
Saat baru memulai pekerjaannya, lagi-lagi Sean tidak fokus. Dia masih memikirkan masalah yang dihadapi oleh menantunya. Akhirnya Sean mengesampingkan urusannya terlebih dulu. Ia akan ikut menangani masalah perusahaan Reno.
Perusahaan Reno hampir tumbang. Sean tahu kalau saat ini menantunya itu sedang berusaha keras mencegah hal buruk itu agar tidak sampai terjadi. Kini tuganya adalah mencari penyebab masalah itu semua. Karena tidak mungkin secara tiba-tiba perusahaan yang sedang berada di puncak kejayaannya itu tiba-tiba nilai sahamnya anjlok.
Setelah berkutat di depan layar laptop selama kurang lebih dua jam, Sean akhirnya bisa menemukan penyebab masalah di perusahaan Reno. Sean sungguh tidak menyangka kalau Tuan Alteza lah penyebab itu semua. Lebih tepatnya putra tunggalnya yang tak lain adalah Keano.
“Bukankah Keano pernah tersandung kasus skandal? Setelah itu dia menghilang entah kemana.” Gumam Sean.
Lama berpikir akhirnya Sean menarik kesimpulan kalau memang benar Tuan Alteza tega melakukan itu semua karena pria itu tahu Abi sudah menikah dengan Reno. Jadi Reno lah yang menjadi sasaran utama misi balas dendamnya.
“Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.” gumam Sean.
Karena masalah yang berhunbungan dengan Tuan Alteza adalah bersumber darinya. Dan Reno tidak bisa diikut campurkan dalam masalah ini. Sayangnya Sean tidak tahu kalau penyebab skandal yang dibuat oleh Keano adalah ulah Reno.
Akhirnya Sean nekat mendatangi perusahaan Tuan Alteza. Dia akan mengajak bicara pria itu dengan baik-baik. Hanya karena perjodohan saja ujungnya harus seperti ini.
Siang itu juga setelah jam makan siang, Sean mendatangi perusahaan Tuan Alteza. Pria yang sudah bertahun-tahun menjadi investor di perusahaannya sebelum akhirnya menarik sahamnya secara sepihak lantaran perjodohan yang Sean tolak.
Setelah beberapa menit berkendara, Sean sudah tiba di perusahaan Tuan Alteza. Beruntungnya Sean bisa segera dipersilakan masuk menuju ruangan pria itu setelah terlebih dulu bertanya pada sekretarisnya.
“Selama siang, Tuan Alteza!” Sapa Sean dengan sopan.
“Wah, suatu kehormatan bagi saya bisa dikunjungi oleh pengusaha sukses sekelas anda, Tuan Sean. Silakan duduk!” Sambutnya dengan senyum penuh arti.
Sean kemudian duduk di hadapan Tuan Aleza. Lantas ia menyampaikan maksud kedatangannya pada mantan rekan bisnisnya itu.
Awalnya Tuan Alteza terkejut saat Sean tahu bahwa dirinya lah yang menyebabkan kekacauan di peerusahaan Reno. Namun setelah itu dia ingat tentang sosok Sean yang pasti cepat mengetahui hal itu.
__ADS_1
“Saya harap anda melupakan tentang perjodohan itu. Lagi pula putri saya sudah menikah dan sudah hidup bahagia setelah dikaruniai seorang putra. Saya doakan Keano segera mendapat jodoh terbaik.” Ucap Sean dengan sopan.
Mendangar ucapan Sean, Tuan Alteza tergelak. Setelah itu raut mukanya berubah murka. Bahkan Sean saja sampai terkejut.
“Sepertinya ada yang tidak anda ketahui, Tuan Sean yang terhormat. Apa anda tahu kalau Reno lah yang menyebabkan Keano harus saya asingkan karena kasus skandal yang dia buat. Jadi, anda jangan menghalangi saya untuk memberi balasan setimpal pada menantu kesayangan anda itu.”
Sean terkejut. Namun setelah itu dia paham kalau menantunya melakukan itu semua karena tidak ingin kehilangan istrinya.
“Bukankah memang sejak dulu Keano sering bermain wanita? Jadi tidak sepenuhnya itu kesalahan menantu saya. ingat, Tuan! Jangan sampai anda menyesali perbuatan anda.” Ucap Sean dengan suara tegas.
“Hahahaha… saya tidak akan pernah menyesal. Apa anda lupa kalau pengaru perusahaan saya lebih besar daripada perusahaan milik Tuan Sean? Lebih baik sekarang anda keluar dari ruangan ini.” jawab Tuan Alteza tak ramah.
Tanpa menimpali lagi ucapan Tuan Alteza, Sean segera beranjak lalu pergi dari meninggalkan perusahaan pria itu. Nanti dia akan membicarakan masalah ini langsung dengan menantunya dan meminta Reno agar tetap waspada.
***
Harusnya momen seperti ini membuat Reno bahagia karena kelahiran putranya. Dan harusnya dia berada di samping istrinya yang masih menjalani masa pemulihan pasca melahirkan.
Pukul tujuh malam Reno baru menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan Chiko lebih dulu pulang karena ia minta mengantar Daddy-nya ke rumah sakit untuk melihat cucunya.
Reno memastikan keadaan kantor aman sebelum ia pulang. dia sudah memasang beberapa alat keamanan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, lagi-lagi Reno merasa ada sebuah mobil yang sedang mengikutinya. Bahkan itu mobil yang berbeda seperti tadi pagi. namun Reno berusaha tetap tenang.
Tak lama kemudian Reno sudah sampai rumah sakit. Di parkiran dia melihat mobil Chiko. Reno sangat yakin kalau sahabatnya sudah tiba sejak tadi bersama Daddy-nya. Dia pun semakin tidak sabar melihat raut bahagia Daddy-nya saat melihat cucunya.
Reno berjalan dengan langkah lebar agar bisa segera sampai ruangan istrinya. Dia sudah sangat merindukan istri dan anaknya. namun, saat tiba di depan pintu ruangan istrinya, tiba-tiba ada seseorang yang mencekal tangan Reno.
__ADS_1
“Mau kemana kamu, hah? Begitukah sikap seorang suami? di saat istrinya sedang menjalani perawatan, justru kamu datang terlambat seperti ini. rasanya memang kamu tidak pantas menjadi suami Viana.” ucap Xander yang juga hendak masuk ruang rawat Abi.
“Apa maksud, Om?”
“Kamu tidak pantas menjadi suami Viana. sejak dulu aku sudah menjodohkan Viana dengan Reza.” Jawab Xander dengan suara tegas.
Reno sangat murka mendengar ucapan Xander. Tangannya terkepal kuat dan akan melayang ke wajah Xander. Namun, tiba-tiba pintu itu terbuka.
Cklek
“Alex!”
“Dad!”
.
.
.
*TBC
Nah loh, ada apa itu??
Happy Reading‼️
__ADS_1