
Abi akhirnya merasa lega setelah mendengar penjelasan suaminya mengenai sosok wanita yang bernama Naomi. Dan kini yang membuatnya senang adalah kabar pernikahan sahabatnya yang kemungkinan akan digelar tiga hari lagi.
Setelah diberitahu oleh suaminya, Abi segera menghubungi Chelsea untuk menanyakan kabar tersebut. Ternyata benar, dan sahabatnya itu akan menikah dengan Chiko tiga hari lagi. pernikahan yang hanya dilakukan sangat sederhana tanpa adanya pesta mewah. Bisa saja Chelsea mengadakan pesta besar, namun ia sendiri yang memintanya untuk tidak mengadakan pesta. Mengingat keadaannya yang tengah hamil muda dan gampang lelah.
“Bolehkah aku nanti pergi ke rumah Chelsea?” tanya Abi saat mengantar suaminya hendak berangkat ke kantor.
“Sayang, bukannya kamu juga sedang hamil. Kamu juga tidak boleh terlalu capek.” Reno berusaha melarang istrinya. Namun ia tidak tega melihat wajah melas Abi seperti itu.
“Aku sama sekali tidak apa-apa, Ren. Janin dalam kandunganku ini cukup kuat.” Abi berusaha terus membujuk suaminya.
“Kalau kamu merasa dia kuat dan baik-baik saja, itu tandanya aku sudah boleh menjenguknya?” tiba-tiba Reno menatap istrinya sambil tersenyum smirk.
“Eh, bu…bukan. Bukan seperti itu.”
Reno tiba-tiba merapatkan tubuhnya pada Abi. lalu ia berbisik, “Nanti siang aku akan mengantar kamu periksa kandungan. Setelah memastikan dia baik-baik saja. baru aku memberimu ijin pergi ke rumah Chelsea.”
Wajah Abi tampak berbinar. Ternyata hanya itu syarat yang diberikan oleh suaminya.
“Tapi, sebelumnya ijinkan aku menjenguk dia dulu baru kamu boleh pergi ke rumah Chelsea besok.” Reno kembali berbisik. Dan hal itu membuat wajah Abi memerah.
“Ish, dasar Papa mesyuumm! Dah sana cepat berangkat!” usir Abi sambil mendorong tubuh Reno.
“Ok, Sayang! Jangan lupa nanti siang aku jemput untuk periksa kandungan.” Sekali lagi Reno berucap sambil mengerlingkan matanya nakal.
***
__ADS_1
Akhirnya hari itu tiba. Hari dimana Chiko akan mengucapkan janji suci pernikahannya pada wanita yang sangat ia cintai.
Tidak masalah tidak ada pesta mewah di acara pernikahannya yang kedua ini. yang penting sah. Karena bagi Chiko sendiri pesta mewah bukanlah jaminan kebahagiaan pernikahannya. Dan hal itu terbukti pada pernikahan pertamanya dulu yang terbilang sangat mewah. Namun ujung-ujungnya dia harus berpisah. Ya, walau semua itu memang sudah jalan takdirnya.
Chiko kini tampak gugup di depan penghulu dan berhadapan dengan calon mertuanya. Meskipun ini bukan yang pertama baginya, namun tetap saja dia merasa gugup. Apalagi melihat raut wajah Papa Chelsea yang tegas seperti menandakan bahwa pria paru baya itu masih kecewa terhadapnya.
Akhirnya waktu mendebarkan itu selesai sudah. Dengan mengucapkan janji suci pernikahan di hadapan para saksi, Chiko kini sudah sah menyandang status sebagai seorang suami. setelah itu ia menyematkan cincin pernikahan di jari manis Chelsea. Chelsea meraih tangan suaminya dan menciumnya dengan takzim. Wanita yang sudah sah menyandang status istri itu menangis terharu dengan pernikahannya ini. setelah itu Chiko dan Chelsea menghadap kedua orang tuanya untuk sungkem meminta doa dan restu atas pernikahnnya.
Chelsea kembali menangis di pelukan Mamanya. Kemudian bergantian memeluk Papanya. Meskipun sejak pengakuan Chiko atas kesalahannya kemarin, sikap Papa Chelsea tampak dingin baik kepada Chelsea maupun Chiko. Namun rasanya pria itu tidak bisa berlama-lama bersikap dingin pada anaknya. Tanpa orang tahu sikap dinginnya itu karena pria itu merasa bersedih karena putri satu-satunya akan pergi dari rumah dan pastinya akan ikut sang suami.
“Pa, maafkan kesalahan Chelsea yang telah mengecewakan Papa dan Mama.” Chelsea terisak dalam pelukan Papanya. Bahkan Papanya juga sampai menitikan air matanya karena tak sanggup membalas ucapan anaknya.
Kini beralih Chiko yang meminta doa dan restu pada Papa mertuanya. Pria itu sudah tidak lagi menatap Chiko penuh amarah.
Sepasan suami istri yang datang dalam acara pernikahan sederhana itu juga ikut terharu menyaksikan pernikahan sahabatnya. Abi yang sejak tadi menunggu waktu ingin memeluk sahabatnya, akhirnya mendapatkan kesempatan itu.
Chelsea dan Abi saling berpelukan. Keduanya sama-sama menangis haru. Abi tidak menyangka kalau akhirnya hati Chelsea berlabuh pada sosok pria matang seusia suaminya itu. Namun ia sangat bahagia karena Abi sendiri juga sudah tahu kalau Chiko adalah pria baik dan pantas menjadi suaminya.
“Selamat, Ko! Akhirnya sudah nggak karatan lagi.” ucap Reno sambil memeluk sahabatnya.
Chiko hanya mendelik kesal menatap sahabatnya. walau ucapan Reno benar adanya. Namun ia khawatir jika ucapan Reno tadi didengar mertuanya.
“Ingat, Chelsea lagi hamil muda. Kamu harus puasa terlebih dulu.” Reno mengingatkan seperti sedang meledek Chiko.
“Beda kehamilan beda permasalahan. Aku pastinya akan memeriksakan kandungan istriku dulu sebelum melakukannya.” Bisik Chiko tak mau kalah.
__ADS_1
Reno hanya mencebikkan bibirnya. Tapi tetap saja pria itu sangat bahagia dengan pernikahan sahabatnya.
Setelah acara itu, beberapa tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan sederhana itu dipersilakan untuk menikmati jamuan yang sudah tersedia. Sementara Chelsea memilih duduk dan tidak ikut bergabung di meja makan, karena merasa kepalanya pusing.
“Sayang, kamu baik-baik saja?” tanya Chiko khawatir.
“Ehm, iya Mas. Aku baik-baik saja. hanya sedikit pusing, mungkin kelelahan.” Jawab Chelsea malu-malu.
“Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu. Lebih baik ayo kita ke kamar saja, agar kamu bisa istirahat. Lagi pula acaranya sudah selesai.” ajak Chiko meraih tangan Chelsea.
“Eh, mau ngapain ke kamar?” tanya Chelsea mendadak was-was.
.
.
.
*TBC
Seperti biasa guys, besok jgn ditungguin up-nya ya. Author ijin 1hari hehehe😁😁.
Novel ini juga sebentar lagi akan tamat. Dan akan segera disusul yg baru. Jangan lupa dipantau terus, Ok👌😂😂
Happy Reading‼️
__ADS_1