Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 85 Menepis Dugaan


__ADS_3

Sementara itu saat ini Abi tengah duduk di sebelah Reza. Mereka berdua sedang berada dalam pesawat dengan penerbangan tujuan luar negeri, dimana Reza tinggal.


Kedua orang itu sejak tadi diam dengan memikirkan sesuatu yang hanya mereka sendiri yang tahu. Jika Reza masih belum yakin akan membawa pergi Abi seperti yang diminta perempuan itu, sedangkan Abi sibuk memikirkan keadaannya saat ini.


Sebelumnya Abi sudah optimis kalau dirinya tengah hamil, lantaran tanda-tanda itu memang jelas. Namun setelah mengetahui kenyataan pahit yang sedang ia alami, Abi segera menepis dugaan kalau dirinya tengah hamil. Abi berharap itu tidak akan terjadi. Dan semoga hanya kelelahan yang yang sedang ia alami.


Perjalanan belasan jam untuk menuju negara dimana Reza tinggal masih jauh. Abi memilih tidur saja. karena dia juga masih belum ingin menceritakan semuanya pada Reza. Lebih tepatnya tidak ingin berbagi dengannya. Meskipun Reza dia anggap seperti kakaknya, namun Abi tidak sedekat itu dengan Reza.


Reza melirik sekilas pada Abi yang kini sudah menutup matanya. dia tidak mungkin membiarkan Abi sendiri larut dalam masalahnya. Meskipun dia sendiri tidak ingin ikut campur terlalu dalam, dan Abi juga melarangnya untuk memberitahu keberadaannya pada kedua orang tuanya, namun Reza bertekat akan tetap memberitahukan pada seseorang yang juga dekat dengan Abi sekaligus berhubungan baik dengannya.


Beberapa jam kemudian pesawat yang mereka berdua tumpangi sudah mendarat dengan selamat. Kini Abi dan Reza sudah tiba di negara dimana Reza tinggal menetap. Negara dimana juga kakak Abi tinggal, hanya beda kota saja. tapi Abi tidak tahu kalau saat ini kakaknya sudah pulang ke Indonesia demi menuruti keinginan Feby yang ingin lahiran anak keduanya di Indonesia.


“Vi, aku akan membawa kamu tinggal sementara di rumahku.” Ucap Reza saat mereka berdua menaiki taksi.


“Kamu jangan khawatir! Aku akan tinggal di apartemenku. Karena selama ini aku memang tinggal di apartemen. Dan di rumahku nanti kamu akan tinggal di sana bersama seorang ART yang aku tugaskan membersihkan rumah.” lanjut Reza seolah mengerti isi kepala Abi.


Reza memanglah pria baik. Tidak mungkin dia merusak Abi dengan membawanya ikut tinggal bersama di apartemen. Jadi dia akan membawa Abi tinggal di rumahnya saja. rumah yang sudah lama tidak ia tempati. Karena rumah itu adalah rumah kenangan diaman dulu ia pernah tinggal bersama mantan istrinya sebelum akhirnya ditinggal pergi untuk selamanya.


Tak lama kemudian taksi yang mereka tumpangi tiba di depan rumah Reza. Dia segera mengajak Abi masuk dan memberitahu ART-nya kalau Abi akan tinggal di rumah itu.


“Aku harap kamu bisa menenangkan diri selama tinggal di sini, Vi. Kamu nggak perlu sungkan untuk bilang padaku jika membutuhkan sesuatu. Dan nanti aku akan minta seseorang untuk membawakan pakaian untukmu.” Ucap Reza.

__ADS_1


“Terima kasih banyak, Kak Reza. Terima kasih sudah mau menolongku.” Ucap Abi dengan tulus.


“Ya sudah, kamu baik-baik ya di sini. kamu bebas melakukan apapun di sini, sesuka hati kamu. Aku pulang dulu ke apartemen, karena masih ada banyak urusan yang harus aku selesaikan.” Pamit Reza dengan memberikan senyuman pada Abi.


Grep


Tiba-tiba saja Abi memeluk Reza. Pelukan terima kasih layaknya adik kepada kakaknya. Namun Reza merasakan hal yang lain. Perlahan dia mengusap lembut kepala Abi sebelum akhirnya melepasnya dengan pelan.


“Aku pulang dulu. Kamu istirahatlah, ini sudah malam. jaga kesehatan kamu.” Ucap Reza sekali lagi sebelum benar-benar pergi.


Setelah keluar dari rumahnya sendiri. Reza memutuskan untuk pulang ke apartemen dengan menaiki taksi yang tadi mengantarnya. Dalam perjalanan, Reza mengetikkan pesan pada seseorang yang ia anggap bisa memberikan solusi atas masalah yang sedang dihadapi Abi.


Sedangkan Abi kini memasuki salah satu kamar yang ada di rumah Reza dengan diantar oleh ART. Namun saat dia baru saja masuk, tiba-tiba perutnya bergejolak dan tidak tahan untuk mengeluarkan isinya.


“Nona, anda baik-baik saja?” tanya wanita paruh baya yang bernama Maria.


Abi masih diam. rasanya dia masih ingin memuntahkan isi perutnya, namun sudah tidak ada lagi yang keluar. Setelah itu matanya terasa berkunang-kunang.


“Nona, lebih baik anda istirahat. Mungkin anda kelelahan setelah perjalanan jauh. Saya akan membuatkan minuman hangat untuk anda.” Ujar Maria sambil membantu Abi berjalan menuju tempat tidur.


“Terima kasih.” Ucap Abi dengan lemah.

__ADS_1


***


Sementara itu Reno dan Chiko sedang berada dalam ruang kerja Reno. Reno sangat terkejut saat Chiko menceritakan tentang Gavin. Dimana pria itu yang hampir menembaknya saat berada di lobby kantor. dan beruntunnya saat itu ada Abi yang menyelamatkannya.


Lagi-lagi Reno terkejut saat tahu tentang ulah Abi yang saat itu mendorongnya justru ingin menyelamatkan nyawanya.


“Maafkan aku, Ren. Bukan niatku tidak memberitahumu. Tapi aku masih ingin memastikan sendiri kebenaran itu. Dan aku juga berusaha menjauhkan kamu dari Gavin setelah kejadian itu.” Ucap Chiko merasa bersalah.


“Aku memang bodoh, Ko!” ucap Reno semakin menyesali perbuatannya.


“Sekarang lebih baik kamu fokus mencari dimana Abi sekarang. apakah kamu sudah berusaha meretas cctv di jalanan sekitar hotel?” tanya Chiko seolah memberi ide bagus buat Reno. Pasalnya sejak tadi Reno hanya terus memikirkan penyesalannya.


Setelah itu, dengan cepat Reno membuka laptopnya untuk melakukan apa yang diucapkan oleh Chiko baru saja.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2