Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 140 Sentuhan Lembut


__ADS_3

Hari ini Chiko dapat tugas dari Reno untuk melakukan kunjungan ke salah satu outlet kosmetik terbaru milik Reno yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di kota. Chiko merasa senang mendapat tugas itu karena beberapa hari ini ia cukup pening terus berada di dalam kantor. bahkan pulang kerja saja ia langsung pulang ke apartemen, tanpa berminat untuk sekadar hang out.


Chiko melihat perkembangan outlet yang baru saja buka dua bulan itu cukup ramai dikunjungi customer. Karena memang produk kosmetik dari perusahaan Reno sangat terkenal.


Tidak lama Chiko melakukan kunjungan. Setelah itu dia tidak langsung kembali ke kantor. lagi pula sebentar lagi tiba jam makan siang. Akhirnya Chiko memutuskan untuk naik ke lantai tiga tempat stand makanan. Namun langkahnya terhenti saat di lantai dua ia melihat istri sahabatnya sedang bersama anaknya tampak asyik berbelanja. Chiko hendak menghampiri Abi, tetapi tiba-tiba muncul seorang perempuan membawa setumpuk pakaian bayi dan diberikan pada Abi. dan perempuan itu adalah perempuan yang sudah lama ia rindukan.


Sebenarnya Chiko masih penasaran dengan sosok perempuan yang menemaninya saat operasi dan pasca operasi dulu. Karena sampai sekarang dia masih belum mendapatkan jawabannya.


Chiko masih terus memperhatikan Abi dan Chelsea. Bahkan dia juga ikut tersenyum saat melihat tawa Chelsea. Tak lama kemudian Chiko melihat kedua wanita itu telah selesai berbelanja. Chiko buru-buru naik ke lantai tiga menuju stand makanan sebelum diketahui oleh mereka.


Entah hanya kebetulan atau memang sudah ditakdirkan berjodoh. Saat sedang memilih menu makanan, Chiko melihat Abi dan Chelsea juga masuk ke restaurant yang sama dengannya. Untung saja keberadaannya tidak diketahui oleh kedua wanita itu, meski ia masih bisa mendengar obrolan mereka samar-samar.


“Mau pesan apa kamu, Vi?” tanya Chelsea yang sedang sibuk membuka buku menu.


“Apa saja deh. Aku sekarang pemakan segala. Asal tidak pedas saja.” jawab Abi yang juga tengah sibuk dengan Raffael.


Usai mencatat pesanan makanannya, Chelsea memberikannya pda pelayan restaurant. Lalu mereka berdua diminta untuk menunggu sebentar.


“Bagaimana hubungan kamu dengan Jo, Chel?” tanya Abi tiba-tiba.


“Nggak gimana-gimana.”

__ADS_1


“Ayolah Chel, cerita sama aku. mau sampai kapan kamu bertahan dalam ketidakpastian itu? Bukankah kedua orang tua kamu juga kurang begitu suka dengan Jo?”


Chelsea hanya menghembuskan nafasnya pelan. Dia ssungguh bingung dan terkesan lelah dengan hubunganna bersama sang kekasih. Hubungan yang sudah ia jalin kurang lebih selama tiga tahun terkesan menggantung dan tidak ada kejelasan untuk menuju ke arah pernikahan. Padahal kalau dilihat dari usia dan pekerjaan, Jo sudah sangat mampu untuk membina pernikahan. Namun sampai saat ini pria itu tidak kunjung melamar Chelsea.


“Entahlah, Vi. Tidak mungkin aku dan Jo putus begitu saja dengan alasan aku yang buru-buru menikah. kamu tahu sendiri kan kalau sudah lama aku menjalin hubungan dengannya.”


“Ya, aku tahu itu. Sekarang gini saja, kalau ada yang ingin serius denganmu, apa kamu tidak berpikir ulang untuk mengakhiri hubunganmu dengan Jo?”


“Kamu ini ada-ada saja. Memangnya siapa yang ingin serius denganku? Aku saja tidak pernah dekat dengan pria manapun selain dengan Jo.”


“Ada. Om Chiko.”


Chelsea melotot tajam setelah mendengar nama Chiko disebut. Bagaimana bisa sahabatnya itu bilang kalau Chiko serius dengannya. Bertemu saja tidak pernah lagi, apalagi dekat.


“Eh, jangan asal bicara kamu. Suamiku dan Om Chiko itu bukan sugar daddy. Dan asal kamu tahu kalau bercinta dengan pria yang usianya terpaut jauh dengan kit aitu rasanya is-ti-me-wa.” Ucap Abi lalu berbisik penuh penekanan di akhir kalimatnya.


Sontak saja membuat Chelsea tergelak. Ternyata pikiran sahabatnya sekarang sangat mesumm. Terlebih setelah menikah dengan Reno.


Sementara Chiko yang posisinya berada di belakang kedua wanita itu mendengarkan cukup jelas pembicaraan Abi dan Chelsea. Entah kenapa ada rasa sesak dalam hati Chiko saat mengetahui ternyata Chelsea sudah memiliki kekasih. Bahkan hubungannya terbilang cukup lama.


***

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat. Minggu depan Reno akan pergi ke luar negeri bersama anak istrinya untuk berkunjung ke rumah Daddy-nya. Sejak dulu Tuan Hadiata sangat merindukan cucunya. Namun sayangnya Reno selalu menundanya untuk pergi ke sana dengan alasan Raffael masih terlalu kecil. Dan kini saat usianya sudah delapan bulan, Reno sangat yakin kalau anaknya itu sudah bisa diajak bepergian jauh.


“Kita akan tinggal berapa lama di sana, Ren?” tanya Abi yang saat ini tengah berada dalam pelukan sang suami setelah melakukan percintaan panas.


“Terserah kamu saja. nanti sekalian di sana kita bisa berbulan madu.”


“Ish, pakai acara bulan madu segala. Setiap hari seperti ini saja sudah seperti berbulan madu.” Gurau Abi sambil mengusap rahang kokoh suaminya.


“Tapi tempat dan suasana berbeda, Sayang.”


“Ya sudah iya. Suka-suka kamu deh. Lalu bagaimana urusan kantor? kasihan Om Chiko selalu menggantikan pekerjaan kamu.”


“Tidak masalah. Dia juga tidak keberatan. Jangan bahas itu dulu, yang penting minggu depan kita berangkat. Dan, sekarang aku mau minta lagi.” ucapnya dengan tangan mulai aktif menyentuh dua aset berharga milik istrinya.


Abi yang hendak menolak, suara desahann-nya sudah terlanjur keluar lebih dulu. Padahal dia masih merasa intinya agak ngilu. Namun, dia juga tidak bisa menolak sentuhan lembut dari suaminya yang selalu membuatnya terbang melayang.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2