
Jenazah Reno sudah dikebumikan. Banyak kerabat yang masih berdatangan ke rumah Sean untuk menyampaikan belasaungkawa mereka. Sementara Abi memilih untuk masuk ke kamarnya.
Rasanya seperti mimpi. Baru saja Abi kembali bersama Reno setelah beberapa bulan terpisah karena sebuah kesalah pahaman. Dan kini ia harus terpisah lagi dengan suaminya. Bahkan perpisahan ini perpisahan yang kekal dan tidak akan membuat Reno kembali ke pelukannya.
“Reno!!! Kenapa kamu pergi sendiri? Harusnyaa saat itu kamu mengajakku. Setidaknya dengan begitu kita bisa pergi bersama-sama.” Ucap Abi sambil terisak.
Ternyata rasanya seperti ini jika ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang kita sayangi. Abi seolah tidak mempunyai semangat hidup lagi. entah dia harus menyalahkan siapa atas keejadian ini. dia merasa Tuhan tidak adil dengan memberikan takdir seperti ini padanya.
Tiga hari setelah kepergian Reno, keadaan Abi masih sama. Bahkan ia sampai melupakan anaknya yang masih membutuhkan kasih sayangnya. Kesehariannya hanya digunakan untuk mengurung diri di kamar, meratapi kesedihannya.
Sean dan Lidia sudah berusaha membujuk Abi agar tidak terus larut dalam kesedihannya. Namun tetap saja, Abi masih enggan keluar kamar.
Hari ini Chiko datang ke rumah. kedatangannya untuk menyampaikan hasil penyidikan polisi mengenai kecelakaan sahabatnya. Kebetulan saat Chiko datang, Chelsea juga sedang berada di sana. Perempuan itu juga sangat terkejut atas musibah yang menimpa sahabatnya. Pasalnya beberapa hari yang lalu dia sedang berada di luar negeri.
“Tuan, saya hanya mau menyampaikan hasil penyidikan polisi mengenai kecelakaan yang menimpa Reno.” Ucap Chiko pada Sean dan juga Xander yang berada di ruang keuarga.
Abi yang mendengarnya sangat malas. Rasanya semua itu tidak perlu disampaikan, karena bagaimanapun juga hasilnya tetap tidak akan bisa mengembalikan suaminya. lalu dia memilih beranjak dari ruangan itu dengan alasan ingin beristirahat. Akhirnya Chelsea yang mengantar Abi masuk ke kamarnya.
“Katakan, saja Nak Chiko!” perintah Sean.
Chiko lantas mengatakan kalau kecelakaan yang menimpa Reno dikarenakan ada kerusakan pada mobilnya. Dan kerusakan itu terjadi atas kesengajaan orang. Bukan murni dari mobil itu sendiri yang memang rusak.
Sean dan Xander cukup mengangguk paham atas informasi yang diberikan oleh Chiko. Setelah itu Chiko berpamitan pulang untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Sean mengajak Xander masuk ke ruang kerjanya. Kedua pria paruh baya itu ingin membahas siapa penyebab kecelakaan Reno. Tentunya mereka berdua sudah tahu. Siapa lagi kalau bukan Keano.
Baik Xander maupun Sean sedang menyusun rencana untuk memberikan balasan yang setimpal atas perbuatan Keano. Sebelumnya mereka sudah menghentikan kasus itu pada pihak kepolisian dengan alasan sudah mengikhlaskan kepergian Reno. Namun mereka berdua akan bekerja sendiri tanpa bantuan dari pihak kepolisian.
“Apa kamu sudah menghubungi seseorang untuk melakukan tugas ini?” tanya Xander pada Sean.
Sean hanya menjawab dengan anggukan kepala. Baru saja ia menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Keano beserta Papanya yang tak lain Tuan Alteza.
Xander dan Sean tidak hanya membuat bangkrut perusahaan Tuan Alteza. Rasanya sangat tidak adil setelah mereka berhasil menghilangkan nyawa Reno, lalu ia hanya membuat perusahaannya bangkrut.
“Kita tunggu saja, dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam perusahaan tua bangka itu sudah bangkrut. Lalu kita menunggu waktu yang tepat untuk membawa mereka bertiga tiba di markas.” Ucap Sean.
“Bertiga? Siapa pelaku yang satunya lagi?” tanya Xander penasaran.
“Sebastian. Rupanya Keano menggunakan Tian untuk ikut andil dalam rencananya. Tian juga sudah lama menaruh dendam pada Reno sejak dulu.”
***
Tiga hari semenjak kematian Reno, Tuan Hadiata juga selalu berdiam diri di kamar. pria itu masih tinggal di rumah Reno meskipun tidak lagi bisa memeluk anaknya.
Tuan Hadiata sengaja menunggu orang suruhannya untuk mencari informasi tentang kecelakaan anaknya. meskipun hasil autopsy sudah menunjukkan kalau korban meninggal itu adalah Reno, namun Tuan Hadiata masih merasa kalau anaknya masih hidup. Tetapi nyatanya sampai saat ini orang kepercayaannya tak kunjung datang memberikan informasi itu.
“Reno, Daddy sangat yakin kalau kamu masih ada di sekitar Daddy. Kamu belum meninggal kan, Nak?” ucap Tuan Hadiata sambil melihat foto Reno.
__ADS_1
Cklek
Pintu kamar Tuan Hadiata tiba-tiba terbuka. Ternyata yang datang adalah Chiko. Pria itu masih tinggal di rumah Reno dan menemani Tuan Hadiata. Karena Chiko juga menganggap Tuan Hadiata sebagai ayahnya.
“Dad, ayo kita makan malam dulu!” Ajak Chiko namun Tuan Hadiata menggelengkan kepalanya.
“Daddy juga harus jaga kesehatan. Reno di sana akan semakin sakit jika melihat Daddy terus bersedih seperti ini.” Chiko berusaha membuju Tuan Hadiata.
“Kamu ini bicara apa, Ko? Reno hanya pergi sebentar. Dia tidak benar-benar mati meninggalkan Daddy.” Ucap Tuan Hadiata sambil terus melihat foto Reno.
Chiko pun tak bisa lagi membendung kesedihannya saat melihat Tuan Hadiata yang tampak rapuh.
“Tujuh hari. Daddy hanya meminta waktu tujuh hari. Jika Daddy tidak bisa membuktikan kalau Reno masih hidup, Daddy akan pulang.” ucap Tuan Hadiata sambil menatap tajam Chiko.
“Daddy harus ikhlas, tidak-“
“Cukup, Chiko! Kali ini biarkan Daddy mau berbuat apa. Hati Daddy sangat yakin kalau jenazah itu bukan Reno.” Ucap Tuan Hadiata sambil menunjuk dadanya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️