
“Aku sudah memaafkan Om Chiko. Dan aku, aku juga mencintai Om Chiko.”
Chelsea berucap dengan kepala yang masih menunduk. Entahlah setelah mengakui perasaannya yang sesungguhnya, dia masih belum berani menatap wajah Chiko.
“Apa, apa aku tidak salah dengar?” tanya Chiko dengan suara yang ikut terbata.
Chelsea masih diam. tangan Chiko juga masih menyentuh tangan Chelsea. Namun setelah beberapa saat menunggu, Chelsea masih diam tidak menjawab pertanyaan Chiko, karena ia sangat gugup. Namun hal itu disalah artikan oleh Chiko. Menurutnya ucapan Chelsea tadi hanyalaha kebohongan. Setelah itu Chiko menarik tangannya, melepas sentuhannya dari tangan Chelsea.
Chiko menghembuskan nafasnya pelan, berusaha baik-baik saja. ia memilih membuang muka. Walau sejak tadi Chelsea sama sekali tidak menatapnya.
Grep
Tiba-tiba Chiko merasakan tubuhnya berat seperti ada yang menindihnya. Tak lama kemudian terdengar suara isakan Chelsea. Ternyata wanita itu kini sedang memeluk tubuh Chiko yang sedang berbaring.
“Aku serius. Aku mencintai Om Chiko.” Ucap Chelsea dengan suara tegas.
Chiko tersenyum. Hatinya menghangat. Kemudian ia membalas pelukan Chelsea dengan erat. Pria itu mencium kepala Chelsea. Dia sangat bersykur akhirnya perasaannya terbalas sudah.
“Terima kasih, Chelsea. Terima kasih sudah memaafkanku dan membalas perasaanku.” Ucap Chiko dengan sungguh-sungguh.
Chelsea hanya menganggukkan kepalanya dalam pelukan Chiko.
“Wah, sepertinya kita salah masuk kamar!” ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke ruang rawat Chiko.
Sontak saja Chelsea dan Chiko terkejut. Chelsea beringsut dari pelukan Chiko dan kembali duduk di kursi rodanya. Sepasang kekasih baru itu sangat malu pada sepasang suami istri yang baru saja masuk. Ya, mereka adalah Abi dan Reno.
“Aku..aku keluar dulu.” Pamit Chelsea tiba-tiba.
__ADS_1
“Eits, mau kemana sih? Di sini saja dulu, lagian aku belum tahu ap aarti pelukan kalian berdua baru saja.” ucap Abi sambil mencegah Chelsea yang akan memutar kursi rodanya.
Akhirnya Chelsea tidak jadi keluar. Lagi pula sudah dirinya sudah tertangkap basah saat sedang berpelukan dengan Chiko tadi.
“Bagaimana keadaan kamu, Ko?” tanya Reno yang kini berdiri di samping brankar Chiko.
“Masih sedikit pusing saja kepalaku. Mungkin dua atau tiga hari lagi aku sudah boleh pulang.”
“Lalu bagaimana keadaan kamu, Chelsea?” tatapan Reno beralih tertuju pada Chelsea.
“Aku sudah baik-baik saja.”
Reno dan Abi tampak lega melihat keadaan Chelsea dan Chiko yang sudah lebih baik. Terlebih melihat hubungan mereka berdua yang sudah membaik. Namun kedatangan Reno dan Abi ke rumah sakit bukan hanya untuk menanyakan keadaan sahabatnya, melainkan ingin menyampaikan bahwa Jo sudah berhasil ditangkap polisi setelah semalam sempat menjadi buron. Reno juga sudah memberikan laporan dan bukti pada polisi kalau Jo juga termasuk dalam komplotan mengedar narkoba.
Chelsea sangat terkejut mendengarnya. Tapi hukuman itu pantas diterima oleh Jo yang telah melakukan pelecehan terhadap dirinya, dan juga penyerangan terhadap Chiko.
Sebenarnya Reno tidak ingin membawa kasus Jo ke kepolisian, namun Papa Chelsea sudah terlebih dulu melaporkannya. Selain itu, Reno tidak tega melihat kedua orang tua Jo yang pastinya akan sangat bersedih jika anaknya ia bantai habis-habisan. Jadilah ia membiarkan tangan polisi yang bekerja, asal adil dan dihukum sesuai dengan tindak kejahatannya.
“Kamu jangan bilang seperti itu, Ko. Kamu juga sudah banyak membantuku selama ini.”
“Aku juga sangat senang melihat hubungan kalian berdua sudah membaik. Semoga cinta kalian akan kekal selamanya.” Ucap Abi sambil merangkul sahabatnya dari belakang.
*
Cukup lama mereka berempat menghabiskan waktu di ruang rawat Chiko, sebelum akhirnya Reno dan Abi pamit lebih dulu, karena sudah terlalu lama meninggalkan Raffael di rumah. apalagi Abi yang tengah hamil muda. Harusnya wanita itu beristirahat cukup di rumah.
“Ya sudah kita pulang dulu. Kita tunggu kabar baiknya.” Ucap Abi sambil mengerlingkan matanya menatap Chelsea.
__ADS_1
“Ayo, Sayang! Mereka masih ingin berduaan, kalau kita di sini terus yang ada malah mengganggu.” Seloroh Reno lalu menarik tangan Abi untuk segera pulang.
Setelah kepergian Reno dan Abi, Chelsea dan Chiko tampak canggung. Mereka berdua sama-sama bingung mau bicara apa lagi. terlebih setelah saling mengakui perasaannya tadi.
“Ehm, aku kembali ke kamarku dulu. Om istirahat saja biar cepat sembuh.” ucap Chelsea akhirnya.
Hati Chiko sebenarnya tidak rela. Dia masih ingin berduaan dengan Chelsea, namun dia boleh egois. Chelsea juga butuh istirahat.
“Ya sudah kalau kamu juga ingin istirahat. Sebenarnya aku masih ingin kamu di sini menemaniku. Menemaniku seperti saat dulu aku dirawat di rumah sakit.” Ucap Chiko.
Chelsea tampak terkejut. Ternyata Chiko tahu kalau dulu dirinya yang menunggui Chiko pasca operasi.
“Bagaimana Om bisa tahu kalau aku dulu yang menunggui Om?” tanya Chelsea.
“Ternyata benar kamu? Padahal aku hanya menebak saja.”
Wajah Chelsea seketika memerah karena malu. Bisa-bisanya ia terperangkap dalam kalimat jebakan Chiko. Tapi nasi sudah menjadi bubur.
“Terima kasih, Sayang!” ucap Chiko sambil mengulas senyum manis pada Chelsea.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️