
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Abi diperbolehkan pulang. keadaannya juga sudah pulih. Dokter hanya menyarankan agar Abi selalu menjaga kehamilannya dengan baik, karena usia kehamilannya yang masih lima minggu sangat rawan keguguran. Abi juga diminta untuk makan makanan yang bernutrisi. Dan mengenai pemberian ASI terhadap Raffael, dokter tidak melarangnya untuk menghentikan, asal dia bisa menjaga keseimbangan nutrisi buat Raffael dan janin yang ada dalam kandungannya.
Mungkin perlahan Abi juga akan memberikan susu formula lagi pada Raffael. Dia khawatir dengan janinnya juga. atau menunggu sampai usai Raffael genap satu tahun baru menghentikan pemberian ASInya.
Reno pun juga ikut bertanya pada dokter kandungan mengenai hubungan suami istri, apakah aman dilakukan saat usia kandungan istrinya masih rawan seperti ini. dan jawaban dokter benar-benar membuat Reno kecewa.
“Alangkah baiknya menunggu sampai usia kandungan Nyonya dua belas minggu. Saya khawatir jika terjadi sesuatu dengan janinnya. Mohon pengertiannya, Tuan.” Ucap Dokter seolah mengerti apa yang ada dalam pikiran Reno.
Reno mengangguk dengan memaksakan senyum. Sedangkan Abi, antara kasihan dan tidak kuat menahan tawanya melihat wajah frustasi suaminya.
Setelah menebus beberapa obat dan vitamin, kini Reno menggandeng istrinya berjalan menuju basement.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Sejak tadi Reno tampak diam. bahkan ia mengacuhkan istrinya yang sedang berada di sampingnya. Hal itu membuat Abi semakin kesal.
“Apa kamu kecewa dengan saran dokter yang melarang melakukan hubungan suami istri?” tanya Abi tiba-tiba.
“Nggak, Sayang. Aku hanya sedang banyak pekerjaan.” Jawab Reno mencoba bersikap biasa saja. padahal benar apa yang ditanyakan istrinya.
“Aku tahu kamu sedang berbohong. Kalau kamu hanya menginginkan tubuhku, lebih baik tidak usah membuatku hamil seperti ini. atau aku gugurkan saja dia.” Ucap Abi dan siap membuka pintu mobil.
Reno benar-benar terkejut mendengar ucapan istrinya. Dengan cepat ia mengunci mobil lalu memeluk erat tubuh istrinya.
“Tidak, Sayang! Jangan sekali-kali kamu mempunyai pikiran buruk seperti itu. Plesea, maafkan aku! aku berjanji akan menjaga kalian semua dan akan menahannya sesuai dengan saran dokter tadi. maafkan aku.” ucap Reno dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Abi mengurai pelukan suaminya. setelah itu meminta Reno menjalankan mobilnya tanpa menimpali ucapan Reno tadi. ebtahlah, mungkin karena hormon kehamilannya lah yang membuatnya seperti ini. Abi juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Raffael.
Dalam perjalanan pulang, Reno tidak berani mengajak istrinya bicara. Dia takut salah bicara dan akan membuat istrinya kembali marah.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah sampai rumah. ternyata di rumah sudah ada Lidia, dan Sean yang menyambutnya. Tidak hanya itu, bahkan Chandra beserta anak istrinya juga ada di sana. Tidak lupa kedua adik laki-laki Abi, Kavi dan Mirza juga hadir di sana. Alhasil suasana tampak semakin ramai.
Abi meraih Raffael dari gendongan Mamanya. Dia sangat merindukan bocah kecil itu. Abi menciumi Raffael dengan gemas.
“Sayang, jangan menggendong Raffael terlalu lama!” Peringat Reno.
Abi melirik suaminya dengan tatapan tajam. Reno pun tidak lagi mengatakan sesuatu. Dia juga tahu kalau istrinya pasti merindukan Raffael, tapi janin dalam kandungannya juga harus diperhatikan.
“Benar apayang dikatakan oleh suami kamu, Vi. Mulai sekarang jangan sering-sering menggendong raffael. Apalagi sekarang badan Raffael semakin berisi, jadi semakin berat.” Ucap Lidia membela Reno.
Semua orang kini sedang berkumpul di ruang keluarga. Lidia dan Sean sangat senang melihat anak menantunya tampak rukun. Dia berharap sampai kapan pun hubungan kekeluargaan ini selalu terjalin hangat tanpa ada pertikaian.
***
Sementara itu, saat ini Chiko sedang berada di dalam mobil. Dia sedang berada di depan butik milik Chelsea. Sebenarnya sejak tadi ia ingin masuk butik itu dan meminta maaf secara aangsung pada Chelsea. Namun Chiko takut akan diusir oleh Chelsea, terlebih butik sedang ramai. Hingga akhirnya Chiko menunggu sampai butik sepi, dan akan tutup.
Terlihat beberapa karyawan Chelsea keluar satu per satu. Setelah menunggu beberapa saat tidak ada lagi yang keluar, Chiko yakin kalau di dalam sana hanya ada Chelsea.
Chiko segera keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam butik itu. Namun lagkahnya terhenti saat melihat seorang prai lebih dulu masuk ke butik itu.
__ADS_1
Chiko sangat khawatir kalau pria itu akan berniat jahat pada Chelsea. Akhirnya ia memilih mengikuti pria itu tanpa ikut masuk, demi memastikan bahwa Chelsea aman.
“Ada perlu apa kamu datang kesini?” tanya Chelsea dengan nada tak ramah pada pria yang baru saja masuk itu.
“Maaf, Sayang. Akhir-akhir ini aku sangat sibuk dengan pekerjaanku. Dan kedatanganku kesini ingin memberi kabar bahagia kalau minggu depan kedua orang tuaku akan datang melamar kamu.” Ucap Jo dengan percaya diri.
“Kamu tahu, Jo apa alasanku memblokir nomor kamu? Itu artinya aku tidak ingin lagi tahu semua tentang kamu. Hubungan kita berakhir.” Ucap Chelsea dengan suara tegas.
“Kamu jangan bercanda, Sayang. Sampai kapanpun aku tidak akan melepasmu.” Jo sangat terkejut dan dia juga tersulut emosi.
“Buat apa aku mempertahankan hubungan dengan pria berengsek seperti kamu yang suka berganti-ganti wanita. Lagi pula kamu juga tahu kalau kedua orang tuaku sejak dulu tidak menyukaimu. Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga, dan jangan lagi datang!!”
Jo mengepalkan kuat tangannya. sepertinya ada seseorang yang mengetahui kebusukannya dan diberitahukan pada Chelsea.
“Aku tidak akan menyerah. Aku akan membuat kedua orang tua kamu menyetujui pernikahan kita.” Ucap Jo dengan yakin sebelum pergi meninggalkan Chelsea.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️