Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 52 Menyisakan Coklat


__ADS_3

Hari keberangkatan Reno dan Abi ke luar negeri telah tiba. Pukul dua siang nanti jadwal penerbangan mereka. Dan pagi ini Reno masih berada di kantor untuk menyiapkan beberapa dokumen penting yang dia butuhkan untuk kunjungannya nanti.


Kunjungan Reno ke perusahaan cabang kali ini hanya dia sendiri yang pergi. Karena biasanya Yoga akan ikut dengannya. Lagi pula biasanya hanya dua sampai tiga hari saja. namun berhubung ada meeting penting dengan kliennya, kemungkinan Reno akan menghabiskan waktunya di sana sekitar satu minggu lebih. Dan dia masih bisa melakukan pekerjaannya sendiri tanpa Yoga. karena ada Abi yang akan menjadi penyemangatnya di sana.


“Yakin kamu Ren akan berangkat sendiri?” tanya Chiko saat sedang menyerahkan file penting yang dibuthkan Reno.


“Yakin. Aku sudah biasa melakukan kunjungan sendiri.” Jawabnya santai.


“Tapi kali ini kamu akan lama di sana, Ren. Lalu kamu membiarkan Viana sendirian di rumah kamu?”


“Kenapa kamu jadi membahas Vibi? Apakah kamu akan menemani dia saat aku tinggal ke luar negeri? jangan harap! Karena Vibi akan ikut bersamaku.”


“Serius kamu, Ren?” tanya Chiko dengan raut wajah terkejut.


Pasalnya Chiko sangat tahu kalau nanti Reno akan sangat sibuk di sana. Dan tidak hanya satu dua hari. Kemungkinan bisa satu minggu lebih. Tapi setelah mendengar bahwa sahabatnya itu akan mengajak serta Abi, itu tandanya sudah ada perubahan dalam hubungan rumah tangga mereka. Tanpa sadar Reno menarik sudut bibirnya ke atas. Dia ikut merasakan bahagia walau Reno tak menunjukkan raut kebahagiaannya itu.


“Sudahlah! Cepat keluar dari sini jika sudah tidak ada kepentingan lagi.”


Chiko hanya berdecak kesal. Setelah itu dia keluar dari ruangan Reno. Namun langkahnya terhenti saat Reno memanggilnya lagi.


“Aku titip perusahaan selama aku tinggal pergi.” Ucapnya tanpa melihat Chiko.


“Kamu jangan khawatir. Aku pasti akan membawa kabur saham perusahaanmu.” Jawabnya enteng dan segera menutup pintu sebelum mendapat amukan dari Reno.


**


Kini Reno sudah di rumah. satu jam lagi dia akan berangkat ke bandara. Abi sudah menyiapkan semua segala keperluannya dan juga Reno selama berada di luar negeri nanti.


“Sudah siap, Bi?” tanya Reno saat dia baru saja keluar dari ruang ganti.

__ADS_1


“Sudah. Aku juga sudah menyiapkan semuanya.” Jawab Abi yang masih duduk di depan meja rias.


Setelah itu Abi berdiri dan mengambil tas selempangnya. Reno melihat penampilan Abi dari ujung kepala sampai ujung kaki. Perempuan di hadapannya itu sangat cantik dengan ukuran tubuh yang sangat proporsional. Setelah itu Reno membuka lemarinya untuk mengambil hoodie.


“Kamu harus pakai ini. dan jangan lupa pakai masker dan kacamata.” Ucap Reno sambil menyerahkan hoodie miliknya.


Abi tampak bingung. Padahal dia sudah berpakaian rapi dengan baju yang menurutnya sangat pas dan bagus. Tapi kenapa sekarang harus ditutup dengan hoodie. Dengan sedikit murung, dia menerima hoodie dari tangan Reno.


“Kamu jangan berpikiran buruk dulu. Aku hanya tidak mau penampilan kamu yang menarik dan wajah cantik kamu menjadi konsumsi publik. Apalagi di bandara nanti pastinya banyak kaum adam.” Ucap Reno.


Abi pun akhirnya tersenyum setelah mendengar penjelasan Reno.


Setelah semuanya siap, kini mereka berdua segera berangkat ke bandara. Dan perjalanan yang akan mereka tempuh setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih selama delapan jam.


Beberapa jam kemudian mereka berdua sudah tiba. Reno segera mencari taksi untuk membawanya pergi menuju apartemennya. Reno memiliki apartemen di sana. Setiap kali ada kunjungan ke perusahaan cabang, Reno lebih nyaman tinggal di apartemen daripada harus menginap di hotel.


Cklek


Reno membuka pintu kamar dan meletakkan kopernya di sana. Setelah itu dia mempersilakan Abi masuk.


“Istirahatlah! Aku tahu kamu pasti sangat lelah setelah perjalanan jauh. Aku akan ke ruang kerja dulu.” Ucap Reno.


“Apa kamu juga tidak lelah, Ren? Jagalah kesehatan kamu juga.” tanya Abi penuh perhatian.


Melihat tatapan Abi yang mengiba, akhirnya Reno mengurungkan niatnya untuk pergi ke ruang kerjanya. Karena waktu juga sudah malam. ada benarnya juga ucapan Abi tadi.


Melihat Reno mengurungkan niatnya pergi, Abi tersenyum. Setelah itu dia membongkar kopernya dan mengambilkan baju ganti untuk Reno dan juga dirinya.


Selagi Reno berganti baju dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi, Abi pergi ke dapur untuk membuat sesuatu. Di sana hanya ada beberapa sachet minuman yang masih aman dikonsumsi. Mungkin Reno pernah membelinya saat terakhir tinggal di sini.

__ADS_1


Abi membuat dua gelas coklat hangat lalu membawanya masuk ke dalam kamar. di balkon kamar itu ada tempat duduk yang memang disediakan untuk bersantai. Abi meletakkan menumannya di sana.


“Ternyata kamu di sini?” ucap Reno yang sudah berganti dengan pakaian santainya.


“Minumlah! Aku tadi hanya menemukan ini di dapur.” Tunjuknya pada dua gelas coklat hangat.


Reno langsung mengambil salah satunya lalu menyesapnya. Rasanya tubuhnya sedikit rileks setelah meminum coklat hangat buatan Abi.


“Terima kasih, Bi! Apakah kamu senang berada di sini?” tanyanya sambil menatap intens mata Abi.


Seketika Abi gelagapan dengan tatapan Reno itu. Tatapan yang membuat hatinya tak karuan. Apalagi dengan pesona Reno yang sangat menawan.


“Kenapa kamu membuang muka seperti itu, hem?” tanya Reno dan berhasil merangkum wajah Abi hingga keduanya saling berpandangan dalam jarak yang begitu dekat.


“Aku… ak,hmmmpppp…”


Reno tak kuasa melihat bibir Abi yang menyisakan coklat. Dia segera meraupnya dengan lembut, dan…


.


.


.


TBC


😂😂


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2