
Reno membiarkan tubuhnya dipeluk Abi. Dia bisa merasakan suhu panas tubuh Abi. Mau memintanya bangun untuk makan dan minum obat pun rasanya sangat sulit. Akhirnya Reno juga ikut membalas pelukan itu.
Abi masih bergerak tidak nyaman. Sedangkan Reno juga berusaha membuatnya nyaman dengan memperbaiki posisi tidur perempuan itu. Bahkan saat ini Abi memeluknya seperti sedang memeluk guling.
“Tahan, Boy!” gumam Reno semakin resah.
Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus yang keluar dari bibir Abi. Namun mata Reno juga sudah sangat ngantuk. Akhirnya dia pun ikut tertidur sambil memeluk Abi.
Keesokan paginya Reno terjaga lebih dulu. Posisinya masih sama seperti semalam. Bahkan Abi terlihat sangat nyaman dengan menelusupkan kepalanya di ceruk leher Reno.
“Sudah nggak demam lagi.” gumam Reno setelah menyentuh kening Abi.
Sejenak Reno memperbaiki posisi kepala Abi hany untuk melihat wajah cantik perempuan itu saat sedang tidur. Dari sudut manapun selalu terlihat cantik. Apalagi bibirnya yang selalu ingin Reno lumatt.
Ada seonggok daging bernama hati membuat Reno resah tak menentu. Pasalnya dulu dia sangat membenci Abi. Bahkan ia menggunakan Abi sebagai alat balas dendamnya terhadap Tian. Namun seiring berjalannya waktu, ada hal lain yang membuat Reno mengubah sudut pandangnya terhadap Abi.
Lama dipandangi bibir yang telah membuatnya candu. Reno pun memberanikan diri mengecupnya. Satu kali kecupan tak membuat Abi terusik. Reno pun kembali mengulanginya. Dan masih sama, tidak ada reaksi. Justru Abi semakin mengeratkan pelukannya.
Rasanya jiwa nakal Reno mulai meronta. Ia kini tidak lagi mengecupnya, tapi **********. Bukan dia seorang pecundang, melainkan memanfaatkan kesempatan dengan baik.
Reno sangat menikmati bibir Abi yang sangat manis itu. Apalagi mulutnya sedikit terbuka, Reno pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Ngghhh
Terdengar lenguhan dari bibir Abi saat Reno memainkan lidahnya di sana. Lalu dia segera mengakhirinya sebelum diketahui oleh Abi.
Benar saja, Abi mulai mengerjapkan matanya. sedangkan Reno berpura-pura tidur.
__ADS_1
Abi mengerjapkan matanya. dia merasakan bibirnya tampak basah. Lalu pandangannya tertuju pada sosok pria yang masih dalam pelukannya.
“Astaga!” pekiknya lalu menutup mulut.
Abi melihat sekeliling kalau dia berada di dalam kamarnya. Lalu bagaimana bisa Reno ikut tidur dengannya. Dan apa ini? kaki Abi masih bertengger di atas pinggang Reno yang dia anggap guling.
Perlahan Abi melepas pelukannya. Dia tidak ingin dikira memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Karena memang dia lupa dengan kejadian semalam setelah menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan Reno.
Grep
Reno justru kembali memeluknya. Dan matanya masih terpejam. Degupan jantung Abi sangat menggila saat melihat wakah tampan Reno dari jarak yang sangat dekat. Lalu bibirnya. bibir Reno juga terlihat sedikit basah. Abi menggelengkan kepalanya. Apakah semua itu perbuatan Reno? Dan apakah pria itu sekarang pura-pura tidur.
Aww
Pekik Reno saat Abi tiba-tiba mencubit perut pria itu. Jadi benar. Reno hanya pura-pura tidur.
“Tuan yang apa-apaan? Kenapa bisa ada di kamar saya? Tuan pasti sengaja kan melakukan ini? Tuan juga kan yang telah menci…um saya.” tuduh Abi dengan memelankan suaranya saat menyebut kata “mencium”.
Reno tampak heran. Kenapa Abi mendadak jadi judes begini. Apakah perempuan itu kalau sedang sakit bisa berubah sifatnya.
“Justru kamu yang memanfaatkan aku. kamu ingat, semalam saat aku hendak pergi, kamu malah menarikku.”
Abi terkejut mendengar penuturan Reno. Apakah semua itu benar. Tapi memang sekarang posisinya Reno ada di dalam kamarnya.
“Pagi-pagi sudah merusak mood saja!” gumam Reno pura-pura kesal lalu keluar dari kamar Abi.
Sedangkan Abi masih diam termangu di tempat tidurnya. Kepalanya juga masih agak pusing. entahlah, apakah yang dikatakan Reno benar atau salah. Lebih baik sekarang ia bangun dan memulai tugasnya.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri, Abi masuk ke dalam kamar Reno untuk menyiapkan air hangat dan baju kerjanya. Pria itu juga tidak ada di kamarnya. Jadi Abi bisa leluasa mengerjakan tugasnya tanpa ada Reno.
Hari ini Abi hanya memasak yang simple saja. badannya benar-benar belum fit. Sudah lama juga dia tidak mengkonsumsi vitamin. Ditambah pekerjaan yang Reno berikan lebih berat daripada menjadi model.
“Sebentar lagi Yoga akan kesini untuk mengantar kamu ke dokter.” ucap Reno setelah sarapan.
“Maaf, Tuan. Tidak perlu. Saya baik-baik saja.” tolak Abi dengan halus.
“Aku nggak mau kerepotan lagi kalau kamu sakit seperti semalam.” Ucap Reno tegas. Dan mau tak mau Abi mengangguk mau.
Tak lama kemudian Reno sudah bersiap pergi ke kantor. dan di saat itu bertepatan dengan Chiko datang. Reno heran kenapa Chiko yang datang. Harusnya dia menyuruh Yoga.
“Ada apa kamu kesini pagi-pagi?” tanya Reno.
“Aku hanya ingin mengantar Viana ke dokter. Tadi Yoga sangat sibuk, akhirnya aku yang menggantikan tugasnya.” Jawab Chiko enteng. Padahal itu hanya alasannya saja.
Reno hanya berdecak kesal. Dan sama sekali tidak percaya dengan ucapan sahabatnya.
“Kamu kembalilah ke kantor. dan handle meeting pagi ini. biar aku saja yang mengantar Vibi ke dokter.”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️