Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 101 Kartu Nama


__ADS_3

Sejenak Reno menghentikan langkahnya. Dia terpaku melihat sosok yang telah lama ia rindukan itu. Sosok wanita yang telah lama membuat hidupnya hancur karena kehilangan dia.


“Bi, kamu kah itu?” gumam Reno sambil mentap foto Abi.


Foto Abi dimana dia sedang membawa sebuah produk kecantikan. Reno tidak menduga kalau istrinya akan kembali menjalani profesinya sebagai model. Apalagi dalam foto itu terlihat badan istrinya yang lebih gemuk dari sebelumnya. Dan terlihat perutnya sudah besar. Dalam hati Reno senang dan sedih bercampur jadi satu. Senang mengetahui kalau Abi benar-benar hamil. Sedih karena Abi kembali menjadi model. Bukankah dulu ia pernah melarangnya.


Tak lama kemudian lamunan Reno terganggu kala mendapat panggilan dari seseorang yang telah menunggunya untuk mengantar ke panti jompo. Reno benar-benar bingung kemana dulu ia akan pergi. Tapi urusannya dengan Daddy-nya juga sangat penting.


Akhirnya Reno memilih tetap pergi ke panti jompo. Dia juga meminta orang suruhannya tetap mencari dimana kebaradaan Abi. karena foto itu tidak menyertakan informasi penting lain apapun.


**


Beberapa jam perjalanan akhirnya membawa Reno tiba di sebuah panti jompo yang terletak di daerah plosok. Panti jompo yang tidak terlalu besar, namun sangat bersih dan nyaman.


Reno hanya diantar oleh orang suruhannya samapi depan gerbang panti itu, setelahnya dia akan masuk sendiri untuk menanyakan siapa yang tinggal di panti itu dan masih berhubungan dengan sahabat Daddy-nya.


Setelah menemui kepala panti dan menceritakan semuanya, Reno diantar menuju salah satu kamar dimana dihuni seorang wanita tua. Wanita itu terlihat sedang tidur, karena memang sedang kurang enak badan.


“Namanya Bu Tamara. Sudah lama beliau tinggal disini. Tidak ada sanak saudaranya yang datang berkunjung. Yang saya tahu beliau dulunya seorang model terkenal. Dan tidak memiliki anak. Tapi saya kurang paham, Tuan. Coba anda tanya saja langsung pada Bu Tamara.” Ucap kepala panti itu saat membukakan pintu kamar Bu Tamara.


Reno mengangguk. Kemudian dia mendekati ranjang wanita tua itu.


Mendengar suara derap langkah kaki, wanita berusia sekitar enam puluh lima ke atas itu bangun. Terlihat bingung saat melihat Reno. Bahkan Reno sampai heran, di usia yang belum genap tujuh puluh tahun itu, kenapa wanita itu terlihat sangat tua melebihi usianya. Apakah memang sejak dulu hidupnya tidak terawatt dengan baik. Ataukah suaminya memperlakukan dengan buruk.

__ADS_1


“Kamu siapa?” tanya Bu Tamara dengan suara lemah.


Reno pun menjawan, meski Bu Tamara sama sekali tidak mengenalnya. Setelah itu Reno bercerita sedikit dan bertanya tentang suaminya. tiba-tiba saja wanita itu meneteskan air matanya.


“Aku tidak tahu dia dimana sekarang.” jawab Bu Tamara.


Wanita itu pun menceritakan masa lalunya bersama sang suami hingga membawanya tinggal di panti jompo ini. Bu Tamara menyesali perbuatannya yang telah berselingkuh dari suaminya dan memilih tinggal bersama selingkuhannya. Namun ujung-ujungnya dia mendapat karma atas perbuatannya itu. Hingga seperti sekarang ini.


Reno menanyakan petunjuk apa yang bisa ia gunakan untuk menemukan suami dari Bu Tamara. Dan berbekal dengan nama perusahaan milik mantan suami Bu Tamara itulah Reno akan melakukan pencariannya lagi.


Reno mengucapkan terima kasih atas informasi yang diperoleh oleh Bu Tamara. Tak lupa ia memberikan sedikit sumbangan untuk panti jompo itu sebelum pergi.


*


Reno pun tak kehabisan akal. Dia memilih mencari kerabat dekat sahabat Daddy-nya itu setelah tidak menemukan jejak perusahaannya.


Dua minggu kemudian Reno mendapat informasi tentang keluarga sahabat Daddy-nya itu. Dan tinggalnya di kota B.


Reno menghembuskan nafasnya pelan. Mengingat kota itu dia mengingat kegagalannya saat mencari dimana istrinya. Bahkan sampai saat ini juga dia belum mendapatkan informasi dimana istrinya berada setelah mendapat fotonya beberapa waktu lalu.


Tidak ingin menunda-nunda waktunya, Reno pun segera terbang ke kota B. taktnya sudah bulat. Dia harus fokus dulu dengan Daddy-nya. Dia tidak ingin membuat kecewa Daddy-nya lagi setelah begitu banyak pengorbanan yang pria itu lakukan terhadapnya.


Dan hari ini juga Reno akan terbang ke kota B. dia sangat bersemangat dan sangat yakin kalau pencariannya segera menemui titik terang.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Reno sudah tiba di kota B. waktu masih sore. Dia segera menuju alamat tempat tinggal saudara dari sahabat Daddy-nya itu. Bahkan rasa lelah dalam tubuhnya ia abaikan karena ingin segera menyelesaikan pencariannya itu.


Reno sudah tiba di sebuah rumah besar milik sepupu dari sahabat Daddy-nya. Tak lama kemudian ada seorang pria paruh baya menyambut kedatangannya. Reno pun menyampaikan maksud kedatangannya. Pria itu terlihat sedih setelah mendengar cerita Reno.


“Iya benar, memang beliau adalah Om saya. sepupu dari Papa saya. namun sudah lama Om meninggal dunia.” Ucap pria itu.


Kemudian pria itu menceritakan sedikit kisah kehidupan Omnya dan juga mengatakan kalau Omnya memiliki dua orang anak dari hasil pernikahannya yang terakhir. Reno sampai tercengang saat tahu kalau sahabat Daddy-nya itu telah menikah tiga kali. Dan keluarganya kini tinggal di kota J.


Kepala Reno rasanya mau pecah. Dia pikir akan mudah namun masih terlalu rumit. Akhirnya Reno meminta alamat tempat tinggal keluarga sahabat Daddy-nya itu. Pria itu memberikan sebuah kartu nama seseorang dimana orang yang ia cari itu tinggal. Tanpa melihat kartu itu, Reno segera mamasukkannya ke dalam sakunya begitu saja.


Reno juga akan menyempatkan datang berkunjung ke makam sebelum pulang ke kota J.


.


.


.


*TBC


Yahhhh udah tahu dong ya😂😂


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2