“Baik, Yah. Sekali lagi maafkan kesalahan Reno.” Hanya itu saja yang bisa Reno ucapkan.
.
.
.
*TBC
Guys tolong bersabar ya sama konflik cerita ini. Othor masih ingin nyiksa Bang Reno😂😂 So, jgn minta buru² diselesaikan konfliknya🙏🙏 Bila ada yg tidak sabar, silakan tinggalkan saja gpp, asal tidak meninggalkan komentar yg tidak pantas. Karena Othornya gampang laper, eh😂😂✌️✌️
__ADS_1
Happy Reading‼️